Jurnal Manajemen, SDM, International, Bahan Kuliah, Skripsi, Sumber Daya Manusia, Keuangan, Pemasaran, Kepemimpinan

Tentang Rai Utama | Free Ebooks | Free Ebooks | Bahan Kuliah Lengkap | Bahan Kuliah Manajemen | Jurnal dan Buku Tourism English Version





January 27, 2009

Pengantar Manajemen riset

Apabila seorang mahasiswa menghadapi dosen pembimbingnya dan telah mendapat tanda oke mengenai proposal skripsinya hatinya lega dan lepas stress-nya. Masalahnya kalau sang mahasiswa yang bersangkutan lekas puas dan menyusun proposal segala-galanya maka setelah proposal disetujui lalu menjadi kendor semangatnya.

Memang bagi sebagian mahasiswa persetujuan proposal sangat menggembirakan. Mereka menyadari bahwasanya baru sebagian kecil saja yang selesai. didepannya masih terbentang "hutan lebat dan pekat" yang harus dijelajahi, sehingga banyak mahasiswa yang bingung.
Borg dan Gall (1979:47) penelitian sebagai hutan yang openuh dengan lembah. barangkali saja jenis dan banyaknya pohon dan telah dikenali dengan baik namun siapa tahu diantara pohon-pohon tersebut terdapat jurang dn lembah yang tertutup reruntuhan daun dan ranting. Apa yang harus dinasehatkan padanya.

Hakikat metode penelitian
Metode penelitian sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Ada kata kunci yang perlu dipahami yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.

Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penlaran manusia (rasional), kemudian cara-cara yang dilakukan itu dapat idamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (empiris), dan bisa dikatakan ilmiah kalau proses yang digunkan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis (sistematis)

Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris yang yang mempunyai kriteria yaitu memiliki validitas (derajat ketepatan antara data yang sesunguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti) selain data juga harus reliable dan objektif. Reliabel berkenaan dengan dengan derajat keajegan data dalam interval waktu tertentu sedangkan objektifitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antar banyak orang)

Penelitian juga harus memiliki arah yang jelas dan secara umum tujuan penelitian terdiri dari :

  • Penemuan, data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.
  • Pembuktian, data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi.
  • Pengembangan, untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya secara umum data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.

Referensi :
Manajemen penelitian : suatu pengantar, Prof.Dr. Suharsimi Arikunto, 2005:1)
Metode penalitian Administrasi, prof.Dr.Sugiono, alfabeta, 2006)

Neo Bux Pasti Bayar Anda

Filed under: Computers


Klik Aja Deh

Filed under: Computers

Klik Aja Deh BUKAN situs Autosurf, Multi-Level Marketing, Pyramid, Ponzi, Matrix atau bersistem “Get Rich Quick” .

Apakah situs Klik Aja Deh?
Klik Aja Deh adalah sebuah inovasi bisnis saling menguntungkan, GRATIS bagi member untuk bergabung, dan menjembatani antara pemakai internet dan pemilik usaha untuk mempromosikan produknya pada halaman “Lihat Iklan”.

Bagaimana cara menghubungi Klik Aja Deh?
Pertanyaan, komentar dan saran bisa dilayangkan melalui form Contact.

Jam kerja
Jam 10 pagi s/d 6 sore WIB, Senin hingga Sabtu kecuali hari libur.

Aturan main?
Sebagai Member, yang perlu Anda lakukan untuk memperoleh penghasilan adalah sebagai berikut:

Klik menu “View Ads” setelah Anda login. Anda akan dibawa ke halaman “Lihat & Klik Iklan”.

Pada daftar iklan yang ditampilkan (jumlah iklan yang tampil untuk Member Standar jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah iklan yang bisa dilihat oleh Member Premium), Anda klik sebuah iklan, dan akan tampil pada windows/tab baru di browser Anda iklan tersebut.

Anda diwajibkan menunggu hingga timer yang berada pada bagian atas halaman menjadi ‘0′ (30 detik).

Setelah 30 detik terlewati, angka timer berubah menjadi ‘Oke’ dan akan muncul tanda ‘OKE deh’ atau tanda silang (’X’) merah disebelahnya. Tanda ‘OKE deh’ menandakan Saldo Anda baru saja bertambah Rp 100,- jika Anda Member Standar, dan Rp 150,- jika Anda Member Premium.

Tanda ‘X’ adalah pertanda Anda gagal mendapatkan uang alias saldo Anda tidak bertambah. Anda akan mendapat tanda ‘X’ jika Anda klik lebih dari 1 iklan pada halaman ‘Lihat & Klik Iklan’ pada waktu yang sama. Atau Anda meng-klik iklan yang lainnya tanpa menunggu 30 detik.

Apakah selain saya, orang yang tinggal serumah dengan saya juga bisa mendaftar?
Selama orang tersebut memiliki e-mail dan rekening bank serta menggunakan komputer yang berbeda IP nya, ia bisa mendaftar. Kami mempunyai sistem yang dapat mendeteksi adanya kecurangan dalam hal aturan main kami, jadi kecurangan yang terdeteksi akan mendapatkan sanksi hangusnya saldo Anda, dan bahkan memasukkan Anda dalam daftar ‘Black List’.

Apakah saya boleh mempunyai lebih dari 1 keanggotaan?
Tidak. Sistem kami secara otomatis akan mencabut keanggotaan Anda, dan seluruh saldo uang Anda akan hangus jika Anda mendaftar lebih dari sekali. Jika Anda lupa user-id atau password, Anda bisa meminta pada kami dan kami akan mengirimkannya ke alamat e-mail Anda.

Jaringan network pada kantor, sekolah atau ISP saya menggunakan alamat IP acak atau IP yang sama. Apakah saya bisa mendaftar disini dengan alamat IP seperti itu?
Ya, Anda boleh bergabung.

Berapa banyak uang yang akan saya peroleh?
Kami bayar Anda Rp 100 untuk tiap iklan/situs web yang Anda klik/kunjungi selama 30 detik, dan Rp 50 untuk klik yang dilakukan tiap referal Anda. Untuk Member Premium Rp 150 untuk tiap iklan/situs web yang Anda klik/kunjungi selama 30 detik, dan Rp 100 untuk klik yang dilakukan tiap referal Anda. Tidak ada batasan mengenaui jumlah iklan/situs web yang bisa Anda atau referral Anda klik/kunjungi. Kemungkinan uang yang bisa Anda dapatkan tidak terbatas.

Bagaimana cara mereferensikan ke orang lain untuk mendapatkan referral?
Anda bisa memakai kode referral yang bisa Anda dapatkan dalam halaman “Status”. Anda juga bisa memakai banner promosi yang kami sediakan

Bagaimana cara membatalkan keanggotaan saya, jika saya ingin berhenti?
Secara otomatis, member yang tidak aktif selama kurun waktu tertentu akan dihapus.

Mengapa saya harus meng-klik 2x sampai tanda ‘OKE deh’ tampil?
Cek program antivirus, antispyware/adware Anda, setting cookies dand java script dari browser Anda juga dapat menjadi penyebabnya. Coba bersihkan cache browser Anda lalu restart komputer.

Saya kok tidak mendapatkan email saat saya mendaftar atau melakukan permintaan pengiriman password?
Pastikan software antispammer/email filter Anda tidak memblok situs kami, klik aja deh, Tambahkan alamat email kami, “ptc@klikajadeh.com” ke daftar kontak Anda.

Tidak ada iklan yang saya lihat!
Jika Anda tidak melihat ada satupun Iklan pada halaman “Lihat & Klik Iklan”, tapi Anda BISA melihat Status Iklan maka penyebabnya adalah program antivirus atau antispyware/adware. Jika masih saja tidak terlihat, coba bersihkan cache, file temp, cookies, dll pada browser Anda. Jika tetap tidak terlihat juga, update atau gunakan browser baru.

Status saya kok tidak update?
Kemungkinannya adalah browser Anda tidak menyimpan cache,atau Anda tidak menunggu hingga muncul tanda “OKE deh” saat melihat iklan yang Anda klik. Coba bersihkan cache, file temp, cookies, dll pada browser Anda. Jika masalah tetap saja tidak berubah, update atau ganti browser Anda.

Saya selalu mendapatkan pesan “Kode Sekuriti SALAH.” tiap kali saya login atau melakukan pendaftaran!
Pertama, yakinlah Anda telah memasukkan Kode Sekuriti dengan benar. Jika Anda telah melakukan hal tsb, dan masalah ini tetap saja muncul, coba bersihkan cache, file temp, cookies, dll pada browser Anda. Jika tetap tidak terlihat juga, update atau gunakan browser baru.

Seberapa sering status saya diupdate?
Status Anda akan ter-update secara otomatis seketika itu juga.

Bagaimana cara merubah data saya seperti Password, Rekening, Bank, Telpon, dll ?
Setelah Login, klik menu My Stats, lalu klik submenu Profil Saya.

Kapan Saya dapat meminta pembayaran?
Jika Saldo penghasilan Anda telah mencapai Rp 50.000 atau lebih. Anda bisa melihat saldo pada halaman Status dan meminta pembayaran kepada kami. Setelah login, Status Anda bisa dilihat dengan meng-klik menu My Stats. Kami memprioritaskan pelayanan pembayaran melalui transfer Bank BCA dan Mandiri. Akan tetapi kamipun juga melayani pembayaran ke bank lain dengan kriteria dan aturan tertentu.
Permintaan pembayaran Anda akan segera diproses dan transfer akan dilakukan dalam 2 – 7 hari kerja.

Saya tidak mempunyai rekening di Bank Mandiri atau BCA, bagaimana?
Transfer ke rekening selain Bank Mandiri dan BCA akan dikenakan biaya yang akan dipotong dari Saldo Anda.
Segala hal tentang pembayaran lebih lengkapnya bisa Anda baca pada Aturan & Layanan KlikAjaDeh

DATABASE DAN MANAJEMEN DATABASE

Filed under: Research Methods, Books

DATABASE DAN MANAJEMEN DATABASE

Hirarki Data Tradisional :
1. Elemen data / Field : suatu elemen data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
2. Record : gabungan sebuah elemen data yang terkait.
3. File : himpunan seluruh record yang berhubungan.

Aktifitas Manajemen Data :
1. Pengumpulan data ; data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat pada sebuah form yang disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input.
2. Integritas dan Pengujian ; data diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasi data tersebut.
3. Penyimpanan data dan pemeliharaan.
4. Keamanan data.
5. Organisasi data ; data disusun sedemikian untuk memenuhi kebutuhan user.
6. Pengambilan data ; data dibuat agar dapat digunakan oleh user yang berhak.

Dua jenis Penyimpanan Sekunder :
1. Penyimpanan Berurutan / Sequential Access Storage Device (SASD) ;
Media penyimpan untuk mengisikan record yang diatur dalam susunan tertentu. Data pertama harus diproses pertama kali, data kedua diproses kedua kali, dst.
2. Penyimpanan Akses Langsung / Direct Access Storage Device (DASD) ;
Mekanisme baca atau tulis yang diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urut. Komputer mikro memiliki disk drive dan hard disk.

Cara Mengolah Data :
1. Pengolahan Batch ;
Mengumpulkan data terlebih dahulu kemudian diproses sekaligus.
2. Pengolahan On – Line ;
Setiap data yang diinput langsung didapat output atau hasilnya.
3. Sistem Real Time ;
Sama seperti pengolahan On – Line, hanya saja data yang ada di update sesuai dengan perubahan waktu.
KONSEP DATABASE
Database : Kumpulan data-data yang terpadu yang disusun dan disimpan dalam suatu cara sehingga memudahkan untuk dipanggil kembali.

Database Manajemen System ;
Suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan,mengubah,menghapus,memanipulasi dan memeperoleh data / informasi dengan praktis dan efisien.

Komponen Utama DBMS :
1. Hardware ; yang melakukan pemrosesan dan menyimpan database.
2. Data.
3. User , dapat diklasifikasikan menjadi :
 End User ;
 Pengguna aplikasi, yang mengoperasikan program aplikasi.
 Pengguna interaktif, yang memberikan perintah-perintah beraras tinggi (sintak-sintak query).
 Programmer aplikasi, yang membuat program aplikasi.
 Database Administrator, bertanggung jawab terhadap pengelolaan database.
4. Software, sebagai interface antara user dan database.

Perintah yang digunakan untuk mengelola dan mengorganisasikan data :
1. Data Definition Language ;
Perintah yang biasa digunakan oleh DBA untuk mendefinisikan skema ke DBMS.
Skema : deskripsi lengkap tentang struktur field, record dan hubungan data pada database.
Hal yang perlu dijabarkan dalam DBMS :
 Nama database.
 Nama file pada database.
 Nama field dan record.
 Deskripsi file, record dan field.
DDL juga digunakan untuk menciptakan, mengubah dan menghapus database.

Yang termasuk dalam kelompok DDL :
CREATE ; membuat table.
ALTER ; mengubah struktur table.
DROP ; menghapus table.

2. Data Manipulation Language ;
Perintah yang digunakan untuk mengubah, memanipulasi dan mengambil data pada database.
DML dibagi menjadi 2 :
• Prosedural ; menuntut user menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya.
• Non Prosedural ; menuntut user menentukan data apa saja yang diperlukan tetapi tidak perlu menyebutkan cara mendapatkannya.
Perintah yang termasuk dalam DML :
SELECT ; memilih data.
INSERT ; menambah data.
DELETE ; menghapus data.
UPDATE ; mengubah data.

Tugas – tugas Database Administrator :
1. Perencanaan database.
2. Penerapan database.
3. Operasi Database.
4. Keamanan Database.

Keuntungan Database Manajemen System :
1. Mengurangi pengulangan data.
2. Independensi data.
3. Memadukan data dari beberapa file.
4. Memanggil data dan informasi secara tepat.
5. Meningkatkan keamanan.

Kerugian Database Manajemen System :
1. Menggunakan software yang mahal.
2. Menggunakan konfiguarsi hardware yang besar.
3. Memperkerjakan dan menggaji staf DBA yang relatif mahal.

January 8, 2009

Mengenal Komputer

Filed under: Computers

Mengenal Komputer

Disusun oleh : Drs. Jesayas Anggiat Sirait
Instruktur komputer di SMA Dharma Bakti Jakarta Timur.


Computer berasal dari kata to compute yang artinya menghitung. Maka Computer jika diterjemahkan secara bebas adalah alat yang dapat menghitung. Mengenai alat hitung sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Orang-orang primitif zaman dahulu menggunakan jari-jari tangannya dan jari-jari kakinya untuk menghitung jumlah ternak mereka. Kemudian saat jumlah ternak meningkat, mereka menggunakan batu kerikil untuk menghitung. Alat perhitungan yang dikenal sejak lama disebut Abacus. Di daratan Cina alat ini digunakan sejak 5000 SM. Seiring dengan berkembangnya akal manusia, maka diciptakan mesin hitung mekanik pertama pada tahun 1642 oleh seorang ahli fisika Perancis bernama Blaise Pascal. Mesin ini hanya dapat mengerjakan perhitungan penjumlahan dan pengurangan saja. Lalu pada tahun 1692 mesin ini disempurnakan oleh G. Wilhelm Von Liebnitz , seorang Jerman yang menambahkan fungsi perkalian dan pembagian.Seiring dengan perkembangan tersebut, beberapa fihak kemudian memberikan definisi lain tentang komputer. Robert H. Bissmer misalnya mendifinisikan komputer sebagai
  • suatu alat elektronika yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input tersebut, lalu menyediakan dan menyimpan hasil pengolahan (output)
  • Menurut Donald H. Sanders, komputer adalah

  • mesin penghitung elektronik yang cepat, dapat menerima input dan memprosesnya sesuai dengan program yang ada (stored program) dan menghasilkan output informasi.
  • Sementara menurut ANSI atau American National Standrad Institute, komputer adalah

  • suatu pengolah data yang dapat melakukan perhitungan atau operasi logika dengan cepat dalam skala besar.
  • Komputer pertama yang dipakai untuk menghitung Sensus Penduduk AS pada tahun 1880 adalah komputer buatan Dr. Herman Hollerith. Komputer ciptaannya ini menggunakan sistem kartu berlubang (Punch Card) sehingga perhitungan sensus bisa diselesaikan dalam 3 tahun (dibandingkan sebelumnya yang diselesaikan dalam 10 tahun bila dengan cara manual). Untuk penjelasan lebih komprehensif, baca artikel yang menjadi bagian dari buku ini atau buku-buku yang membahas sejarah komputer.

    Banyak para ahli mengemukakan definisi mengenai komputer. Namun paling tidak, dalam unsur suatu komputer tersebut terdapat kesepakatan pengertian bahwa komputer adalah suatu alat elektronik yang dapat bekerja secara otomatis, menggunakan program-program aplikasinya untuk mengolah data, baik data berupa angka, huruf atau gambar, sehingga berfungsi untuk membantu meringankan pekerjaan manusia.

    Namun bagaimanakah sebuah komputer yang didalamnya berisi rangkaian chip elektronik itu dapat memproses data berupa angka, huruf atau gambar ? Jawabannya adalah arus listrik. Arus listrik ini mengalir melalui chip yang membentuk suatu kode yang dapat mewakili apapun – angka, huruf atau gambar – yang diciptakan oleh transistor-transistor yang terdapat dalam chip tersebut. Transistor-transistor ini bekerja memutuskan ("off") atau mengalirkan ("on") jutaan denyut listrik yang mengalir. Kode biner ini secara gampangnya dapat dinyatakan dengan : digit 1 untuk on dan 0 untuk off.

    Maka proses bekerjanya suatu komputer secara sederhana dapat digambarkan seperti berikut :

    <strong>INPUT      ---->        PROCESS    ---->             OUTPUT</strong>

    Cara kerja komputerdimana input adalah serangkaian tindakan dalam memasukkan data (dapat menggunakan media keyboard, mouse atau memanggil data yang terdapat atau tersimpan pada suatu media penyimpanan seperti disket dan/atau hard disk) yang kemudian diproses dalam suatu CPU (Central Processing Unit), dan hasilnya (output) ditampilkan dalam layar monitor atau hasil cetakan melalui printer dan PC Speaker untuk suara.

    Komputer modern pada umumnya menggunakan listrik untuk pengoperasiannya. Komputer listrik Amerika pertama, ENIAC, dibuat tahun 1946 dan hanya mampu mengerjakan 5.000 operasi/detik. Namun karena tidak bisa menyimpan data, maka mesin ini tidak dianggap sebagai mesin komputer. Mesin Mark I dari Manchester University dianggap sebagai mesin komputer listrik pertama karena mampu menyimpan instruksi untuk mengerjakan serangkaian hitungan, walau kecepatan mesin ini hanya 800 hitungan/detik dan dipakai hanya selama 52 menit saja pada tanggal 21 Juni 1949. Ferranti Mark-I, pengembangan dari Mark-I dijual secara komersial di Eropa di tahun 1950. Bentuk fisik komputer pada masa itu masih besar (bahkan lebih besar dari lemari pakaian).

    Seiring dengan perkembangan teknologi elektronik, kini bentuk komputer pun semakin dapat diperkecil namun dengan kemampuan lebih baik dari generasi komputer sebelumnya. Bermula dengan penggunaan dan pengembangan chip yang dilakukan oleh perusahaan Intel, dimulai dari chip processor 4-bit Intel-4004 dengan kecepataan 60.000 operasi /detik. Didalam chip terdapat 1900 transistor. Namun kelahiran komputer mikro baru ditandai dengan peralihan processor 4-bit ke 8-bit pada tahun 1972 ketika Intel memperdagangkan processor Intel-8008. Pesanan pun berdatangan terhadap chip ini. Kemampuan komputer mikro yang pada saat itu masih minim dan masih dianggap sebagai sebuah kit (rangkaian elektronik) mengakibatkan pemakaiannya hanya terbatas pada penggemar elektronik saja. Komputer waktu itu masih didominasi oleh komputer mainframe.

    Tahun 1974 ketika Intel meluncurkan processor Intel-8080, dunia komputer mulai mengalami perubahan, ditandai dengan pengalamatan (address) memory hingga 64 kilobyte, kecepatan 10 X dari processor sebelumnya dan jumlah chip pendukung yang hanya tinggal 6 buah saja, maka komputer mikro mulai dilirik baik dari kalangan bisnis maupun masyarakat, tidak lagi terbatas pada penggemar elektronik saja. Kemampuannya yang mencapai 1 MIPS (million instructions per second) atau 1 juta operasi /detik menyebabkan kemampuan komputer mikro ini setara dengan komputer mainframe IBM 704.

    Processor Zilog Z80 yang mengalahkan processor Intel 8080 Pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan Zilog, dengan processor Z-80 membuat komputer mikro tidak lagi dipandang sebagai "kit" lagi. Processor Z-80 mempunyai 2X kecepatan dari Intel-8080 dengan rangkaian instruksi sebanyak 176 buah. Dengan kemampuannya ini, Z-80 setara dengan kemampuan komputer mainframe IBM-7094. Para produsen komputer yang pada umumnya saingan IBM, yaitu Radio Shack, Apple, Sinclair, menggunakan processor untuk komputer buatan mereka. Penggunaan DRAM (Dynamic Random Access Memory) juga turut mempermurah harga komputer dibandingkan penggunaan SRAM (Static Random Access Memory). Alokasi penggunaan memory juga meningkat dari 64 Kb menjadi 128 Kb. Namun alokasi memory yang lebih besar tidak dimungkinkan mengingat keterbatasan processor Z-80 itu sendiri. Barulah ketika Intel mengeluarkan processor Intel-8086 dan 8088, batasan ini dapat diterjang dan bahkan menarik pemain besar yang sebelumnya berkutat pada pembuatan komputer mainframe saja, "The Big Blue" IBM (International Bussines Machine).

    Gambar komputer IBM PC ketika diluncurkan pertama kali tahun 1981IBM PC (Personal Computer) yang diluncurkan tahun 1981 mendapat sambutan luar biasa. 800.000 ribu PC terjual tahun itu dan 2.000.000 PC pada tahun berikutnya. IBM PC-XT (Extended Technology) semakin menarik karena daya kemampuannya sama dengan komputer mainframe DEC PDP 1170 (di tahun 1975), ditambah penggunaan harddisk pertama kali untuk komputer mikro sebesar 10 MB. IBM kemudian merilis cetak biru rancangannya ke publik, sehingga mendorong pembuatan komputer cloning-nya (tiruan), yang biasa disebut sebagai IBM PC-compatible. Meningkatnya penjualan komputer PC dan tiruannya, juga didorong oleh semakin banyaknya pembuatan program untuk komputer PC, diantaranya Lotus Inc. dengan Lotus-123 dan Wordstar International Inc. dengan produk Wordstar-nya.

    Penggunaan komputer PC yang tidak lagi hanya untuk keperluan pribadi, tetapi juga oleh kalangan bisnis dengan konsep multi-tasking (menjalankan beberapa software dalam satu saat sekaligus) menjadi dasar pengembangan lebih lanjut, ditandai dengan peluncuran IBM PC-AT (Advanced Technology) yang menggunakan processor Intel-80286 yang mempunyai kecepatan 1,5 juta operasi /detik. Kemampuannya ini sama dengan komputer mainframe VAX 11/780 dari DEC (di tahun 1979) yang menggunakan sistem operasi UNIX.

    Processor Intel 386DX Ketika Intel memperkenalkan Intel-80386 yang mempunyai kecepatan 2 juta operasi /detik karena didukung oleh jumlah transistor yang lebih banyak (130.000 buah dalam 1 chip), ditambah dengan diperkenalkannya sistem operasi Windows dari Microsoft menjadikan industri komputer ramai. Sejak itulah Intel merajai arena pembuatan processor komputer. Saingan IBM, yaitu Compaq berhasil membuat konfigurasi yang sama dengan IBM PC-386 (1987) namun dengan harga yang lebih murah dan kemampuannya disejajarkan dengan komputer mainframe VAX-8600 (buatan tahun 1984). Pada tahun ini juga mulai diperkenalkan komputer jinjing yang waktu itu bentuknya masih sebesar koper (dua tahun kemudian, dipelopori oleh Toshiba Inc., bentuknya sudah dapat diperingkas menjadi sebesar buku, sehingga mendapat julukan notebook).

    Processor Intel Pentium 133 Penelitian Intel selama 4 tahun yang menelan biaya 300 juta dollar akhirnya sukses ketika Intel meluncurkan processor Intel-80486, processor dengan 1 juta transistor super-mini didalamnya. Selanjutnya sejarah mencatat, ketika Intel mengeluarkan processor Intel P54C, atau Pentium (lalu Pentium Pro, Pentium II, Pentium III dan Pentium-4), didukung dengan semakin banyak software dan para saingan Intel, seperti AMD (Advanced Micro Device), Cyrix, IIT, NextGen dan lain-lain yang juga ikut meramaikan processor komputer dengan rancangannya masing-masing (sebelumnya beberapa perusahaan ini membuat tiruan processor Intel) membuat kemampuan komputer dan peranannya dalam kehidupan manusia semakin tidak terelakkan lagi. Bahkan Alvin Tofler dalam salah satu buku best-seller nya meramalkan, bahwa suatu hari nanti, manusia tidak perlu lagi bekerja di kantor tetapi cukup dirumah saja dengan bantuan komputer dan networking (LAN atau WAN), sehingga harmonisasi dalam keluarga modern kembali dapat diwujudkan seperti halnya pada keluarga tradisional yaitu keluarga yang berkumpul di rumah.

    Dari penjelasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa dahulu komputer bentuk fisiknya besar dan mahal, disebut mainframe. Mainframe adalah serangkaian sistem komputer sebesar lemari yang berjejer memenuhi suatu ruangan. Kemudian seiring dengan kemajuan teknologi, bentuk komputer menjadi lebih kecil, disebut mini-computer dan akhinya lebih kecil lagi, disebut micro-computer atau PC. Ketiga jenis komputer ini hingga kini masih tetap ada, hanya saja kemampuan pengolahannya sudah ribuan hingga jutaan kali lebih cepat. Contoh : Mainframe Cray-II (1998) dari Cray Computer Inc. kini disebut sebagai superkomputer paling cepat didunia, mengalahkan mainframe ENIAC (1946).



    Komponen Komputer Modern


    Suatu set Komputer modern secara fisik terdiri atas tiga bagian yaitu :

    Monitor

    Adalah alat yang digunakan untuk melihat hasil perintah yang diberikan kepada komputer. Bentuknya menyerupai televisi karena memang menggunakan tabung tabung katoda atau CRT (Cathode Ray Tube). Kini pun sedang dikembangkan monitor type baru dengan menggunakan layar LCD (Liquid Crystal Device) sehingga bentuk layar monitor menjadi ramping. Penggunaan LCD juga dinilai mengurangi kelahan mata akibat pantulan cahaya yang biasa dikeluarkan oleh monitor yang menggunakan CRT. Monitor tabung CRT Gambar monitor dengan tabung CRT Berdasarkan kemampuannya menampilkan warna, dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

    1. Monitor Monochrome (menampilkan warna hijau dan putih/hitam)
    2. Monitor Color (menampilkan banyak warna kombinasi dari warna biru, hijau dan merah atau Red Green and Blue (yang disingkat menjadi RGB). Monitor berwarna sangat baik jika Anda menyukai tampilan berwarna.

    Gambar monitor LCD Monitor juga dibedakan berdasarkan tingkat kepadatan resolusinya. Semakin tinggi tingkat resolusinya, maka tampilan pada layar monitor juga akan semakin baik/jelas. Type dan jenis monitor biasanya bisa Anda lihat pada pembungkus monitor atau dari buku manual yang disediakan pada saat kita membeli komputer, atau dari software yang dapat mendeteksi system konfigurasi komputer seperti Norton Utility atau PC Tools. Monitor menggunakan LCD

    Berdasarkan tingkat kepadatan resolusinya, dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

    1. Monitor CGA (Colour Graphic Adapter)
      Hanya mampu memancarkan 4 warna dengan resolusi 320 X 200 pixel
    2. Monitor EGA (Enhanced Graphic Adapter)
      Mampu memancarkan 16 warna dengan resolusi 640 X 320 pixel
    3. Monitor VGA (Video Graphic Adapter)

    Mampu memancarkan hingga jutaan warna sekaligus dengan tingkat resolusi 640 X 480 pixel.
    Pada perkembangannya, monitor VGA dikembangkan lagi menjadi SVGA (640 X 800), XGA (800 X 1024), SXGA (1024 X 1200), UXGA (1200 X 1600). Semakin tinggi tingkat resolusi pixelnya, maka detail tampilannya semakin baik (terutama tampilan berupa detail gambar atau grafis).

    CPU (Central Processing Unit)

    CPU Athlon dari AMD Merupakan otak komputer. Dibagian inilah seluruh input diolah. CPU dikemas dalam suatu kotak (Casing) seperti dekstop-casing atau tower casing. Di dalamnya terdapat motherboard (papan induk rangkaian) yang berisikan BIOS (Basic Input Output System), RAM (Random Access Memory) – semakin tinggi kapasitas RAM dan type mikroprosesornya, semakin baik pula unjuk kerja komputer yang dipakai, ROM (Read Only Memory), chace, catu daya listrik dll. Ilustrasi gambar suatu motherboard Inti dari CPU ialah mikroprosesor. Di pasaran, mikroprosesor buatan Intel telah merajai hampir 90% komputer type IBM PC dan kompatibelnya. Saingannya seperti AMD, IIT, NextGen dan Cyrix umumnya mengekor teknologi yang dibuat oleh Intel. Sedangkan processor Motorola umumnya digunakan oleh PC buatan perusahaan Apple.Pada bagian ini juga terdapat media untuk penyimpan data seperti hard disk atau disket. Untuk disket, diperlukan media pengaksesnya yang disebut disk drive. disket ukuran 5'25 inch yang kini sudah tidak diproduksi lagi karena tidak praktisUkurannya terbagi dua seperti halnya ukuran disket, yaitu ukuran 3,5 inchi dan 5,25 inchi. Kapasitasnya juga terbagi atas Low Density (Kerapatan Rendah) dan High Density (Kerapatan Tinggi). Untuk disket, informasi ini biasanya tertulis di pojok kiri atas disket, sedangkan untuk disk drive, terpampang pada saat booting disket atau buku manual komputer Anda, atau gunakan program bantu yang menampilkan info hardware seperti System Information dari Norton Utility atau File Manager (Windows 3.1) / Windows Explorer ( Windows 95/98/2000/ME). Media penyimpanan lainnya seperti tape backup, ZIP-drive dan CD-ROM kini sedang disosialisasikan penggunaannya. Tape back-up sendiri sudah lama digunakan, tersedia dalam 2 ukuran lebar penyimpanan datanya, yaitu 4mm (sebesar kaset audio) dan 8mm (sebesar kaset video VHS).

    Keyboard

    Keyboard (papan ketik) terdiri atas serangkaian tombol-tombol. Pada model komputer yang lama, jumlah tombolnya sebanyak 84 buah, sementara pada model yang baru, jumlah tombolnya 84 (PC), 101 atau 104 tombol (PC-AT) atau bahkan lebih. Keyboard adalah media bagi si pemakai komputer untuk dapat berkomunikasi dengan komputer. Pada beberapa komputer terbaru yang dilengkapi oleh Voice Recognition, komunikasi bisa juga menggunakan sebuah mic khusus yang menangkap perintah suara kita. Namun tetap saja untuk beberapa hal, keberadaan keyboard tidak bisa disingkirkan begitu saja.Dari segi type-konektornya, keyboard dibedakan atas dua jenis yaitu type AT dan PS/2. Kedua-duanya dikembangkan oleh perusahaan IBM. Kini yang banyak digunakan adalah type PS/2.

    Keyboard terdiri atas 4 (empat) bagian yaitu :

    1. Tombol Ketik (Type Writer key)

    yaitu tombol untuk pengetikkan. Susunan hurufnya hampir sama dengan susunan tombol pada mesin ketik, hanya perbedaannya, tombol ini mempunyai sifat typematic, artinya akan melakukan perulangan ketik apabila tombolnya ditekan terus menerus.

    Yang termasuk dalam bagian ini adalah tombol semua huruf (Q,W,E,R,T,Y dst.) dan tombol-tombol lainnya seperti :

    • Tombol Tab : fungsinya untuk mendorong kursor masuk ke dalam paragraf sesuai indentasi
    • Tombol CapsLock : fungsinya untuk membuat seluruh huruf menjadi huruf kapital (huruf besar). Pada saat Anda menekan tombol ini, maka lampu indikator CapsLock yang terletak di pojok kanan atas keyboard akan menyala, menandakan fungsi CapsLock sedang aktif. Untuk menon-aktifkannya, tekan tombol ini sekali lagi.
    • Tombol Shift : fungsinya antara lain membuat huruf menjadi huruf kapital (huruf besar) sepanjang tombol Shift tetap ditekan, sementara untuk beberapa program, dikombinasikan dengan tombol fungsi, tombol Shift + F1 s/d F12 mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
    • Tombol Ctrl dan tombol Alt: untuk beberapa program, dikombinasikan dengan tombol fungsi, + F1 s/d F12, dengan tombol Shift atau dengan huruf, maka akan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Misalnya pada Word for Windows, Ctrl + B berfungsi untuk mencetak tebal seperti ini, sementara pada Wordstar, untuk mencetak tebal adalah perintahnya adalah Ctrl + PB. Sementara kombinasi tombol Alt + F pada umumnya berfungsi untuk menampilkan menu file.
    • Tombol Backspace : fungsinya untuk mendorong keluar kursor hingga ke batas paling kiri, juga dipakai untuk menghapus per karakter dimulai dari posisi didepan kursor.
    • Tombol Enter fungsinya untuk memberikan konfirmasi kepada komputer terhadap data/perintah yang kita ketik, kebalikan dari fungsi tombol Escape (Esc), yaitu untuk membatalkan perintah.
    • Tombol Escape atau Esc fungsinya untuk membatalkan input melalui keyboard (hanya bisa berfungsi sebelum menekan tombol Enter).
    Pengelompokkan tombol pada keyboard komputer
    Tombol Fungsi (Function key)

    Letaknya persis diatas tombol ketik (perhatikan gambar disebelah kiri), ditandai dengan tombol F1 sampai tombol F12. Masing-masing tombol mempunyai fungsi yang berbeda sesuai dengan aplikasi program yang digunakan. Misalnya saja tombol F10, pada aplikasi program WordStar, berfungsi untuk menyimpan data, sementara pada aplikasi program Lotus, berfungsi untuk menampilkan grafik.

    3. Tombol Pergerakan Kursor (Cursor movement)

    Fungsinya untuk menggerakkan kursor. Terletak di sebelah kanan tombol ketik. Tombol bergambar arah panah, fungsinya menggerakan kursor sesuai arah panah. Tombol Page Up menggerakkan kursor 1 layar ke atas sedangkan Page Down menggerakkan kursor 1 layar ke bawah. Tombol Home, menggerakkan kursor berpindah ke awal baris, sementara tombol End memindahkan kursor ke akhir baris. Tombol Insert berfungsi untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan fungsi penyisipan kata/kalimat pada posisi kursor sementera tombol Delete berfungsi untuk menghapus 1 karakter pada posisi kursor.

    Jika dikombinasikan penggunaannya dengan tombol Ctrl, pada beberapa program text editor atau word processor, Ctrl + PageUp berfungsi memindahkan kursor ke awal baris pada paragraf pertama, sementara Ctrl + PageDown kebalikannya, yaitu memindahkan kursor ke akhir baris pada paragraf terakhir tetapi masih di halaman yang sama. Ctrl + Home akan memindahkan kursor ke awal baris pada halaman pertama, sementara Ctrl + End akan memindahkan kursor ke akhir baris pada halaman terakhir.

    4. Tombol Papan Angka (Numeric Keypad)

    Fungsinya untuk mengetikkan angka apabila tombol Num Lock di aktifkan. Apabila tombol Num Lock tidak diaktifkan, fungsinya berubah menjadi tombol-tombol untuk menggerakkan kursor.

    Kini juga sudah ada beberapa jenis keyboard dengan tambahan beberapa tombol khusus untuk sejumlah kemudahan fasilitas. Internet Keyboard misalnya, adalah keyboard biasa dengan tambahan beberapa tombol yang mempunyai fungsinya sebagai short-cut dalam berinternet. LAN-Keyboard , adalah keyboard khusus dengan tambahan beberapa tombol yang mempunyai fungsinya sebagai short-cut dalam suatu jaringan komputer.

    Bagian-bagian lain yang diperlukan sebagai pelengkap dalam suatu sistem komputer yaitu :

    Printer (Media untuk mencetak)

    Digunakan untuk mencetak ke media kertas atas tampilan di layar monitor. Sesuai dengan kemampuan dan teknologi cetaknya, printer dibedakan atas jenis :a) Printer Dot Mattrix ( 9 pin atau 24 pin)

    Jenis printer ini adalah yang paling murah/ekonomis dalam pengoperasiannya dibandingkan jenis printer lainnya. Headnya terdiri atas sejumlah palu (pin), untuk membentuk karakter yang di inputkan dari komputer. Berdasarkan standard internasional, kini digolongkan menjadi 2 jenis yaitu 9 pin dan 24 pin. Semakin banyak jumlah pinnya, umumnya kualitas cetaknya juga semakin baik. Kecepatan cetaknya dinyatakan dalam satuan cps atau character per second.

    Berdasarkan lebarnya, printer dot mattrix dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

    1. Narrow (80 kolom) atau seukuran lebar kertas kuarto/folio.
    2. Wide-narrow (130 kolom) atau seukuran lebar kertas double-folio.

    Printer ini pernah berjaya sekitar tahun 1980-an dan 1990-an. Printer dot matrix yang laris seperti kacang goreng (hingga kini masih digunakan) adalah Epson LX-800. Printer 9 pin dengan lebar 80 kolom ini kemudian dikembangkan menjadi LX-800+, dan kini LX-300 atau LX-300+. Versi 24-pin yaitu LQ-800 dan LQ-100. Namun setelah terpuruknya nilai rupiah, kini harganya cukup mahal. Untuk printer LX-300+, kini harganya sekitar Rp. 1.300.000 s/d 1.500.000. Khabar bagusnya, pitanya sangat murah, hanya Rp. 45.000 (harga resmi dari Distributor Epson di Indonesia, METRODATA), sementara pita yang palsu (tiruannya) banyak yang dijual dengan harga antara Rp. 9.000 s/d Rp. 30.000 per pitanya (tergantung kualitasnya).Printer ini diperkirakan tidak akan dipakai secara meluas lagi karena kualitas cetaknya yang kurang memuaskan. Sementara kini printer jenis deskjet banyak digunakan baik di perusahaan atau di perumahan. Namun printer jenis ini tidak akan "mati" begitu saja karena hanya printer jenis inilah satu-satunya yang mempunyai kemampuan seperti mesin ketik, yaitu mampu membuat tembusan apabila menggunakan carbon. Ini biasanya banyak dipakai pada front-office di bank-bank untuk mencetak transaksi misalnya pada buku tabungan, gilyet, giro dll. Contoh :

    • 9 pin : Epson LX-800 (narrow), LX-1050, LX-1070 (wide-narrow)
    • 24 pin : Epson LQ-800 (narrow), LQ-1070, LQ-1170, Panasonic KXP-3360 (wide-narrow)

    b) Printer Bubble Jet / Ink Jet / Deskjet

    Menggunakan tinta yang disemprotkan melalui lubang-lubang kecil yang terdapat pada headnya. Teknologi Bubble Jet dikembangkan oleh perusahaan Canon sementara teknologi DeskJet dikembangkan oleh perusahaan Hewlett-Packard. Semakin banyak lubang headnya, biasanya semakin baik kualitas cetaknya. Mampu mencetak monokrom atau warna. Dengan menggunakan Transfer Iron Paper, bahkan hasil cetaknya dapat dipindahkan ke baju dengan cara menyetrikakan hasil cetak dari kertas tersebut ke baju Anda.

    Printer jenis ini nampaknya mempunyai prospek yang lebih baik dibandingkan kedua jenis printer lainnya, yaitu jenis dot matrix atau laser. Hal ini dikarenakan pengembangan lebih lanjut oleh beberapa perusahaan seperti Epson dan Canon (kedua-duanya dari Jepang) dan Hewlett-Packard (dari AS) berhasil menciptakan printer deskjet yang mempunyai hasil cetak dengan mutu yang sama dengan printer laser, baik dalam hal cetak teks dan cetak foto berwarna. Tidak lama lagi mungkin masalah kecepatan bisa akan menyamai. Hingga kini sudah ada printer jenis deksjet yang mencapai kecepatan 16 halaman teks per menit (atau ppm). Namun karena harga tintanya masih mahal, terlebih lagi harganya sangat berfluktuatif dengan kurs rupiah terhadap dollas Amerika, maka bagi kantong warga Indonesia, harganya masih agak mahal. Memang ada harga printernya yang hanya Rp. 460.000 (Epson CX-20 misalnya), namun harga tintanya (standard-warna hitam) hampir mencapai setengah harga printer tersebut. Harga untuk tinta berwarna lain lagi, belum lagi tergantung model printer dan type tinta yang digunakan.

    Kecepatan cetak printer jenis ini dinyatakan dalam satuan ppm (page per minutes). Semakin besar angka ppm-nya, maka kecepatan cetaknya semakin pun cepat. Kualitas cetaknya dinyatakan dalam satuan dpi (dot per inch). Semakin besar angka dpi-nya, maka kualitas cetaknya pun semakin bagus.
    Contoh :

    • Canon 210 SP, Canon BJP-10, BJP-4000,
    • Hewlett Packard DJ-560, 600 C, Epson Stylus Color

    c) Printer Laser Jet

    Printer ini caranya kerjanya menggunakan teknologi mesin fotocopy yang dikembang kan oleh perusahaan Xerox Inc. Menggunakan toner (semacam serbuk halus) untuk mencetaknya. Mampu mencetak monokrom atau berwarna tergantung dari toner yang digunakan. Printer jenis ini adalah printer dengan keunggulan kualitas cetak yang paling baik dibandingkan printer jenis lainnya, namun juga paling mahal biaya operasionalnya.

    Untuk printer laser jenis jaringan (network laser printer atau departement printer) dapat mencetak hingga 60 halaman teks per menit (ppm).

    Kecepatan cetaknya dinyatakan dalam satuan ppm (pages per minutes). Semakin besar angka ppm-nya, maka kecepatan cetaknya pun semakin cepat. Kualitas cetaknya dinyatakan dalam satuan dpi (dot per inch). Semakin besar angka dpi-nya, maka kualitas cetaknya pun semakin bagus.

    Hard disk (Media penyimpanan dengan kapasistas besar)

    Pada saat IBM memperkenalkan komputer untuk pemakaian pribadi (personal computer, untuk selanjutnya disingkat menjadi PC) pada tahun 1981, sama sekali tidak menyertakan hard disk. Media penyimpanan satu-satunya ialah pada disket. Kemudian disadari kebutuhan media penyimpanan yang besar dan sifatnya tetap/ internal. Barulah pada model PC-XT (Extended Technology), IBM menyertakan hard disk dengan ukuran 10 MB. Kini, seiring dengan perkembangan teknologi, hard disk sekarang semakin besar kapasitas daya simpannya, semakin cepat, semakin kecil bentuknya dan semakin murah harganya.

    Secara garis besar, type hard disk dari segi transfer datanya dibagi atas 2 jenis yaitu type IDE dan SCSI. Kini type IDE sudah dikembangkan menjadi E-IDE ATA 66/100/133 MHz. Sedangkan SCSI sudah dikembangkan menjadi SCSI-II dan SCSI-III (atau Ultra Wide SCSI). Karena pengembangan SCSI yang berantakan, kini type hard disk yang banyak digunakan adalah type EIDE ATA-100/133 MHz yang mempunyai daya transfer data hampir atau melebihi hardisk type SCSI itu sendiri.

    Modem (Media untuk menghubungkan komputer dengan komputer lain)

    Beberapa bentuk modem Disadari bahwa hubungan antar komputer diperlukan, dengan penambahan modem baik yang model internal (ditambahkan pada slot yang kosong) atau external maka proses peralihan /komunikasi data dapat dipermudah. Modem yang ada kini mengikuti spesifikasi yang dikembangkan oleh perusahaan Hayes, Amerika Serikat.

    Modem terdiri atas dua model yaitu modem internal dan modem external [Perhatikan gambarnya disebelah kiri ]. Modem internal biasanya berupa expansion card yang ditanamkan pada expansion slot yang kosong pada motherboard komputer (Lihat gambar..!.), sedangkan modem external adalah modem tersendiri yang dihubungkan dengan port yang biasanya terdapat di belakang komputer (Lihat gambar..!.). Pada notebook, modem external biasanya berupa PCMCIA (Lihat gambar..!.). Keunggulan modem internal adalah tidak membutuhkan tempat tambahan karena memang ditancapkan didalam komputer, namun ia mengambil daya juga dari komputer karena ia merupakan periperal tambahan (walaupun kecil jumlahnya). Oleh sebab itu daya power supply listrik komputer Anda pun harus tinggi. Sementara modem external mempunyai keunggulan adanya indicator pentunjuk berupa lampu LED tertentu yang akan menyala sesuai dengan kinerja yang sedang berlangsung pada modem, hal yangg tidak bisa dijumpai pada modem internal. Misalnya, apabila lampu LED untuk SND menyala, artinya modem sedang mengirimkan sinyal, lalu apabila lampu LED RCV menyala, artinya modem sedang menerima sinyal, demikian seterusnya.

    Kecepatannya dinyatakan dalam satuan kbps (Kilobytes per seconds). Semakin tinggi angka kbps-nya, maka kecepatan modem tersebut pun semakin baik. Modem sekarang sudah mencapai 56 Kbps. Dalam dunia nyata, tidak selalu kecepatannya yang di klaim pada produk tersebut dapat difungsikan secara maksimal, hal ini misalnya tergantung juga pada kualitas kabel telepon yang digunakan. Dengan menggunakan modem, komputer dapat mengakses Internet. Selain modem type kabel telepon (RJ-45), untuk internet kita juga bisa menggunakan modem yang menggunakan kabel serat optik dan media satelit dengan antena disc satelit (ISDN). Kedua-duanya memang memiliki akses yang lebih cepat dibandingkan modem type kabel telepon, namun kedua-duanya membutuhkan biaya penggunaan yang masih cukup mahal. Type modem seperti ini biasanya hanya cocok digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.

    Scanner (Media penangkap citra)

    Contoh bentuk Scanner Contoh bentuk Scanner Cara kerjanya hampir sama dengan mesin foto copy, hanya saja hasil pembacaan citra tidak langsung diwujudkan ke dalam kertas, tetapi disalurkan ke dalam bentuk sinyal ke komputer, sehingga dapat ditampilkan di layar monitor dan kemudian dapat disimpan ke hard disk / disket.

    Elemen elemen dasar dalam suatu sistem komputer idealnya meliputi baik perangkat teknis dan nonteknis.

    Perangkat teknis meliputi :

    1. Perangkat keras ( hardware ) dalam hal ini adalah seluruh perlengkapan komputer itu sendiri seperti yang telah dijelaskan di atas.
    2. Piranti lunak ( software ) adalah perlengkapan pendukung hardware berisi program aplikasi komputer.
      Contohnya : DOS, Windows, Lotus 1-2-3, MS-Word, dBase dll.
    3. Brainware, adalah tenaga-tenaga profesional yang menangani seluruh pelaksanaan operasional.
      Contohnya : Operator Computer, Programmer, System Analyst.Perangkat Non-teknis meliputi dukungan manajemen yang baik dalam menggunakan dan membangun sistem komputerisasi tersebut, serta tersedianya pendistribusian data dan hasil pengolahan yang baik dan benar.

    Seperti telah dikemukakan diatas, komputer hanyalah sebuah alat elektronis yang membutuhkan sebuah sistem operasi. Saat ini telah banyak beredar diluar berbagai jenis sistem operasi. Antara lain DOS, Microsoft Windows, OS/2, Linux, Windows NT dll. Yang akan dibahas dalam materi berikutnya adalah DOS dan Microsoft Windows.

    January 6, 2009

    Manajemen

    Filed under: Books

    Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

    Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

    Etimologi

    Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutamanya "mengendalikan kuda" yang berasal dari bahasa latin manus yang berati "tangan". Kata ini lalu terpengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. [1]. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari Bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

    Sejarah

    Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun.[2] Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.


    Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

    Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.[3]

    Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.

    Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

    Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.

    Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.[4]

    Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirlkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

    Teori manajemen

    Manajemen ilmiah


    Frederick Winslow Taylor.

    Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.

    Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama—nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah "teknik paling baik" dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.

    Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:

    1. Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.
    2. Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, atau kembangkanlah pekerja tersebut.
    3. Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untu menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.
    4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.

    Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut.

    Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional.

    Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.

    Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari.

    Teori administrasi umum

    Teori administrasi umum atau, dalam bahasa Inggris, general theory of administration, adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Sumbangan penting untuk teori ini datang dari industrialis Perancis Henri Fayol dengan 14 prinsip manajemennya dan sosiolog Jerman Max Weber dengan konsep birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikande dengan jelas, peraturan dan ketetapan rinci, dan sejumlah hubungan impersonal.

    statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi komputer—untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya; analisis jalur krisis (Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien; model kuantitas pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum; dan lain-lain.

    Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki "Whiz Kids." Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.

    Kajian Hawthorne

    Kajian Hawthrone adalah serangkaian kajian yang dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Kajian dilakukan di Western Electric Company Works di Cicero, Illenois.

    Uji coba dilaksanakan dengan membagi karyawan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen dikenai berbagai macam intensitas penerangan sementara kelompok kontrol bekerja di bawah intensitas penerangan yang tetap. Para peneliti mengharapkan adanya perbedaan jika intensitas cahaya diubah. Namun, mereka mendapatkan hasil yang mengejutkan: baik tingkat cahaya itu dinaikan maupun diturunkan, output pekerja meningkat daripada biasanya. Para peneliti tidak dapat menjelaskan apa yang mereka saksikan, mereka hanya dapat menyimpulkan bahwa intensitas penerangan tidak berhubungan langsung dengan produktivitas kelompok dan "sesuatu yang lain pasti" telah menyebabkan hasil itu.

    Pada tahun 1927, Profesor Elton Mayo dari Harvard beserta rekan-rekannya diundang untuk bergabung dalam kajian ini. Mereka kemudian melanjutkan penelitian tentang produktivitas kerja dengan cara-cara yang lain, misalnya dengan mendesain ulang jabatan, mengubah lamanya jam kerja dan hari kerja alam seminggu, memperkenalkan periode istirahat, dan menyusun rancangan upah individu dan rancangan upah kelompok. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ternyata insentif-insentif di atas lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.

    Kalangan akademisi umumnya sepakat bahwa Kajian Hawthrone ini memberi dampak dramatis terhadap arah keyakinan manajemen terhadap peran perlikau manusia dalam organisasi. Mayo menyimpulkan bahwa:

    • perilaku dan sentimen memiliki kaitan yang sangat erat
    • pengaruh kelompok sangat besar dampaknya pada perilaku individu
    • standar kelompok menentukan hasil kerja masing-masing karyawan
    • uang tidak begitu menjadi faktor penentu output bila dibandingkan dengan standar kelompok, sentimen kelompok, dan rasa aman.

    Kesimpulan-kesimpulan itu berakibat pada penekanan baru terhadap faktor perilaku manusia sebagai penentu berfungsi atau tidaknya organisasi, dan pencapaian sasaran organisasi tersebut.

    Fungsi manajemen

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Fungsi manajemen

    Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

    Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

    Fungsi kedua adalah pengorganisasian atau organizing. Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

    Pengarahan atau directing adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).

    Pengevaluasian atau evaluating dalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.

    Tingkatan manajer


    Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya.

    Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau bahkan mandor (foreman). Satu tingkat di atasnya adalah middle management atau manajemen tingkat menengah. Manajer menengah mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi. Di bagian puncak pimpinan organisasi terdapat manajemen puncak yang sering disebut dengan executive officer atau top management. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (chief executive officer) dan CFO (chief financial officer)

    Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

    Peran manajer

    Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu peran antarpribadi, peran informasional, dan peran pengambilan keputusan. Peran antarpribadi adalah peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Tiga peran antarpribadi itu meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Peran informasional meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Peran ketiga yaitu peran pengambil keputusan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

    Keterampilan manajer


    Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

    Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Keterampilan pertama adalah keterampilan konseptual (conceptional skill). Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja. Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan (humanity skill). Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah. Keterampilan ketiga adalah keterampilan teknis yang pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

    Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin dalam bukunya Business 8th Edition menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu keterampilan manajemen waktu dan keterampilan membuat keputusan.

    Kemampuan manajemen waktu merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

    Keterapilan kedua, yaitu keterampilan membuat keputusan, adalah kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar. (Griffin:2006)

    Sarana manajemen


    Man dan machine, dua sarana manajemen.

    Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.

    Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

    Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

    Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

    Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

    Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

    Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

    Prinsip manajemen

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: prinsip manajemen

    Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:

    1. Pembagian kerja (Division of work)
    2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
    3. Disiplin (Discipline)
    4. Kesatuan perintah (Unity of command)
    5. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
    6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
    7. Penggajian pegawai
    8. Pemusatan (Centralization)
    9. Hirarki (tingkatan)
    10. Ketertiban (Order)
    11. Keadilan dan kejujuran
    12. Stabilitas kondisi karyawan
    13. Prakarsa (Inisiative)
    14. Semangat kesatuan, semangat korps

    Etika manajerial

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Etika manajerial

    Etika manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka.

    Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business

    • Perilaku terhadap karyawan
    • Perilaku terhadap organisasi
    • Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya

    Bidang manajemen

     

    Bahan Kuliah| Gratis › Create New Post — Wordpress Cognotent

    Filed under: Research Methods

    Bahan Kuliah| Gratis › Create New Post — Wordpress Cognotent

    January 3, 2009

    KORESPONDENSI BISNIS

    Filed under: Research Methods, Books

    Pendahuluan : Falsafah Dasar, Fungsi dan Etika Korespondensi Bisnis

    <vml]—>

    Surat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas manusia pada zaman modern ini. Didorong oleh tuntutan kebutuhan ekonomi dan sosialnya, manusia akan menjalin hubungan yang semakin luas dengan berbagai individu, baik yang berada disekitarnya maupun ditempat lain.

    <supportLists]—>1. Falsafah dasar

    Suatu organisasi atau perusahaan harus mengadakan hubungan dengan organisasi atau perusahaan lain agar aktivitas bisnisnya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Didalam upaya menjalin dan membina hubungan tersebut ‘surat’ masih memegang peranan yang penting disamping penggunaan sarana komunikasi lainnya seperti telepon, faxcimili, internet dan lainnya. Jadi yang dimaksud dengan ‘korespondensi bisnis’ pada dasarnya adalah berbagai macam aktivitas pertukaran informasi dan data melalui media surat-menyurat dalam menunjang aktivitas bisnis diantara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

    Surat merupakan alat komunikasi tertulis yang berguna untuk menyampaikan informasi dari suatu pihak kepada pihak lain. Informasi tersebut dapat berupa pemberitahuan, pengumuman, pernyataan, permohonan, permintaan, laporan dan sebagainya. Dengan perantaraan surat, setiap orang dapat langsung berkomunikasi dengan sesamanya tanpa harus bertatap muka terlebih dahulu.

    Surat biasanya juga sering dijadikan sebagai bukti otentik tertulis ‘hitam diatas putih’. Oleh karena itu, kata-kata dan kalimat dalam surat tersebut harus disusun secara efektif dan efisien serta disusun dengan baik dan teliti. Ketelitian dan kecermatan tersebut dibutuhkan untuk menjamin ketepatan isi surat sebagaimana yang diinginkan oleh pengirimnya.

    Surat dapat mencerminkan ‘citra diri’ dari pengirimnya, menyadari hal tersebut perusahaan perlu bersikap selektif dalam memilih sekretaris yang akan menangani aktivitas korespondensi atau surat menyurat tersebut, Citra perusahaan dapat tercemar dan tercoreng apabila urusan korespondensi dalam kegiatan bisnisnya ditangani oleh sekretaris yang tidak menguasai teknik dan etika korespondensi. Surat sebagai suatu pesan yang tertuang dalam bentuk tertulis kadang kala akan dibaca berulang-ulang oleh penerimanya, oleh karena itu pengirim harus berusaha agar dapat memberikan kesan yang baik dalam benak si penerima surat tersebut.

    Menulis ‘surat’ yang baik tidak menuntut keahlian khusus seperti seorang pengarang novel, puisi, cerpen atau karya sastra lainnya, karena pada dasarnya ‘surat’ bukanlah sebuah karya sastra. Meskipun demikian, menyususn surat yang baik tidaklah sesederhana yang sering dibayangkan orang, karena ada aturan dan kebiasaan tertentu yang secara umum berlaku dan harus dipenuhi oleh setiap penulis surat.

    Dalam mata kuliah ini cq. ‘korespondensi bisnis’ akan dibahas tata cara penulisan surat yang baik ditinjau dari bentuk, isi, jenis, model serta bahasa yang lazim dipakai dalam penulisan surat. Disamping itu akan disajikan juga beberapa contoh untuk masing-masing jenis surat yang dibahas dalam kuliah ini agar mahasiswa lebih mudah mempelajari dan memahaminya.

    <supportLists]—>2. Fungsi Surat

    Surat berfungsi sebagai alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan atau informasi dari suatu pihak kepada pihak yang lainnya, oleh karena itu isi surat juga dapat mencerminkan citra diri, kualitas serta wibawa dari pengirimnya. Dalam dunia ‘bisnis’ maupun ‘dinas’ instansi pemerintahan, dokumentasi surat sangatlah penting dilakukan, karena surat yang keluar/masuk dpat dijadikan sebagai :

    <supportLists]—>1. Bukti otentik tertulis dan mempunyai kekuatan hokum yang sifatnya mengikat, misalnya : Surat Perjanjian, Kuitansi, Bukti tanda terima, Faktur, dan sebagainya.

    <supportLists]—>2. Sebagai Referensi, dalam merencanakan atau menindaklanjuti suatu aktivitas tertentu. Misalnya : Kumpulan surat yang didokumentasikan dan diarsipkan dengan baik merupakan sumber data yang kelak akan diperlukan dalam kegiatan perencanaan maupun untuk menentukan sikap, menindaklanjuti suatu kegiatan/keputusan tertentu.

    <supportLists]—>3. Jaminan Keamanan dan Kepemilikan, missal : Surat Jalan, Sertifikat dll.

    <supportLists]—>4. Sarana Promosi (Iklan) bagi pihak pengirim, khususnya dalam banyak jenis surat-surat penawaran bisnis seperti brosur, leaflet, price list dan sebagainya.

    <supportLists]—>5. Sarana efektif untuk mengatasi kendala waktu, jarak dan tenaga. Dll.

    <supportLists]—>3. Surat yang Baik

    Penulis surat dapat menyusun surat yang baik dan benar dalam aktifitas korespondensi bisnis apabila penulis surat tersebut mengetahui adanya beberapa syarat maupun ciri-ciri tertentu dari sebuah surat yang baik. Berikut ini beberapa syarat dan ciri-ciri dari surat yang baik tersebut :

    <supportLists]—>a. Bentuk surat harus disesuaikan dengan isi, pesan dan tingkat urgensinya

    <supportLists]—>b. Bahasa yang dipergunakan tidak boleh kasar atau menyinggung perasaan, dan tetap menjaga sopan santun.

    <supportLists]—>c. Kalimat-kalimat dalam surat harus mematuhi kaidah-kaidah tata bahasa Indonesia yang benar (EYD). Oleh sebab itu pengetahuan mengenai tata bahasa yang baik dan benar mutlak dibutuhkan.

    <supportLists]—>d. Isi Surat tidak perlu terlalu panjang dan bertele-tele, tetapi menggunakan bahasa yang efisien, efektif dan lugas namun harus tetap menjaga etika kesopanan sehingga menjadi lebih mudah dipahami dan berkesan mendalam.

    Dalam penyusunan ‘surat’ yang sifatnya ‘dinas’ atau ‘resmi’ penulis surat juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :

    <supportLists]—>a. Mempersiapkan dan merencanakan rancangan surat dengan baik (draft)

    <supportLists]—>b. Menetapkan dan menguasai permasalahan yang akian diungkapkan

    <supportLists]—>c. Menetapkan bahan rujukan : dokumen/arsip dan berbagai macam data pendukung yang diperlukan

    <supportLists]—>4. Pentingnya Korespondensi Bisnis

    Beberapa survey mengenai transaksi bisnis internasional menjelaskan bahwa sekitar 80% kegiatan komunikasi & Interaksi bisnis ekspor-impor biasanya dilakukan melalui korespondensi (surat menyurat) terutama melalui sarana teleks, faxcimili dan terutama sekali lewat e-mail. Sedangkan sisanya biasanya dilakukan melalui negosiasi tatap muka langsung ‘face to face negotiation’. Hal ini berarti bahwa korespondensi memegang peranan yang amat penting dalam perdagangan international pada umumnya.

    Hasil negosiasi tatap muka ‘face to face negotiation’ pada akhirnya juga akan dirumuskan dan didokumentasikan dalam bentuk surat menyurat atau korespondensi. Karena hasil pertemuan tatap muka dari kedua belah pihak yang bernegosiasi akan dituangkan dalam bentuk catatan ‘notulen’ atau minutes. Notulen sebagai catatan tertulis tersebut biasanya akan diparaf (diberi initial) dari masing-masing pihak yang bernegosiasi, sebagai tanda kesepakatan sementara.


    Apabila perundingan tersebut dilakukan dalam beberapa kali tatap muka dan berkesinambungan, maka semua catatan notulen dari setiap pertemuan tersebut akan dituangkan dalam suatu kesimpulan akhir yang disebut dengan “Persetujuan Prinsip” atau Memorandum Of Understanding yang dikenal dengan singkatan ‘MOU’. MOU tersebut selanjutnya akan ditandatangani bersama oleh kedua belah pihak yang membuat kesepakatan dalam suatu upacara sederhana yang disebut dengan ‘Assigment of MOU’.

    Dengan demikian jelaslah bahwa kendatipun suatu transaksi dilakukan dengan cara tatap muka, pada akhirnya tetap akan dirumuskan dalam bentuk tertulis, atau dalam bentuk dokumen surat menyurat. Maka cara apapun yang dipakai dalam transaksi apakah melalui korespondensi atau negosiasi tatap muka, pada akhirnya korespondensi tetap akan memegang peranan yang terpenting, sebab tanpa adanya korespondensi baik melalui media surat biasa, teleks, faksimili, email, dll maka suatu transaksi perdagangan khususnya ekspor-impor rasanya mustahil dapat dilaksanakan.

    <supportLists]—>a. Korespondensi dan Citra Baik (Favourable Image)

    Pada prakteknya hampir sebagian besar relasi bisnis kita bisa jadi hanya mengenal perusahaan kita melalui surat-surat (brosur, leaflet, price list) yang telah kita kirimkan. Mereka tidak menganal kita secara pribadi atau personal. Oleh karena itu, desain bentuk dan isi surat mulai dari kop surat, isi surat dan bahasa yang digunakan akan menjadi cerminan awal dari eksistensi perusahaan kita.

    Citra perusahaan pada tahap awal perkenalan mungkin sekilas hanya diwakili oleh bentuk sampul amplop ataupun kop suratnya, oleh karena itu desain amplop maupun kop surat perlu dibuat dengan desain yang anggun dan indah yang dapat memberikan informasi dasar mengenai perusahaan, terutama yang dapat menunjukkan sejauh mana integritas dan bonafiditas perusahaan

    <supportLists]—>b. Korespondensi dan Reputasi (Good Reputation)

    Apabila perusahaan kita telah mendapatkan pesanan pertama (first order = trial order) maka hal ini berarti kita mulai memasuki tahap yang amat penting dalam kehidupan usaha bisnis tersebut. Pesanan pertama merupakan ujian atas bonafiditas perusahaan, dan salah satu ukuran yang dapat dipakai adalah apakah perusahaan dapat memegang komitmen, khususnya tentang ‘tepat mutu dan tepat waktu’ sebagaimana yang disepakati dalam dokumen ‘MOU’.

    <supportLists]—>c. Korespondensi dan Kepercayaan (Reliability)

    Citra yang baik muncul dari penampilan lahir yang baik, sedangkan reputasi yang baik akan terlahir dari kemampuan perusahaan dalam memegang janji komitmen atau dalam menunjukkan kinerja yang baik. Apabila perusahaan dapat mencapai kedua sasaran diatas maka secara otomatis para pelanggan akan menaruh kepercayaan kepada perusahaan dalam aktifitas transaksi bisnisnya. Peranan korespondensi sangatlah penting untuk dapat menunjang mewujudkan tercapainya ketiga sasaran tersebut yaitu tercapainya : citra, reputasi dan kepercayaan dari mitra bisnis perusahaan.

    <supportLists]—>5. Etika Korespondensi

    Berdasarkan uraian diatas telah kita ketahui betapa pentingnya peranan korespondensi dalam menunjang aktifitas bisnis perusahaan, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dikemukakan berkaitan dengan ‘tata cara dan etika’ dalam korespondensi bisnis, antara lain :

    <supportLists]—>1. Isi Surat

    Tujuan dari setiap korespondensi adalah mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan, amanat, berita maupun informasi dan data kepada relasi bisnis kita dengan baik dan benar serta dengan cara yang sopan. Pada dasarnya ‘isi surat’ yang baik harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut :

    <supportLists]—>a. Jelas, isi pesan dan berita yang disampaikan

    <supportLists]—>b. Tepat (data & informasi), terlebih apabila menyangkut angka-angka.

    <supportLists]—>c. Benar (tata bahasanya) serta singkat padat penyampaiannya.

    <supportLists]—>2. Bahasa yang Baik dan Benar

    Kata-kata, kalimat dan bahasa yang dipakai dalam korespondensi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

    <supportLists]—>a. Jelas ejaannya, biasakan menggunakan kata-kata yang tepat untuk konteks kalimat tertentu, jika diperlukan anda dapat menggunakan kamus untuk mencari kata-kata yang tepat (terutama untuk korespondensi yang berbahasa Inggris)

    <supportLists]—>b. Tidak menggunakan kata-kata yang mempunyai arti ganda dan bias menimbulkan kerancuan salah penafsiran yang membingungkan penerima surat.

    <supportLists]—>c. Gunakan tata bahasa yang runtut dan tidak perlu menambahi dengan embel-embel dan basa-basi yang tidak diperlukan. Pada dasarnya gramatika bahasa Inggris hamper sama dengan bahasa Indonesia, karena itu jika kita dapat menyusun kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka akan sangat mudah untuk dapat ditrabslate atau diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan baik dan benar pula.

    <supportLists]—>3. Tulis dan Ketik yang Rapi

    Ingatlah selalu bahwa surat yang kita kirimkan akan mencerminkan citra diri dan kepribadian kita. Ketikan atau tulisan yang rapi akan memberikan kesan bahwa penulis surat itu atau orang yang menandatangani surat itu adalah seorang yang teliti, bersih, rapih dan efisien. Hindari penggunaan penghapus (tip-ex) atau correction pen, karena surat bisnis resmi harus bias menampilkan ketelitian dan keprofesionalan pengirimnya.

    <supportLists]—>4. Perhatikan Tata Letak Surat

    Susunan isi surat dan lay outnya pada umumnya dapat dibagi-bagi dalam beberapa bagian sebagai berikut :

    Ruang referensi, ruang nama & alamat, kalimat pembuka, Isi surat, kalimat penutup, nama pengirim, tanda tangan pengirim dan jabatan pengirim. Pembahasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada bab-bab selanjutnya. (Bab-2).

    <supportLists]—>5. Membaca Kembali (Koreksi)

    Sebelum anda mengirimkan atau menandatangani surat tertentu, terlebih dahulu luangkan waktu anda untuk membaca kembali surat tersebut, hal ini penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan fatal yang seharusnya tidak perlu terjadi. Jika anda seorang manajer sebaiknya jangan 100% percayakan urusan korespondensi kepada sekretaris anda, telitilah sebelum surat tersebut anda tanda tangani, karena andalah yang menjadi penanggung jawab atas isi surat itu, Ingatlah isi surat tersebut kelak bisa dijadikan barang bukti di pengadilan apabila terjadi perselisihan dan sengketa bisnis dengan relasi anda, oleh karena itu baca lagi dan sekali lagi sebelum anda menandatanganinya.

    <supportLists]—>6. Balas Segera

    Usahakan membalas setiap surat yang masuk ‘segera’ setelah surat itu diterima. Apabila perlu surat yang masuk dibalas pada hari yang sama. Jangan tunda hingga esok apa yang bisa anda selesaikan hari ini. Mungkin sebagian besar pelanggan memutuskan membeli produk dari perusahaan anda bukan atas dasar pertimbangan harga atau mutu barang, namun lebih didasari oleh kecepatan pelayanan dan perhatian kita terhadap kepuasan kebutuhan pelanggan. Segeralah berikan respon jawaban atas pesanan yang masuk, lazimnya jawaban sementara atas pesanan yang masuk meskipun hanya berupa pemberitahuan bahwa surat pesanan yang dikirim pelanggan sudah kita terima disebut Acknowlwdgement Receipt, selanjutnya paling lambat 7 hari kerja sejak surat pemesanan diterima kita sudah harus dapat memberikan jawaban & kepastian tentang bisa tidaknya pesanan tersebut dipenuhi.

    PENGANTAR MANAJEMEN

    Filed under: Books

    SILABUS

    PENGANTAR MANAJEMEN

    Ahmad Ismail Hamdani, SE, MM.

    A. TATA TERTIB PERKULIAHAN

    <supportLists]—>§ Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki salinan/copy modul atau hand out, dan setiap pertemuan kuliah modul / handout WAJIB dibawa.

    <supportLists]—>§ Toleransi keterlambatan masuk kelas maksimal 30 menit dari yang dijadwalkan

    <supportLists]—>§ Toleransi pengumpulan Tugas PR maksimal 7 hari setelah Penugasan

    <supportLists]—>§ Total kehadiran dalam perkuliahan minimal 80%, bagi yang sudah bekerja dapat diberikan dispensasi dengan menyerahkan surat keterangan kerja dari instansi/perusahaan tempat anda bekerja.

    <supportLists]—>§ Untuk menjaga ketenangan kelancaran dan kenyamanan proses belajar mengajar, Selama perkuliahan berlangsung HP harap dimatikan atau minimal aktifkan mode getar tanpa suara ring tone.

    1. CONTACT PERSON DOSEN

    <supportLists]—>§ Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan dosen diluar jadwal perkuliahan, bertempat di : Ruang Dosen STIE BII Lantai III, Setiap Hari : Rabu dan Kamis Jam 18.00-20.00.

    Diluar Jadwal diatas dapat berkonsultasi dengan membuat janji terlebih dahulu HP. (081.383.141.242) atau (0812 2755 7373)

    <supportLists]—>§ Konsultasi & Pengiriman Tugas Via E-mail, dikirimkan ke email addresses sbb: dhanihamdhani@yahoo.co.id atau dhanihamdhani@gmail.com

    <supportLists]—>§ Materi Perkuliahan, handout dan modul dapat didownload via weblog di alamat : www.kampus-online.blogspot.com.

    1. DESKRIPSI MATA KULIAH

    Mata kuliah ini membahas berbagai praktik dan konsep-konsep manajemen yang kompleks, dinamis selalu mengalami perubahan dan bersifat global. Pembahasan ditekankan pada pendekatan fungsional atau proses terhadap studi manajemen Materi pembahasan mencakup semua fungsi dan kegiatan penting manajemen, fungsi-fungsi tersebut mencakup perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (leading), dan pengendalian (controlling), yang memberikan kerangka (framework) untuk menganalisis dan memahami sifat dasar pekerjaan dan keberhasilan manajerial, serta informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fungsi-fungsi manajerial dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif.

    Selanjutnya dalam mencapai tujuan proses belajar mengajar, mata kuliah ini akan disajikan melalui kuliah klasikal, diskusi tanya jawab, tugas penulisan paper pengamatan bisnis beserta analisisnya dan ujian UTS maupun UAS.

    1. KOMPETENSI MATAKULIAH

    <supportLists]—>1. Memahami mengenai fungsi dan kegiatan-kegiatan penting dalam manajemen

    <supportLists]—>2. Mengembangkan cara pikir (analitis & integratif) dalam penerapan berbagai konsep dasar pada situasi praktik manajemen.

    <supportLists]—>3. Mampu mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari melalui pengerjaan latihan dan pemecahan kasus.

    F. BUKU REFERENSI

    <supportLists]—>1) Robbin, S.P. and Coulter, M. (2005), Management, Upper Saddle River, Eight Editions, New Jersey, Prentice Hall.

    <supportLists]—>2) Hani Handoko, T.H. (2000), Manajemen, Edisi 2, BPFE UGM, Yogyakarta.

    <supportLists]—>3) Referensi Penunjang : Berbagai artikel relevan yang diambil dari jurnal, majalah terkait dengan situasi manajemen praktis di Indonesia.

    <supportLists]—>
    PERHATIAN

    NASKAH YANG SAYA TAMPILKAN DALAM BLOG INI

    DALAM BENTUK ‘OUTLINE’ DARI NASKAH ASLI

    DALAM FORMAT POWER POINT (PPT)

    UNTUK MEMPEROLEH FILE ASLI & PRINTOUTNYA

    SILAHKAN MENGHUBUNGI SAYA PADA SAYA PERKULIHANAN

    KERJAKAN QUIZ PADA SETIAP AKHIR BAB SEBAGAI PR ANDA !!


    ===============================================
    Chapter – 1
    Introduction to Management

    KOMPETENSI
    Menjelaskan Pengertian, Fungsi, Proses dan Peran dalam Manajemen
    Menjelaskan Manajemen Sebagai Ilmu
    Menjelaskan Manajemen Sebagai Seni
    Menjelaskan Manajemen Sebagai Profesi
    Menjelaskan Efisiensi & Efektifitas
    Menjelaskan Keahlian (Skill) dan Peran (Roles) dari seorang Manajer.

    Manajemen Sebagai Ilmu (1)
    Luther Gullick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan,
    Manajemen memerlukan disiplin ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya misal ilmu ekonomi, statistik, akuntansi dan sebagainya.

    Manajemen Sbg Seni (2)
    Management is the art of securing maximum result with minimum of efforts as to secure maximum prosperity and happiness for both employer and employee and give the public the best possible services.
    Management adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat.

    MANEJEMEN SEBAGAI SUATU SENI MEMPUNYAI CIRI-CIRI :
    KESUKSESAN DALAM MENCAPAI TUJUAN SANGAT DIPENGARUHI DAN DIDUKUNG OLEH SIFAT-SIFAT DAN BAKAT PARA MANAJER
    DALAM PROSES PENCAPAIAN TUJUAN SERINGKALI MELIBATKAN UNSUR NALURI (INSTINCT), PERASAAN DAN INTELEKTUAL
    DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN FAKTOR YANG CUKUP YANG MENENTUKAN KEBERHASILANNYA ADALAH KEKUATAN PRIBADI (CHARACTER) KREATIF YANG DIMILIKI

    Pengertian Manajemen (3) Manajemen Sebagai Proses Kegiatan
    Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, controlling, utilizing in each both science and art and follow in order to accomplish predetermined objectives.
    Management adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing2 bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan & keahlian yang diikuti secara berurutan dalam usaha mencapai sasaran & tujuan yang telah ditetapkan.
    Pengertian Manajemen

    Management will be defined as the application of planning, organizing, staffing, directing, and controlling functions in the most efficient manner possible to accomplish objectives.
    Management didefinisikan sebagai penggunaan perencanaan, pengorganisasian, pengerjaan, pengarahan, dan pengendalian dengan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan.

    MANAJEMEN SEBAGAI ILMU & SENI
    Manajemen Sbg Ilmu Manajemen Sbg Seni

    Manajemen sebagai Profesi (4)
    Manajemen sebagai Profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan ketrampilan sebagai kader, pemimpin atau ‘manajer’ pada suatu organisasi / perusahaan tertentu.
    Profesi ‘manajer’ merupakan sebuah profesi atau jabatan spesifik dan ‘prestigious’ sebagai ‘decision maker’ yang dapat menentukan berkembangnya suatu organisasi / perusahaan dimasa mendatang.

    MANAJEMEN**
    MANAJEMEN adalah proses pengkoordinasian berbagai aktifitas pekerjaan dan pengalokasian sumber daya 6M, melalui bantuan dan kerjasama dengan orang lain sehingga pekerjaan tersebut dapat terselesaikan secara efisien dan efektif.
    EFISIEN adalah memperoleh output terbesar dengan input yang terkecil, digambarkan sebagai “melakukan segala sesuatu secara benar / doing things right”
    EFEKTIF adalah menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai, digambarkan sebagai melakukan sesuatu yang benar / doing the right things”

    MENGAPA MEMPELAJARI MANAJEMEN
    KEUNIVERSALAN MANAJEMEN
    Kenyataan bahwa manajemen dibutuhkan pada segala jenis dan ukuran organisasi, pada semua tingkat organisasi, pada semua bidang organisasi dan pada organisasi di semua negara diseluruh dunia.
    REALITAS PILIHAN PEKERJAAN
    IMBALAN DAN TANTANGAN SEBAGAI SEORANG MANAJER
    LINGKUP MANAJEMEN
    PARADIGMA MANAJEMEN

    FUNGSI DAN PROSES MANAJEMEN
    Fungsi Manajemen
    Menurut Stephen P Robbin (1993) fungsi manajemen antara lain meliputi aktifitas merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan mengendalikan (controlling) aktifitas bisnis dari suatu organisasi / perusahaan.
    Planning Organizing Leading Controlling

    PROSES MANAJEMEN
    PROSES MANAJEMEN yaitu serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang sedang terjadi yang dialami oleh para manajer sewaktu mereka merencanakan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan.

    PERAN MANAJER adalah terjun langsung dalam berbagai aktifitas operasional suatu organisasi perusahaan.
    PERAN (ROLES) MANAJEMEN
    INTERPERSONAL ROLES adalah Peran manajerial yang melibatkan hubungan dengan pihak lain dan tugas yang bersifat seremonial atau simbolis.
    INFORMATIONAL ROLES adalah peran manajerial yang meliputi menerima, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi kepada seluruh anggota organisasi..
    DECISIONAL ROLES adalah peran manajerial yang berkisar seputar membuat pilihan dalam pemngambilan keputusan terhadap suatu permasalahan.

    KEAHLIAN (SKILL) MANAJEMEN
    TECHNICAL SKILL adalah pengetahuan dan kemahiran dibidang spesialisasi tertentu.
    HUMAN SKILL adalah kemampuan bekerja secara baik dengan orang lain secara individual atau dalam kelompok
    CONCEPTUAL SKILL adalah kemampuan berfikir dan konseptualisasi tentang situasi yang abstrak dan rumit

    Who is the Manager ?!
    SIAPAKAH MANAJER ?
    MANAJER adalah seorang yang bekerja dengan memanfaatkan bantuan orang lain dengan cara mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dan pekerjaan mereka guna mencapai sasaran (objectives) dan tujuan (goals) dari suatu organisasi/perusahan.
    Apa goals perusahaan? (P,CS,S)

    JENJANG TINGKATAN MANAJERIAL
    KEAHLIAN YANG DIBUTUHKAN PADA TINGKAT MANAJEMEN YANG BERBEDA-BEDA
    Tujuan Perusahaan
    Tujuan ‘goals’ dari suatu organisasi / perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :
    Sasaran (objectives) yaitu merupakan hasil yang diinginkan atau target yang akan dicapai pada periode waktu tertentu.
    Tujuan (goals) merupakan petunjuk umum yang dinyatakan secara luas tentang apa saja yang akan dicapai oleh perusahaan.

    Secara umum ‘sasaran’ dan ‘tujuan’ dari suatu perusahaan dalam menjalankan aktifitas bisnisnya adalah Profit oriented, Customer Satisfaction dan Sustainability (going concern).
    Sumber Daya (6M)
    Dari pengertian yang telah dikemukakan diatas, nampak seakan-akan satu-satunya alat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan adalah pemanfaatan ‘orang’ atau ‘sumber daya manusia’ saja. Hal ini jelas kurang ‘relevan’ sebab dalam mencapai tujuan bisnis dari suatu organisasi / perusahaan juga diperlukan sumber daya lain yaitu : Man, Money, Material, Machine, Method and Market, atau yang dikenal dengan istilah : 6M.

    EFISIENSI & EFEKTIFITAS
    MISMANAGEMENT
    .
    Quiz : Bab – 1
    Jelaskan pengertian ‘manajemen’ sebagai suatu bidang ilmu, seni, proses dan profesi dalam mengelola suatu organisasi perusahaan ?!
    Dalam ‘Manajemen’ dikenal adanya prinsip ‘Efisiensi’ dan ‘Efektifitas’ Jelaskan mengenai hal tersebut !
    Uraikan hal-hal yang berkaitan dengan ‘fungsi’ manajemen !
    Jelaskan beberapa ‘peran’ (roles) dan ‘keahlian’ (skills) yang harus dimiliki oleh seorang manajer.
    Jelaskan alasan anda mengapa kita perlu mempelajari ilmu manajemen?!


    ============================================
    BAB-II

    Sejarah Pemikiran & Perkembangan
    Teori di Bidang Manajemen

    KOMPETENSI
    Menjelaskan Teori Manajemen Ilmiah
    Menjelaskan Teori Organisasi Klasik
    Menjelaskan Teori Hubungan Antar Manusia
    Menjelaskan Teori Behavior Science
    Menjelaskan Teori Aliran Kuantitatif
    Menjelaskan Evolusi Pemikiran dan Aplikasinya

    (1) TEORI MANAJEMEN ILMIAH
    Beberapa variabel yang diperhatikan dalam ‘Manajemen Ilmiah’ antara lain :
    Pentingnya Peranan Manajer dalam menggerakan dan meningkatkan produktifitas perusahaan
    Menetapkan persyaratan tertentu dalam pengangkatan dan pemanfaatan SDM
    Memperhatikan kesejahteraan karyawan

    TOKOH-TOKOH PERINTIS MANAJEMEN ILMIAH
    Robert Owen (1771-1858)
    Charles Babbage (1793-1971)
    Frederick W Taylor (1856-1915)
    Henry L Gantt (1861-1919)
    Frank B & Lillian Gilbert (1868-1924)
    Herrington Emerson (1853-1931)

    Robert Owen (1771-1858) Perintis Manajemen Ilmiah
    Robert Owen adalah seorang Manajer Pabrik pemintalan kapas di New Landmark Scotland.
    Latar Belakang: Kondisi lingkungan kerja, ketentuan persyaratan kerja dan taraf hidup pekerja yang buruk
    Ide & Gagasan :
    SDM merupakan kunci keberhasilan perusahaan (oleh karena itu perusahaan harus memperlakukan karyawan lebih manusiawi)
    Memperbaiki kondisi dan persyaratan kerja : seperti (1).pengurangan standar jam kerja dari 13 jam menjadi 10 jam, (2).Tidak mempekerjakan anak2 dibawah umur dengan pembatasan usia pekerja minimal berusia 10 tahun. (3).Pembukaan toko2 (semacam koperasai karyawan) dilingkungan perusahaan untuk memberikan pelayanan kebutuhan para karyawan dengan harga yang lebih murah.
    Pelopor yang merumuskan prosedur kerja standar (Standard Operating Procedures) untuk meningkatkan ‘produktifitas kerja para karyawan.

    Charles Babbage (1793-1871) Perintis Manajemen Ilmiah
    Charles Babbage adalah seorang Profesor dibidang matematika dari Cambridge University England.
    Tahun 1832 menulis buku The Economic Of Manufacturer, yang menekankan pada pentingnya effisiensi biaya dan spesialisasi pekerjaan kepada para karyawan.
    Ide & Gagasan :
    Merumuskan cara kerja yang paling effisien dan dapat meminimalisasi pengeluaran biaya (cost reduction).
    Menganjurkan melaksanakan pembagian spesialisasi pekerjaan pada para karyawan, sehingga setiap karyawan akan diarahkan dan dididik dengan suatu ketrampilan (skill) khusus / tertentu dan kelak karyawan tersebut akan diserahi tugas, tanggung jawab & pekerjaan yang sesuai dengan ketrampilan dan spesialisasinya.

    Frederrick W Taylor (1856-1915) Perintis Manajemen Ilmiah
    Frederick Winslow Taylor, Manajer produksi pada Midvale Steel Amerika Serikat, dianggap sebagai ‘Bapak Management Science’, ia adalah orang pertama yang mengemukakan ide dan gagasan mengenai studi tentang waktu kerja (Time & Motion Studies).
    Ide & Gagasan :
    Sistem Upah Differensial (Differential Rate System) yaitu metode pengupahan yang berdasarkan pada kecepatan dan produktifitas kerja karyawan.
    Taylor menyatakan bahwa antara waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang akan diterimakan, semakin cepat dan tinggi prestasi dalam menyelesaikan pekerjaan maka akan semakin tinggi pula upah yang akan diterima karyawan.
    Untuk mencapai hal tersebut maka dilakukan penelitian ‘time & motions studies’ terhadap karyawan yang berprestasi untuk dijadikan standar operating prosedur bidang pekerjaan tertentu.

    Henry L Gantt (1861-1919) Perintis Manajemen Ilmiah
    Henry L Gantt adalah rekan kerja Taylor pada perusahaan Midvale Steel USA, Gantt juga mengemukakan teori yang sejalan dengan ide dan gagasan Taylor yang berfokus pada upaya peningkatan produktifitas, effisiensi dan effektifitas kerja dengan rangsangan upah dan intensif untuk karyawan.
    Ide Gagasan :
    Menciptakan Gantt Charts yaitu suatu bagan yang disusun sebagai alat untuk membandingkan antara pelaksanaan suatu pekerjaan / produksi dengan standard dan tujuan yang telah ditetapkan.
    Menolak teori Taylor tentang sistem upah differensial, menurut gagasan Gantt setiap pekerja yang mampu mencapai target output sesuai dengan standard yang telah ditetapkan, maka berhak diberikan ‘bonus’.
    Mengembangkan gagasan Owen dengan membuat metode penilaian dan pencatatan hasil prestasi kerja karyawan dalam suatu kartu prestasi pribadi karyawan. (Tanda check mark hitam jika berhasil memenuhi standar, dan warna merah jika gagal memenuhi standar kerja yang telah ditetapkan.

    Frank B & Lillian Gilbert (1868-1924) Perintis Manajemen Ilmiah
    Frank B & Lillian Gilbert adalah sepasang suami istri merupakan murid dari Taylor yang melakukan pengembangan penelitian tentang studi gerak (motion study).
    Ide Gagasan :
    Meneliti tentang hubungan antara gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan, menurutnya antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan, Sehingga perlu dibakukan alur urutan gerakan dan aktifitas kerja yang efektif dan effisien untuk mengurangi kelelahan dan mempercepat proses penyelesaian pekerjaan.
    Mengemukakan ide Program Pengembangan Karyawan yang lebih ditekankan kepada keterlibatan aktif dari obyek pelaku / karyawan itu sendiri artinya setiap karyawan diberikan kesempatan untuk melatih dan mengembangkan diri sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan masing-msaing individu.

    Herington Emerson (1853-1931) Perintis Manajemen Ilmiah
    Herington mengamati bahwa ‘penyakit’ akut yang biasa menggangu kelancaran sistem manajemen didalam suatu industri adalah adanya ‘pemborosan’ dan ‘in effisiensi’.
    Oleh karena itu Herington mencetuskan ide yang terformulasikan dalam 12 prinsip sebagai berikut :
    Perumusan Tujuan Perusahaan (Goal) secara Jelas
    Kegiatan yg dilaksanakan harus terencana & masuk akal
    Tersediaanya Staff yang Cakap & Handal
    Terciptanya disiplin dalam bekerja
    Pemberian Jasa / Balas Jasa yang adil dan transparan
    Pelaporan yg tepat, akurat, cepat dan kontinue (Sistem Informasi dan Sistem AKuntansi)
    Pemberian Instruksi, Perencanaan & Urutan Kerja
    Ditetapkannya Standar Waktu, metode kerja dan skedul
    Ditetapkan Standar Kondisi
    Ditetapkan Standar Operasi (SOP)
    Disusun Standar Instruksi Tertulis yang Praktis
    Disusun Standar Penetapan Balas Jasa, Kompensasi & Isentif

    SUMBANGAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH
    Sumbangan teori manajemen ilmiah diakui banyak memberikan kontribusi dan peningkatan dalam beberapa hal sbb :
    Produktifitas Kerja
    Effisiensi Kerja
    Spesialisasi Pekerjaan
    Berbagai teknik effisiensi manajemen misal : studi gerak dan waktu (time & motion study), adanya suatu rancangan sistem kerja yang terstruktur (work desain), Teknik Pencatatan terhadap Prestasi Kinerja (Gantt Charts).

    KETERBATASAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH
    Dalam pengaplikasian teori manajemen ilmiah kadang justru berdampak merugikan bagi kelancaran sistem manajemen itu sendiri, misalnya :
    Upaya peningkatan ‘produktifitas’ dengan cara menerapkan teknologi baru dalam prakteknya akan mengurangi skala penggunaan tenaga kerja, dan menyebabkan karyawan menjadi stress dan frustrasi karena peranan serta kedudukannya digantikan oleh mesin & komputer.
    Tenaga kerja SDM sebagai salah satu faktor produksi kurang mendapatkan perhatian dalam hal pemenuhan keutuhan sosial & personalitynya. Artinya ‘upah’ yang tinggi tanpa diimbangi dengan suasana dan lingkungan kerja yang kondusif & menyenangkan tidak akan mampu ‘memuaskan’ dan membuat karyawan betah bertahan disuatu perusahaan.

    (2) TEORI ORGANISASI KLASIK
    Tokoh utama penggagas teori organisasi klasik dipelopori oleh : Henry Fayol dan James D Mooney.
    Henry Fayol adalah seorang insinyur (pertambangan) yang menjabat sebagai direktur pada perusahaan pertambangan logam ‘Commantry Fourchambault & Co’ di Perancis.
    James D Mooney adalah seorang ekonom yang mengemukakan beberapa ide dan gagasan tentang prinsip & kaidah manajemen.

    Henry Fayol Perintis Teori Organisasi Klasik
    Teori Organisasi pada aliran manajemen klasik yang dipelopori (FAYOL) mengkalsifikasikan bagian-bagian tugas manajemen yang terdiri atas :
    Technical
    Commercial
    Financial
    Security
    Akuntansi
    Manajerial

    TUGAS MANAJEMEN menurut teori organisasi klasik
    Technical, merupakan kegiatan memproduksi dan membuat suatu produk tertentu.
    Commercial, merupakan kegiatan membeli bahan-bahan (material) yang dibutuhkan dan menjual barang (product) hasil produksi.
    Financial, kegiatan pembelanjaan, yakni meliputi kegiatan mencari modal dan bagaimana menggunakan modal tersebut.
    Security, kegiatan yang dilakukan untuk menjaga keamanan (keselamatan kerja & harta benda yang dimiliki oleh perusahaan).
    Accounting, meliputi kegiatan pencatatan, penghitungan, kalkulasi biaya, menyusun laporan keuangan (neraca, rugi laba) dan mengumpulkan data-data statistik lainnya.
    Managerial, tugas-tugas manajerial ini sering diintrodusir sebagai fungsi manajemen/manajer yaitu meliputi Planning, Organizing (staffing), Coordinating, Commanding (leading), Controlling.

    Fungsi & Tugas Manajemen / Manajer
    Planning, merupakan kegiatan perencanaan segala langkah dan tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan.
    Organizing, Berarti aktifitas mengorganisasikan, termasuk juga penentuan staf (staffing) sumber daya yang dimiliki terutama SDM untuk melaksanakan rencana yang telah disusun
    Coordinating, AKtifitas mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang direncanakan agar pekerjaan dapat berjalan secara tertib, lancar, serasi dan terpadu.
    Directing, Kegiatan memberikan pengarahan bagi karyawan agar bersedia melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
    Commanding, Kegiatan memimpin (leading) dengan memberikan instruksi perintah dan memotivasi para bawahan
    Controlling, Mengendalikan seluruh aktifitas kegiatan agar dapat berjalan dengan tertib, lancar dan mamu mencapai tujuan seperti yang telah direncanakan.

    Henry Fayol Asas-asas Umum Manajemen
    Henry Fayol mengemukanan 14 asas umum dalam manajemen, sebagai berikut :
    Devision of work (pembagian kerja)
    Authority & Responsibility (Wewenag & Tgg Jawab)
    Discipline
    Unity of Command (Kesatuan Perintah)
    Unity of Direction (Kesatuan Arah)
    Subordination of individual interest into general interest
    Renumerartion of Personnel
    Contrllization
    Scalar of Chain
    Order (Asas Keteraturan)
    Equity (Asasa Keadilan)
    Stability of Tenur of Personell
    Initiative
    Sprites de Corps

    James D Mooney Kaidah Organisasi Manajemen
    Menurut James D Mooney kaidah-kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen antara lain :
    Koordinasi, yaitu kaidah yang menghendaki adanya wewenang, saling melayani, perumusan tujuan dan kedisiplinan yang tinggi.
    Prinsip Skalar, Prinsip yang mendefinisikan hubungan kepemimpian, pendelegasian dan hubungan antar fungsi tertentu.
    Prinsip Fungsional, prinsip yang mendefnisikan berbagai macam tugas yang harus diselesaikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    Prinsip Staff, yaitu prinsip yang membedakan posisi jabatan, wewenang dan tanggung jawab dari masing2 personell dalam suatu organisasi perusahaan.

    3) TEORI HUBUNGAN ANTAR MANUSIA (1930-1950)
    Pendekatan yang dialkukan dalam ‘Teori Hubungan Antar Manusia’ menitik beratkan pada pendekatan psicologis terhadap para bawahan, yakni dengan mengetahui perilaku individu dari para karyawan dan perilaku kelompok karyawan sebagai suatu ‘human relation groups’ yang berperan dalam meningkatkan produktifitas kerja.
    Tokoh utama penggagas teori hubungan antar manusia antara lain adalah Marry Parker Foller & Elton Mayo.
    Marry Parker Foller, mengemukakan bahwa kita sebaiknya membentuk suatu kelompok kerja yang dapat bekerja sama dan membentuk organisasi yang menitik beratkan hubungan antar manusia dengan memperhatikan faktor motivasional dari masing2 individu & kelompok tersebut.

    Elton Mayo Perintis Teori Hubungan Antar Manusia
    Menurut Elton Mayo yang meneliti hubungan antara faktor2 fiskal, moneter dan sosial terhadap produktifitas kerja menjelaskan bahwa : Faktor fiskal & moneter bukan merupakan determinant tunggal dari produktifitas, sebab manusia bukanlah mahluk ekonoteknikal namun merupakan suatu dimensi rasioemosional, oleh karena itu kelompok sosial akan sangat berpengaruh terhadap perilaku dan produktifitas kerja karyawan.
    Dengan demikian rekomendasi umum dari Teori Hubungan Antar Manusia adalah bahwa organisasi merupakan suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial & psicologis dari para karyawan agar dapat mencapai tingkat produktifitas seperti yang diharapkan.

    4) TEORI BEHAVIORAL SCIENCE
    Teori Behavioral Science ini ditandai dengan munculnya pandangan dan pemikiran baru mengenai :
    Perilaku Individu / perseorangan
    Perilaku kelompok sosial
    Perilaku Organisasi
    Beberapa tokoh penganut teori Behavioral Science antara lain :
    Abraham Maslow
    Douglas Mc Gregor
    Frederrick Herzberg
    Robert Blake & Jane Moulton
    Rensis Likert
    Fred Fieldler
    dll

    Para Tokoh Perintis Teori behavioral Science
    Abraham Maslow, mengembangkan adanya ‘Hierarkhi Kebutuhan’ dalam menjelaskan hubungan antara perilaku dan motivasi dari masing2 individu.
    Douglas Mc Gregor, Pencetus Teori X dan Y
    Frederick Herzberg, Teori motivasi higienis dan teori dua faktor
    Robert Blake & Jane Mouton, membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial (managerial grids)
    Rensis Likert, Meneliti tentang 4 sistem dalam manajemen
    Fred Fieldler, menyarankan pendekatan contingency dalam studi kepemimpinan.

    Stressing Point Teori behavioral Science
    Unsur manusia (SDM) merupakan faktor kunsi penentu kesuksesan pencapaian tujuan organisasi perusahaan.
    Organisasi perusahaan harus menciptakan iklim kerja yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk dapat memuaskan kebutuhan psicologis mereka, sebagai mahkluk sosial.
    Komitmen organisasi dapat dikembangkan melalui partisipasi dan keterlibatan dari seluruh karyawan.

    EVOLUSI PEMIKIRAN MANAJEMEN DAN APLIKASINYA
    Perkembangan Teori Pemikiran Manajemen sejak semula tumbuh dan berkembang dilandasi oleh kondisi lingkungan yang melatarbelakanginya. Dalam situasi, kondisi dan latar belakang serta perkembangan zaman yang sedemikian pesat dan dinamis teori dan pemikiran manajemen akan terus mengalami perkembangan menyesuaikan diri dengan perubahan lingungannya.
    Oleh karena itu penerapan dan aplikasi teori pemikiran manajemen pada dimensi waktu dan tempat yang berbeda dilakukan secara lintas sektoral diantara teori2 yang ada menuju suatu konsep manajemen yang integrated, adaptif bersifat salaing melengkapi dan menyempurnakan.

    QUIZ RESPONSI Bab- II
    Jelaskan apa saja sumbang saran dan Keterbatasan yang dikemukanan para ahli Teori Manajemen Ilmiah ?
    Sebutkan Tokoh2 Pelopor Teori Manajemen Ilmiah berserta Ide dan Gagasan yang dikemukakan !
    Jelaskan Fungsi dan Tugas Manajemen / Manajer berdasarkan Teori Organisasi Klasik !
    Sebutkan dan uraikan 14 (empat belas) Asas Umum Manajemen yang dikemukanan oleh Henry Fayol ?!
    Jelaskan Teknik Pendekatan yang digunakan dalam Teori Manajemen berbasis Hubungan ANtar Manusia?
    Apakah sajakah Ide & Gagasan pemikiran dari Marry parker Foller & Elton Mayo terkait dengan Teori Hubungan ANtar Manusia tersebut !

    Siapa sajakah para tokoh dan perintis Teori Behavioral Science, Sebutkan Ide dan Gagasan pemikiran mereka !
    Apakah yang menjadi Streesing Point dari Pemikiran Teori Behavioral Science tersebut?
    Bagaimanakah cara kita dalam mengadopsi dan mengaplikasikan berbagai teori manajemen diatas dalam kondisi dan situasi sekarang? Apakah teori yang ada masih relevan dan bermanfaat?

    =================================================
    BAB – III ANALISIS LINGKUNGAN dan TANGGUNG JAWAB SOSIAL perusahaan

    PENGARUH LINGKUNGAN EKSTERNAL
    Seorang Manajer suatu perusahaan sebaiknya tidak hanya memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal organisasi, tetapi juga harus menyadari pentingnya pengaruh lingkungan eksternal terhadap perusahaan yang dikelolanya.
    Manajer harus mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mendiagnosis dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan baik berupa peluang/kesempatan, risiko, ancaman, hambatan yang berpengaruh terhadap aktifitas operasional perusahaan. (Analisis SWOT).

    KONDISI LINGKUNGAN EKSTERNAL
    Dinamika perkembangan lingkungan eksternal perusahaan bergejolak dan berubah sangat cepat dan dinamis, terkadang dampaknya terhadap aktifitas dan kinerja perusahaan tidak dapat diprediksikan terlebih dahulu.
    Contoh : Perkembangan teknologi dibidang Teknologi Informasi & Komunikasi membuat dunia serasa semakin sempit, dan gejolak yang terjadi diluar akan berpengauh secara global terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

    GEJOLAK LINGKUNGAN EKSTERNAL
    Kondisi perekonomian dunia yang berfluktuasi naik turun, krisis US berimabas menjadi krisis Global
    Inovasi teknologi disegala bidang berakibat bermunculan produk2 baru (PLC semakin Pendek – Out Of Date)
    Perubahan Life Style & Selera Konsumen
    Peraturan Pemerintah UU, Sektor Riil, Fiskal, Moneter, Exim yang selalu direvisi berubah-ubah.
    Himpitan dan tuntutan memasuki era globalisasi (investasi, produksi, marketing, SDM)

    FAKTOR EKSTERNAL
    Yang Perlu Diperhatikan Oleh Manajer
    Kondisi Persaingan dengan perusahaan Lain dalam Industri Sejenis (Ciptakan Barier to Entry melalui : Strategy Konglomerasi, Integrasi Vertical, Monopoli)
    Posisi dalam Pangsa Pasar (Market Share)
    Kebijakan Pemerintah (Fiskal, Moneter, Eksport-Import, UU dan Lembaga lain terkait).
    Kondisi Makro Ekonomi (Ekonomi cq. krisis, booming, GDP, GNP, Pendapatan Perkapita, buying power, Inflasi, Foreign Exchange, Konflik Politik, Hukum, Sosial budaya, lingkungan lainnya).
    Munculnya inovasi teknologi yang menghasilkan penemuan produk baru / substitusi dan perubahan trend selera konsumen. PLC jadi semakin singkat produk jadi cepat usang out of date.

    BAGAIMANA SEBAIKNYA SIKAP MANAJER ?
    Manajer dituntut untuk bersikap tanggap dan adaptif, selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan lingkungan.
    Manajer harus mampu menyusun berbagai cara & strategi atau pendekatan yang memungkinkannya untuk terus menjaga dan mengembangkan perusahaan dalam lingkungan bisnis yang selalu berubah.

    FAKTOR INTERNAL Yang Perlu Diperhatikan Oleh Manajer
    Dibidang Produksi & Operasional
    Proses Produksi (pembuatan produk)
    Desain Produk Barang & Jasa
    Jenis Produk Barang & Jasa Yang akan dibuat
    Teknologi yang dipakai dlm proses produksitas
    Bahan Baku yang dipakai
    Penentuan Lokasi Pabri & Tata Letak (lay Out Fasilitas Produksi)
    Kapasitas Produksi
    Pengendalian Mutu dan Kualitas Produk

    Dibidang Pemasaran
    Desain Produk Barang & Jasa (Product)
    Kemasan Produk
    Penentuan harga Jual produk (Pricing)
    Strategi Promosi dan Saluran Distribusi (Promotion) & (Place)

    FAKTOR INTERNAL Yang Perlu Diperhatikan Oleh Manajer
    Dibidang Sumber Daya Manusia
    Recruitment & Selection
    Training & Developtment
    Kompensasi & Karier
    Kepemimpinan & Manajemen Konflik
    Dibidang Akuntansi & Keuangan
    Sources Of Funds (Debt, Bond & Share)
    Uses Of Funds (Working Capital, Direct Investment, Indirect Investment)
    Pencatatan & Pembukuan Keuangan
    Cash Flow & Budgeting

    LINGKUNGAN PERUSAHAAN
    Konsep Lingkungan Bisnis
    Konsep Lingkungan Bisnis dan Perusahaan
    Adalah sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya.
    Faktor2 tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu : Politik, Ekonomi, Sosbud dan teknologi, dan lingkungan industri, serta lingkungan internal yaitu meliputi aspek-aspek dan kebijakan internal didalam lingkungan perusahaan.

    Lingkungan Jauh (Makro)
    Lingkungan jauh (makro) terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya berada jauh diluar kendali perusahaan (bersifat : uncontrolable). Faktor makro yang biasanya menjadi titik perhatian perusahaan anatra lain : faktor Politik, Hukum, Ekonomi (kebijakan fiskal & moneter), Sosial Budaya dan Teknologi.
    Lingkungan makro ini selain memberikan kesempatan dan peluang bagi perusahaan untuk maju dan mengembangkan bisnisnya, sekaligus juga dapat menjadi hambatan dan ancaman yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan.

    Faktor Politik (Lingkungan makro)
    Bagi para pengusaha, arah, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha. Situasi politik yang tidak kondusif akan berdampak negatif bagi dunia usaha, begitu pula sebaliknya.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan faktor politik anatar lain :
    Stabilitas nasional : hankamnas, makar, sparatis.
    Jaminan keamanan (travel warning etc)
    Pemerintahan yang legitimate & demokratis
    Good Corporate Governance
    Kepastian Hukum & Undang-undang, HAM dll.

    Faktor Ekonomi (Lingkungan Makro)
    Kondisi perekonomian disuatu negara/daerah secara langsung dapat mempengaruhi iklim bisnis dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula iklim bisnisnya.
    Beberapa faktor penting terkait dengan kondisi ekonomi disuatu negara/daerah antara lain :
    GNP, GDP dan Pendapatan Perkapita
    Tingkat Inflasi, Suku Bunga
    Investasi (PMA & PMDN)
    Harga produk & Jasa
    Ketersediaan Energi dan sarana prasarana lainnya
    Pasar tenaga kerja

    Faktor Sosial (Lingkungan Makro)
    Kondisi sosial masyarakat memang bersifat dinamis dan selalu berubah dari masa ke masa, oleh karena itu perusahaan senantiasa dituntut mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial masyarakat.
    Kondisi sosial ini banyak sekali aspeknya misalnya sikap, gaya hidup, adat-istiadat, kultural, ekologis, demografis, religius, pendidikan maupun etnis tertentu.
    Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup (life style) akibat peningkatan income, perubahan strata sosial maupun ekses dari perkembangan teknologi.

    Faktor Teknologi (Lingkungan Makro)
    Setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu uptodate sesuai dengan keinginan konsumen.
    Perusahaan harus bersifat responsive, aktif, kreatif terhadap setiap perkembangan inovasi teknologi baru. (lihatlah ketatnya persaingan teknologi di industri automotif dan ponsel).

    LINGKUNGAN INDUSTRI
    Lingkungan industri lebih mengarah pada persaingan diantara suatu perusahaan penghasil produk yang sejenis dalam suatu area wilayah tertentu, Misal lingkungan industri otomotif untuk produsen motor di Indonesia adalah : Honda, Yamaha, Suzuki, Kawazaki, Kymko, Bajaj, dll.
    Ada 6 (enam) variabel yang berpengaruh terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri tertentu, yaitu :
    Hambatan Memasuki Pasar (Barier to Entry)
    Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pembeli
    Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pemasok
    Ketersediaan Produk Substitusi
    Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
    Pengaruh kekuatan Stake Holder

    Hambatan Memasuki Pasar (barier to Entry)
    Masuknya perusahaan pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan lama yang telah ada, misalnya terjadi perebutan pangsa pasar, sumber daya yang terbatas dsb.
    Ada beberapa faktor dan cara yang dapat dipakai untuk dapat menghambat masuknya pendatang baru kedallam suatu industri tertentu (barier to entry) antara lain :
    Skala ekonomi & Kecukupan Modal
    Diferensiasi Produk
    Peraturan Pemerintah
    Akses ke Pemasok & Saluran Distribusi

    Kekuatan Tawar Pembeli
    Pembeli (buyers) mampu mempengaruhi produsen untuk memotong harga produk tertentu, meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui berbagai keunggulan masing-masing.
    Bagaimana hal ini bisa terjadi ?
    Jika pembeli membeli dalam jumlah yang besar
    Sifat produk umum, banyak pemasok mudah mencari substitusinya

    Kekuatan Tawar Pemasok (Bargaining Power Supplier)
    Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga bahan baku atau penurunan kualitas produk/jasa.
    Pemasok akan kuat apabila :
    Jumlah pemasok sedikit
    Produk bahan baku & jasanya bersifat specifik
    Tidak tersedia produk substitusi
    Pemasok memiliki kemampuan untuk mengolah produk seperti yang dilakukan perusahaan / produsen

    Ketersediaan Produk Substitusi
    Perusahaan dalam suatu indsutri tertentu bersaing pula dengan munculnya produk substitusi atau pengganti yang juga beredar dipasaran, sebab meskipun karakteristiknya berbeda barang substitusi mampu memberikan fungsi, manfaat atau jasa yang serupa bagi konsumen.
    Konsumen yang realistis akan berpedoman pada prinsip : tiada rotan akarpun jadi.
    Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri Sejenis
    Kondisi Pasar Persaingan dalam Industri, Misal : Monopolistic, Oligopoly, Pasar Persaingan Sempurna, akan sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan.
    Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat persaingan bisnis antara lain : Karakteristik jenis dari masing-masing produk (special/unique, convenience, complementer, consumptions), Jumlah kompetitor dan tingkat pertumbuhan industri.

    Pengaruh Stake Holder
    Stake holder yang dimaksud disini adalah pihak diluar perusahaan yang secara langsung mempunyai pengaruh dan kepentingan terhadap perusahaan tersebut, misalnya : pemerintah, serikat pekerja, kreditor, pemasok, asosiasi, para pemegang saham, lingkungan masyarakat, dll.

    CARA LINGKUNGAN MEMPENGARUHI MANAJER
    Melalui derajat ketidakpastian lingkungan yang ada sekarang
    Melalui berbagai hubungan stock holder yang terjadi antara organisasi dengan kelompok pendukung eksternal.
    Derajat ketidakpastian ditentukan oleh 2 dimensi :
    Derajat perubahan
    Derajat kerumitan lingkungan organisasi
    Ketidakpastian adalah derajat perubahan dan kerumitan lingkungan organisasi
    Matrik ketidakpastian Lingkungan

    TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJERIAL
    Pandangan klasik : tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented)
    Pandangan sosial ekonomi : bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan sosial
    Tanggung jawab sosial (CSR) : kewajiban perusahaann bisnis di luar yang dituntut oleh hukum dan pertimbangan ekonomi, untuk mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat

    ETIKA MANAJERIAL
    Etika manajerial adalah peraturan dan prinsip yang mendefinisikan tindakan benar dan salah
    Empat pandangan tentang etika :
    Pandangan etika utilitarian(utilitarian view of ethics)
    Pandangan etika hak ( rights view of ethics)
    Pandangan etika teori keadilan (theory of justice view of ethics)
    Pandangan etika teori kontrak sosial terpadu (integrative social contracts theory)

    EMPAT PANDANGAN TENTANG ETIKA
    Pandangan etika utilitarian: keputusan etika dibuat semata-mata berdasarkan hasil atau akibat keputusan itu
    Pandangan etika hak : peduli terhadap penghormatan dan perlindungan hak kebebasan pribadi individu
    Pandangan etika teori keadilan : para manajer memaksakan dan mendorong peraturan secara adil dan tidak memihak dari tindakan itu dilakukan dengan mengikuti seluruh peraturan dan perundang-undangan di bidang hukum.
    Pandangan etika teori kontrak sosial terpadu : keputusan atau etika harus didasarkan pada sejumlah faktor empiris (apa yang ada) dan faktor normatis (apa yang seharusnya)

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIKA MANAJEMEN
    Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
    Prinsip otonomi; adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
    Prinsip kejujuran. Suatu bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

    Prinsip-Prinsip Etika Bisnis (2)
    Prinsip keadilan; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
    Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
    Prinsip integritas moral; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.

    Bagaimana Penerapan Etika Bisnis di Indonesia?!
    Di Indonesia tampaknya masalah penerapan etika perusahaan yang lebih intensif masih belum dilakukan dan digerakan secara nyata.
    Pada umumnya baru sampai tahap pernyataan-pernyataan atau sekedar “lips-service” belaka. Karena memang enforcement dari pemerintah pun belum tampak secara jelas.
    Tanggung jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)
    Tanggung jawab sosial dan keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang.
    Keterlibatan sosial perusahaan di masyarakat akan menciptakan suatu citra yang sangat positif. Biaya sosial yang dikeluarkan dianggap sebagai investasi jangka panjang.

    Corporate Action dalam CSR
    Menjaga kelestarian lingkungan, perbaikan prasarana umum (jalan, jembatan, fasos, dll), penyuluhan, pelatihan ketrampilan, dan perbaikan kesehatan lingkungan.
    Aktifitas CSR memerlukan biaya yang signifikan, namun secara jangka panjang sangat menguntungkan perusahaan, karena kegiatan tersebut menciptakan iklim sosial politik yang kondusif bagi kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.

    CSR : Jamu Air Mancur
    CSR PT. Jamu Air Mancur Semarang rutin setiap tahun saat libur merayakan Hari Raya Idul Fitri, PT. Jamu Air Mancur memberikan fasilitas mudik gratis dengan menyediakan sarana transportasi bis bagi masyarakat perantau yang terkait langsung dengan perusahaan, misal : agen, warung dan mbak2 bakul jamunya.

    Mengapa CSR Penting ?!
    Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
    Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.

    Mengapa CSR Penting (2) ?!
    Dalam situasi yang semakin mengglobal, ada saling ketergantungan yang kuat antara perusahaan sebagai produsen dengan masyarakat luas (sebagai konsumen).
    Perusahaan sebaiknya tidak lagi bersikap tertutup atau tidak mau melakukan kegiatan yang sifatnya sosial kemasyarakatan melalui program CSR.
    Perusahaan yang tidak memperhatikan hal-hal semacam ini, cepat atau lambat akan semakin ditinggalkan oleh pelanggannya.

    QUIZ RESPONSI BAB-III
    Jelaskan mengenai ‘Konsep Lingkungan Bisnis & Perusahaan ?
    Berikan uraian dan penjelasan rinci bagaimanakah pengaruh perubahan kondisi eksternal terhadap aktifitas dan kebijakan bisnis dari suatu perusahaan ?
    Jelaskan Faktor2 Internal apasaja yang perlu dicermati dan diperhatikan oleh manajer dalam mengelola perusahaan?
    Jelaskan 6 (enam) variabel yang berpengaruh terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri ?
    Jelaskan mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) berikan contoh2nya !

    ==============================================

    POINTERS
    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 1
    BAB.IX.
    LEADERSHIP
    KEPEMIMPINAN DALAM
    ORGANISASI & PERUSAHAAN

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 2
    Definisi Kepemimpinan
    �� Garry Yukl (1994:2) menyimpulkan definisi yang mewakili
    tentang kepemimpinan antara lain sebagai berikut :
    �� Kepemimpinan adalah prilaku dari seorang individu yang
    memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan
    yang ingin dicapai bersama (share goal) (Hemhill& Coons,
    1957:7)
    �� Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang
    dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan
    melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau
    beberapa tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler &
    Massarik, 1961:24)

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 3
    Gaya Kepemimpinan
    �� Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung
    pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari
    seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya
    dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya
    membentuk suatu pola atau bentuk tertentu.
    �� Davis dan Newstrom (1995) menyatakan bahwa pola
    tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang
    dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal
    sebagai gaya kepemimpinan.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 4
    Tiga Aliran Teori
    tentang Gaya Kepemimpinan
    1) Teori Genetis (Keturunan)
    2) Teori Sosial
    3) Teori Ekologis

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 5
    Teori Kepemimpinan
    Genetis (Keturunan)
    �� Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born
    and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat)
    bukannya dibuat).
    �� Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia
    telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam
    keadaan yang bagaimanapun seseorang
    ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi
    pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai
    pemimpin.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 6
    Teori Kepemimpinan
    Sosiologis
    �� Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa “Leader are
    made and not born” (pemimpin itu dibuat atau
    dididik bukannya kodrati).
    �� Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori
    genetika.
    �� Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat
    yang mengatakan bahwa setiap orang bisa
    menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan
    dan pengalaman yang cukup.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 7
    Teori Kepemimpinan
    Ekologis
    �� Teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa
    seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin
    yang baik apabila ia telah memiliki bakat
    kepemimpinan.
    �� Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui
    pendidikan yang teratur dan pengalaman yang
    memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
    �� Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua
    teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan
    teori yang paling mendekati kebenaran.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 8
    Teori Gaya Kepemimpinan
    Hersey dan Blanchard (1992)
    �� Hersey dan Blanchard (1992) berpendapat bahwa
    gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan
    perwujudan dari tiga komponen, yaitu pemimpin itu
    sendiri, bawahan, serta situasi di mana proses
    kepemimpinan tersebut diwujudkan.
    �� Berdasarkan pemikiran tersebut, Hersey dan
    Blanchard (1992) mengajukan proposisi bahwa gaya
    kepemimpinan (k) merupakan suatu fungsi dari
    pimpinan (p), bawahan (b) dan situasi tertentu (s).,
    yang dapat dinotasikan sebagai : k = f (p, b, s).

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 9
    Teori Gaya Kepemimpinan
    Hersey dan Blanchard (1992)
    �� Menurut Hersey dan Blanchard, pimpinan (p) adalah seseorang yang
    dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk
    kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan
    organisasi.
    �� Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai
    kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pimpinan mempunyai
    keterampilan yang berbeda, seperti keterampilan teknis, manusiawi
    dan konseptual.
    �� Sedangkan bawahan (b) adalah seorang atau sekelompok orang
    yang merupakan anggota dari suatu perkumpulan atau pengikut yang
    setiap saat siap melaksanakan perintah atau tugas yang telah
    disepakati bersama guna mencapai tujuan. Dalam suatu organisasi,
    bawahan mempunyai peranan yang sangat strategis, karena sukses
    tidaknya seseorang pimpinan bergantung kepada para pengikutnya
    ini. Oleh sebab itu, seorang pemimpinan dituntut untuk memilih
    bawahan dengan secermat mungkin.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 10
    Teori Gaya Kepemimpinan
    Hersey dan Blanchard (1992)
    �� Adapun situasi (s) menurut Hersey dan Blanchard adalah
    suatu keadaan yang kondusif, di mana seorang pimpinan
    berusaha pada saat-saat tertentu mempengaruhi perilaku
    orang lain agar dapat mengikuti kehendaknya dalam rangka
    mencapai tujuan bersama.
    �� Dalam satu situasi misalnya, tindakan pimpinan pada
    beberapa tahun yang lalu tentunya tidak sama dengan yang
    dilakukan pada saat sekarang, karena memang situasinya
    telah berlainan.
    �� Dengan demikian, ketiga unsur yang mempengaruhi gaya
    kepemimpinan tersebut, yaitu pimpinan, bawahan dan situasi
    merupakan unsur yang saling terkait satu dengan lainnya,
    dan akan menentukan tingkat keberhasilan kepemimpinan.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 11
    Tipe & Gaya
    Kepemimpinan
    1) Otorite/Authoritarian
    2) Militeristik
    3) Paternalistis
    4) Demokratis
    5) Kharismatis

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 12
    Gaya Kepemimpinan
    Otoriter / Authoritarian
    �� Adalah gaya pemimpin yang
    memusatkan segala keputusan dan
    kebijakan yang diambil dari
    dirinya sendiri secara penuh.
    Segala pembagian tugas dan
    tanggung jawab dipegang oleh si
    pemimpin yang otoriter tersebut,
    sedangkan para bawahan hanya
    melaksanakan tugas yang telah
    diberikan.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 13
    Gaya Kepemimpinan
    Militeristik
    �� Seorang pemimpin yang bertipe militeristis
    ialah seorang pemimpin yang memiliki
    sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan
    bawahan sistem perintah yang lebih sering
    dipergunakan; Dalam menggerakkan
    bawahan senang bergantung kepada
    pangkat dan jabatannya; Senang pada
    formalitas yang berlebih-lebihan; Menuntut
    disiplin yang tinggi dan kaku dari
    bawahan; Sukar menerima kritikan dari
    bawahannya; Menggemari upacaraupacara
    untuk berbagai keadaan.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 14
    Gaya Kepemimpinan
    Paternalistik
    �� Seorang pemimpin yang tergolong sebagai
    pemimpin yang paternalistis ialah seorang
    yang memiliki ciri sebagai berikut :
    menganggap bawahannya sebagai manusia
    yang tidak dewasa; bersikap terlalu
    melindungi (overly protective); jarang
    memberikan kesempatan kepada
    bawahannya untuk mengambil keputusan;
    jarang memberikan kesempatan kepada
    bawahannya untuk mengambil inisiatif;
    jarang memberikan kesempatan kepada
    bawahannya untuk mengembangkan daya
    kreasi dan fantasinya; dan sering bersikap
    maha tahu.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 15
    Gaya Kepemimpinan
    Kharismatik
    �� Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil
    menemukan sebab-sebab-sebab mengapa seseorang
    pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa
    pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang
    amat besar dan karenanya pada umumnya
    mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat
    besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak
    dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi
    pengikut pemimpin itu.
    �� Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab
    musabab seseorang menjadi pemimpin yang
    karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa
    pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan
    gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur,
    kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai
    kriteria untuk karisma.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 16
    Gaya Kepemimpinan
    Demokratis
    �� Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin
    yang memberikan wewenang secara luas kepada para
    bawahan. Setiap ada permasalahan selalu
    mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh.
    Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin
    memberikan banyak informasi tentang tugas serta
    tanggung jawab para bawahannya.
    �� Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari
    bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama
    dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan; ikhlas
    memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada
    bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian
    diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan
    yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan
    yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya
    lebih sukses daripadanya; dan berusaha mengembangkan
    kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 17
    Model Kepemimpinan
    Kontingensional
    �� Model Kepemimpinan Kontingensi. Model kepemimpinan
    kontingensi dikembang-kan oleh Fielder. Fielder dalam
    Gibson, Ivancevich dan Donnelly (1995) berpendapat bahwa
    gaya kepemimpinan yang paling sesuai bagi sebuah
    organisasi bergantung pada situasi di mana pemimpin
    bekerja.
    �� Menurut model kepemimpinan ini, terdapat tiga variabel
    utama yang cenderung menentukan apakah situasi
    menguntukang bagi pemimpin atau tidak. Ketiga variabel
    utama tersebut adalah : hubungan pribadi pemimpin dengan
    para anggota kelompok (hubungan pemimpin-anggota);
    kadar struktur tugas yang ditugaskan kepada kelompok
    untuk dilaksanakan (struktur tugas); dan kekuasaan dan
    kewenangan posisi yang dimiliki (kuasa posisi).

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 18
    Model Kepemimpinan
    Kontingensional
    �� Berdasar ketiga variabel utama tersebut, Fiedler
    menyimpulkan bahwa : para pemimpin yang berorientasi
    pada tugas cenderung berprestasi terbaik dalam situasi
    kelompok yang sangat menguntungkan maupun tidak
    menguntungkan sekalipun; para pemimpin yang berorientasi
    pada hubungan cenderung berprestasi terbaik dalam situasisituasi
    yang cukup menguntungkan.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 19
    Kompetensi Kepemimpinan
    �� Suatu persyaratan penting bagi efektivitas atau
    kesuksesan pemimpin (kepemimpinan) dan manajer
    (manajemen) dalam mengemban peran, tugas, fungsi,
    atau pun tanggung jawabnya masing-masing adalah
    kompetensi.
    �� Konsep mengenai kompetensi untuk pertamakalinya
    dipopulerkan oleh Boyatzis (1982) yang didefinisikan
    kompetensi sebagai “kemampuan yang dimiliki
    seseorang yang nampak pada sikapnya yang sesuai
    dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungan
    organisasi dan memberikan hasil yang diinginkan”.

    Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 20
    QUI RESPONSI
    BAB-IX.
    1) Jelaskan definisi dari ‘kepemimpinan’ dan
    ‘gaya kepemimpinan’.
    2) Jelaskan perbedaan ‘tiga’ aliran teori yang
    membahas masalah ‘gaya kepemimpinan’
    tersebut !
    3) Jelaskan dan berikan contoh perbedaan 5
    (lima) tipe gaya kepemimpinan !
    4) Menurt pendapat anda ‘tipe gaya
    kepemimpinan’ seperti apakah yang cocok
    untuk dipilih sebagai presiden pada pemilu
    tahun 2009 mendatang ?

    PENGANTAR BISNIS

    Filed under: Books

    SILABUS

    PENGANTAR BISNIS

    Ahmad Ismail Hamdani, SE, MM.

    1. TATA TERTIB PERKULIAHAN

    <supportLists]—>§ Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki salinan/copy modul atau hand out, dan setiap pertemuan kuliah modul / handout WAJIB dibawa.

    <supportLists]—>§ Toleransi keterlambatan masuk kelas maksimal 30 menit dari yang dijadwalkan

    <supportLists]—>§ Toleransi pengumpulan Tugas PR maksimal 7 hari setelah Penugasan

    <supportLists]—>§ Berpakaian rapi, bersepatu, boleh menggunakan kaos yang berkrah, Dilarang kuliah memakai sandal dan celana jeans belel / kaos tanpa krah.

    <supportLists]—>§ Total kehadiran dalam perkuliahan minimal 80%, bagi yang sudah bekerja dapat diberikan dispensasi dengan menyerahkan surat keterangan kerja dari instansi/perusahaan tempat anda bekerja.

    <supportLists]—>§ Untuk menjaga ketenangan kelancaran dan kenyamanan proses belajar mengajar, Selama perkuliahan berlangsung HP harap dimatikan atau minimal aktifkan mode getar tanpa suara ring tone.

    1. CONTACT PERSON DOSEN

    <supportLists]—>§ Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan dosen diluar jadwal perkuliahan, bertempat di :

    Ruang Dosen STIE BII Lantai III, Setiap Hari : Selasa s/d Kamis Jam 18.00-21.00.

    Diluar Jadwal diatas dapat berkonsultasi dengan membuat janji terlebih dahulu HP. (081.383.141.242) atau (0878.7847.5596)

    <supportLists]—>§ Konsultasi & Pengiriman Tugas Via E-mail, dikirimkan ke email addresses sbb:

    dhanihamdhani@yahoo.co.id atau hamdhani2004@yahoo.com

    1. DESKRIPSI MATA KULIAH

    Mata kuliah ini dirancang untuk membahas konsep-konsep bisnis dasar (basic business concept) dalam konteks global yang selalu mengalami perubahan. Materi pembahasan mencakup semua fase penting dalam bisnis seperti lingkungan bisnis, kepemilikan bisnis, aspek-aspek pengoperasian, pengorganisasian, pengelolaan financial, marketing dan berbagai fungsi utama dalam bisnis.

    Selanjutnya dalam mencapai tujuan proses belajar mengajar, mata kuliah ini akan disajikan melalui kuliah klasikal, diskusi tanya jawab, tugas penulisan paper pengamatan bisnis beserta analisisnya dan ujian UTS maupun UAS.

    E. TUJUAN PERKULIAHAN

    <supportLists]—>§ Memberikan survey dan gambaran secara menyeluruh tentang semua fase penting dalam aktifitas bisnis.

    <supportLists]—>§ Mengembangkan cara berpikir kritis (analitis dan integratif) dalam penetapan berbagai konsep dasar untuk memahami situasi dan praktek bisnis.

    <supportLists]—>§ Mengembangkan sense of business melalui penugasan penulisan paper yang bersifat experiental dan kontekstual.

    1. KOMPETENSI MATAKULIAH

    Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memiliki perpektif yang luas dan gambaran secara menyeluruh tentang semua fase penting dalam aktifitas bisnis.

    F. BUKU REFERENSI

    <supportLists]—>1) Elbert, RJ and Griffin, RW. (2005), Business Essentials, Upper Saddle River, Eight Editions, N.J. Prentice Hall.

    <supportLists]—>2) Basu Swasta DH dan Ibnu Sukotji W, (2002), Pengantar Bisnis Modern, Edisi kelima Liberty Offset, Jogjakarta.

    <supportLists]—>3) Buchari Alma, (2000). Pengantar Bisnis, Edisi Revisi, PT.Alfabeta, Bandung.

    <supportLists]—>4) Husein Umar. (2001). Business an Introduction, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

    <supportLists]—>5) Indriyo Gitosudarmo, (2000) Pengantar Bisnis, Edisi 4, BPFE UGM, Yogyakarta.

    PERHATIAN

    NASKAH YANG DITAMPILKAN ‘UPLOAD’ DALAM BLOG INI

    HANYA MERUPAKAN ‘OUTLINE’ DARI NASKAH ASLI POWER POINT

    SEHINGGA TERKESAN BERANTAKAN & TIDAK RAPI

    UNTUK MENDAPATKAN FILE ASLI (PPT) & PRINT OUT NYA

    SILAHKAN MENGHUBUNGI SAYA SAAT JAM PERKULIAHAN

    =======================================
    Chapter-1.
    Understanding The Business Environment

    What is a Business?
    Business is the organized effort of individuals tom produce and sell for a profit, the goods and services that satisfy society needs.
    Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi dan memuaskan kebutuhan dari masyarakat.

    Pengertian Bisnis (lanjutan)
    Bisnis merupakan seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.
    Seseorang (individu) yang berusaha menggunakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut dengan ‘Entrepreneur”.
    Untuk menjalankan kegiatan bisnisnya seorang ‘entrepreneur’ harus mampu mengelola dan mengkombinasikan berbagai macam sumber daya yang dimiliki (6M : Money, Man, Material, Machine, Market, Method) sehingga mampu berproduksi secara optimal.

    Mengapa Bisnis Penting ?!
    Satisfy needs and wants > Customer Satisfactions
    Profit & Continuity
    Peranan bisnis sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat, karena melalui kegiatan bisnis suatu perusahaan akan dapat memenuhi setiap kebutuhan (needs) keinginan (wants) dari masyarakat konsumen yang beraneka ragam, sehingga konsumen merasa terpuaskan (customer satisfactions).
    Setiap perusahaan yang berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan konsumen maka dipastikan akan memperoleh ‘profit’ atau keuntungan dan usahanya akan terus berkembang dengan pesat ‘going concern’

    Fungsi dasar Bisnis
    Fungsi dasar Bisnis antara lain meliputi :
    Acquiring of raw material
    Manufactoring of raw material
    Distributing Product to Consumers
    Mencari dan menemukan sumber bahan baku
    Mengolah bahan baku menjadi produk jadi
    Menyalurkan produk jadi ketangan konsumen

    Bisnis = Perusahaan
    Mengacu pada pendapat Raymond E Glosh (2001), Perusahaan dapat didefinisikan sebagai organisasi yang memproses perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan jasa bagi pemuasan kebutuhan konsumen, serta diharapkan akan memperoleh laba bagi pemiliknya.
    Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsep perusahaan merupakan bagian dari konsep bisnis, namun demikian dalam pembahasan selanjutnya istilah ‘bisnis’ akan lebih sering dipergunakan dari pada ‘perusahaan’.

    Konsep Lingkungan Bisnis
    Konsep Lingkungan Bisnis
    Adalah sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya.
    Faktor2 tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu : Politik, Ekonomi, Sosbud dan teknologi, dan lingkungan industri, serta lingkungan internal yaitu meliputi aspek-aspek dan kebijakan internal didalam lingkungan perusahaan.

    Lingkungan Jauh (Makro)
    Lingkungan jauh (makro) terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya berada jauh diluar kendali perusahaan (bersifat : uncontrolable). Faktor makro yang biasanya menjadi titik perhatian perusahaan anatra lain : faktor Politik, Hukum, Ekonomi (kebijakan fiskal & moneter), Sosial Budaya dan Teknologi.
    Lingkungan makro ini selain memberikan kesempatan dan peluang bagi perusahaan untuk maju dan mengembangkan bisnisnya, sekaligus juga dapat menjadi hambatan dan ancaman yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan.

    Faktor Politik (Lingkungan makro)
    Bagi para pengusaha, arah, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha. Situasi politik yang tidak kondusif akan berdampak negatif bagi dunia usaha, begitu pula sebaliknya.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan faktor politik anatar lain :
    Stabilitas nasional : hankamnas, makar, sparatis.
    Jaminan keamanan (travel warning etc)
    Pemerintahan yang legitimate & demokratis
    Good Corporate Governance
    Kepastian Hukum & Undang-undang, HAM dll.

    Faktor Ekonomi (Lingkungan Makro)
    Kondisi perekonomian disuatu negara/daerah secara langsung dapat mempengaruhi iklim bisnis dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula iklim bisnisnya.
    Beberapa faktor penting terkait dengan kondisi ekonomi disuatu negara/daerah antara lain :
    GNP, GDP dan Pendapatan Perkapita
    Tingkat Inflasi, Suku Bunga
    Investasi (PMA & PMDN)
    Harga produk & Jasa
    Ketersediaan Energi dan sarana prasarana lainnya
    Pasar tenaga kerja

    Faktor Sosial (Lingkungan Makro)
    Kondisi sosial masyarakat memang bersifat dinamis dan selalu berubah dari masa ke masa, oleh karena itu perusahaan senantiasa dituntut mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial masyarakat.
    Kondisi sosial ini banyak sekali aspeknya misalnya sikap, gaya hidup, adat-istiadat, kultural, ekologis, demografis, religius, pendidikan maupun etnis tertentu.
    Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup (life style) akibat peningkatan income, perubahan strata sosial maupun ekses dari perkembangan teknologi.

    Faktor Teknologi (Lingkungan Makro)
    Setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu uptodate sesuai dengan keinginan konsumen.
    Perusahaan harus bersifat responsive, aktif, kreatif terhadap setiap perkembangan inovasi teknologi baru. (lihatlah ketatnya persaingan teknologi di industri automotif dan ponsel).

    LINGKUNGAN INDUSTRI
    Lingkungan industri lebih mengarah pada persaingan diantara suatu perusahaan penghasil produk yang sejenis dalam suatu area wilayah tertentu, Misal lingkungan industri otomotif untuk produsen motor di Indonesia adalah : Honda, Yamaha, Suzuki, Kawazaki, Kymko, Bajaj, dll.
    Ada 6 (enam) variabel yang berpengaruh terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri tertentu, yaitu :
    Hambatan Memasuki Pasar (Barier to Entry)
    Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pembeli
    Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pemasok
    Ketersediaan Produk Substitusi
    Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
    Pengaruh kekuatan Stake Holder

    Hambatan Memasuki Pasar (barier to Entry)
    Masuknya perusahaan pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan lama yang telah ada, misalnya terjadi perebutan pangsa pasar, sumber daya yang terbatas dsb.
    Ada beberapa faktor dan cara yang dapat dipakai untuk dapat menghambat masuknya pendatang baru kedallam suatu industri tertentu (barier to entry) antara lain :
    Skala ekonomi & Kecukupan Modal
    Diferensiasi Produk
    Peraturan Pemerintah
    Akses ke Pemasok & Saluran Distribusi

    Kekuatan Tawar Pembeli
    Pembeli (buyers) mampu mempengaruhi produsen untuk memotong harga produk tertentu, meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui berbagai keunggulan masing-masing.
    Bagaimana hal ini bisa terjadi ?
    Jika pembeli membeli dalam jumlah yang besar
    Sifat produk umum, banyak pemasok mudah mencari substitusinya

    Kekuatan Tawar Pemasok (Bargaining Power Supplier)
    Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga bahan baku atau penurunan kualitas produk/jasa.
    Pemasok akan kuat apabila :
    Jumlah pemasok sedikit
    Produk bahan baku & jasanya bersifat specifik
    Tidak tersedia produk substitusi
    Pemasok memiliki kemampuan untuk mengolah produk seperti yang dilakukan perusahaan/produsen
    Ketersediaan Produk Substitusi

    Perusahaan dalam suatu indsutri tertentu bersaing pula dengan munculnya produk substitusi atau pengganti yang juga beredar dipasaran, sebab meskipun karakteristiknya berbeda barang substitusi mampu memberikan fungsi, manfaat atau jasa yang serupa bagi konsumen.
    Konsumen yang realistis akan berpedoman pada prinsip : tiada rotan akarpun jadi.
    Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri Sejenis
    Kondisi Pasar Persaingan dalam Industri, Misal : Monopolistic, Oligopoly, Pasar Persaingan Sempurna, akan sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan.
    Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat persaingan bisnis antara lain : Karakteristik jenis dari masing-masing produk (special/unique, convenience, complementer, consumptions), Jumlah kompetitor dan tingkat pertumbuhan industri.

    Pengaruh Stake Holder
    Stake holder yang dimaksud disini adalah pihak diluar perusahaan yang secara langsung mempunyai pengaruh dan kepentingan terhadap perusahaan tersebut, misalnya : pemerintah, serikat pekerja, kreditor, pemasok, asosiasi, para pemegang saham, lingkungan masyarakat, dll.

    QUIZ BAB-1
    Gambarkan bagan/skema Lingkungan Bisnis suatu perusahaan yang meliputi lingkungan makro, industri dan mikro !
    Jelaskan masing-masing aspek atau faktor dari lingkungan bisnis perusahaan tersebut !
    Apakah aspek lingkungan makro masing-masing berdisi sendiri atau saling mempengaruhi satu dan lainnya pada perusahaan? Jelaskan pendapat anda !

    =========================================
    Chapter 2 Understanding Business And Economic System

    Memahami Hubungan Antara
    Sistem Ekonomi dan Sektor Bisnis.

    © Ahmad Ismail Hamdhani , SE,MM. – 2005

    Hakekat Ilmu Ekonomi
    Economic is a study of the ways and means by which a society allocates its limited resources in the production and distribution of good and services.
    Economic is the study of how people and society choose to use scarce resources to staisfy people unlimited wants.

    Hakikat Ilmu Ekonomi
    Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara masyarakat dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi yang sangat terbatas untuk keperluan produksi dan distribusi barang & jasa.
    Sumber daya ekonomi atau disebut juga faktor produksi antara lain meliputi (6M) : Man, Money, Material, Machine, Market, Method.
    Pemerintah kemudian mengembangkan suatu ‘sistem ekonomi’ untuk mengatur dan mengelola keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya (6M) yang sifatnya terbatas dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat yang sifatnya ‘unlimited’ tidak terbatas.

    3 (tiga) Pilar Penting dalam Kegiatan Ekonomi
    Ada 3 (tiga) pilar pokok dalam aktivitas kegiatan perekonomian disuatu negara, antara lain :
    Kegiatan produksi
    Kegiatan konsumsi
    Kegiatan pertukaran

    Mengapa Kegiatan Ekonomi tersebut timbul ?
    Kegiatan ekonomi timbul karena adanya faktor penggerak yang mampu memutar roda aktivitas kegiatan ekonomi yaitu adanya kebutuhan dan keinginan (needs & wants) masyarakat terhadap tersedianya produk barang maupun layanan jasa yang berbeda-beda dan bersifat tidak terbatas.
    Jadi adanya (needs & wants) tersebut akan menjadi tujuan sekaligus memotivasi terjadinya kegiatan berproduksi, konsumsi dan tukar menukar.

    The Different between Needs and Wants
    Needs, berarti kebutuhan, yaitu perasaan kekurangan yang harus segera dipenuhi dengan mengkonsumsi produk barang atau layanan jasa.
    Wants, merupakan suatu bentuk kebutuhan yang sudah dipengaruhi oleh budaya, habits dan kebiasaan tertentu.
    Misalnya : Pak Amir merasa sangat kehausan setelah jogging mengelilingi monas 3x, Maka logikanya ia akan memenuhi kebutuhan ‘needs’ nya dengan mencari segelas air (air putih, the, kopi, susu, etc) untuk segera diminum. Namun rupanya Pak Amir termasuk typical orang yang rewel dan suka memilih, ia tetap akan bertahan tidak minum meskipun haus, karena ia hanya akan minum ‘wants’ kalau disediakan air mineral dalam kemasan merk : Aqua.

    Hierarky Kebutuhan (menurut Maslow)
    Economic System
    Economic system is the organizational structure a society uses to balance un unlimited wants and limited resources.
    Sistem Ekonomi adalah suatu struktur organisasi dalam masyarakat yang berusaha mencari keseimbangan antara kebutuhan yang sifatnya tidak terbatas dengan sumber daya yang sangat terbatas.

    Sistem
    Sistem adalah suatu kesatuan atau unit yang terdiri dari subsistem-subsistem yang bekerjasama atau saling mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu.
    Perusahaan sebagai suatu Sistem (Business System) berarti merupakan kombinasi dari berbagai sumber daya ekonomi (6M) yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi proses pruduksi dan distribusi barang dan jasa, untuk mencapai tujuan tertentu antara lain memperoleh keuntungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
    Business System Hubungan Langsung & Tidak Langsung dalam Sistem Perusahaan

    Aktifitas Produksi
    Transformasi
    Transformasi (cont)
    Transformasi berarti terjadinya perubahan bentuk dan kegunaan (utility) dari suatu produk barang maupun jasa.
    Artinya sesuatu produk barang atau jasa yang semula dianggap remeh dan kurang memiliki manfaat, nilai dan kegunaan, setelah mengalami proses transformasi cq. Proses produksi selanjutnya akan berubah menjadi sesuatu yang lebih berguna dan memiliki nilai tambah “value added”.
    Jenis Transformasi
    Physical Transformation (Form Utility), yaitu penambahan manfaat dan niali dari sesuatu produk karena telah terjadi perubahan bentuk.
    Contoh : Dalam Industri Furniture, kayu glondongan dipotong, diukir, dibentuk menjadi meja, kursi, almari dll.
    Location Transformation (Place Utility), yaitu penambahan manfaat dan nilai dari sesuatu produk karena telah terjadi perubahan atau perpindahan lokasi, tempat kedudukannya.
    Contoh : Pasir & batu di sungai, setelah ditambang dan diangkut kedarat bisa lebih bermanfaat dan bernilai karena bisa dijadikan bahan bangunan, misal untuk membuat batako, membangun dinding, pengecoran, dsb.

    Jenis2 Transformasi (lanjutan)
    Exchange Transformation (Ownership Utility), yaitu penambahan manfaat dan nilai dari sesuatu produk karena telah terjadi perpindahan status kepemilikan.
    Contoh : Motor di showroom, Jika motor tersebut anda beli kemudian anda gunakan untuk beraktifitas, bekerja, kuliah, ngojek dsb, maka akan menjadi lebih bermanfaat.

    Physiological Transformation, (dalam Jasa hiburan & kesehatan) Yaitu terjadinya penambahan manfaat dan kenikmatan baru setelah terjadi perubahan kondisi fisik maupun psikis.
    Contoh : Anda sakit gigi datang ke dentist gigi dicabut, sakitnya hilang badan (fisik) jadi nyaman. Atau anda merasa ‘bete’ kemudian refreshing kongkow di café bersama temen2 dengerin musik, nyanyi, karaoke, setelah itu pulang hati dan perasaan (psikis) jadi senang dan bahagia.

    Sistem Ekonomi
    Sistem Ekonomi yang effective harus mampu memberikan solusi dan jawaban atas permasalahan pokok perekonomian sebagai berikut :
    Apa yang akan diproduksi ? (What)
    Berapa Jumlah produksinya? (How Much)
    Bagaimana cara memproduksi ? (How)
    Untuk Siapa produk tersebut ? (For Whom)
    What & How Much ?!

    Apa (what) yang harus diproduksi dan berapa banyak jumlahnya (how much)?
    Apa yang akan diproduksi (barang/jasa) oleh sektor bisnis (produsen) sangat ditentukan oleh needs and wants dari para konsumen pada saat ini.
    Pertimbangan utamanya adalah bahwa selera dan keinginan dari konsumen sangatlah beragam dan selalu dinamis berubah dari waktu ke waktu mengikuti trend yang sedang berkembang, Sehingga produsen harus jeli melalukan riset pemasaran untuk mengamati, membaca dan memprediksikan trend selera konsumen tersebut.

    The Different between Needs and Wants
    Needs, berarti kebutuhan, yaitu perasaan kekurangan yang harus segera dipenuhi dengan mengkonsumsi produk barang atau layanan jasa.
    Wants, merupakan suatu bentuk kebutuhan yang sudah dipengaruhi oleh budaya, habits dan kebiasaan tertentu.
    Misalnya : Pak Amir merasa sangat kehausan setelah jogging mengelilingi monas 3x, Maka logikanya ia akan memenuhi kebutuhan ‘needs’ nya dengan mencari segelas air (air putih, the, kopi, susu, etc) untuk segera diminum. Namun rupanya Pak Amir termasuk typical orang yang rewel dan suka memilih, ia tetap akan bertahan tidak minum meskipun haus, karena ia hanya akan minum ‘wants’ kalau disediakan air mineral dalam kemasan merk : Aqua.
    Bagaimana (How) ?!
    Bagaimana caranya agar sumber daya atau faktor produksi (6M) yang tersedia dapat digunakan untuk memproduksi produk barang & jasa yang diinginkan konsumen ?!.
    Pertanyaan atau problem ini harus dapat dijawab dan diselesaikan oleh sektor bisnis cq. Produsen, dimana perusahaan dituntut untuk dapat berproduksi secara efektif dan efisien dalam menghasilkan produk barang & jasa yang berkualitas dan mampu memberikan kepuasan kepada para konsumennya (customer satisfaction).
    For Whom ?!
    For Whom, berarti untuk siapa output (produk barang & jasa) itu diproduksi, atau bagaimana produk barang dan jasa tersebut dibagikan diantara warga masyarakat?
    Masalah ini tergantung dari ‘Purchasing Power’ atau daya beli dari masing-masing anggota masyarakat, yang diukur dari jumlah ‘kocek’ uang yang dimiliki. Artinya golongan masyarakat yang memiliki daya beli kuat (karena banyak duit = BORJU) akan mampu membeli barang dan jasa yang berkualitas, bermutu tinggi dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat yang daya belinya rendah (GEL).
    Mekanisme Harga Menjawab Permasalahan Pokok Perekonomian

    QUIZ LATIHAN SOAL CHAPTER – 2
    Jelaskan Pengertian dan hakikat dari ‘Ilmu Ekonomi’? Jelaskan Pula beberapa macam ‘Sumber Daya Ekonomi’ (6M) yang anda ketahui !
    Jelaskan alasan mengapa ‘kegiatan ekonomi’ atau ‘aktifitas bisnis’ dapat timbul/terjadi dilingkungan masyarakat?
    Apakah yang anda ketahui tentang “Economic System” dan “Business System” ?.
    Apakah yang menjadi Permasalahan Pokok dalam Perekonomian suatu negara?, Jelaskan bagaimana ‘Circular Flow’ dalam “Mekanisme Harga” dapat menjawab Pokok Permasalahan Perekonomian tersebut? (Lengkapi dengan Gambar Diagram).

    ========================================================

    Chapter – 3
    “Understanding Business Ownership”
    Memahami Bentuk-bentuk Badan Usaha
    dan Kepemilikan Bisnis

    © Copyright : Ahmad Ismail Hamdhani, SE,MM.
    All Right Reserved – 2002-2003.
    Bentuk-bentuk Badan Usaha Kepemilikan Bisnis
    Keputusan mengenai pemilihan bentuk kepemilikan bisnis (bentuk badan usaha) merupakan langkah awal dalam menjalankan suatu aktifitas bisnis.
    Konsep dasar mengenai bentuk badan usaha atau kepemilikan bisnis bersumber pada UUD’45 Pasal 33 yang menjelaskan mengenai Konsep Demokrasi Ekonomi.
    Dalam konsep Demokrasi Ekonomi terdapat adanya jaminan kebebasan berusaha bagi seluruh warga negara RI dengan memperhatikan adanya batasan-batasan tertentu.

    Pembatasan Aktifitas Bisnis Untuk Jenis Usaha Tertentu
    Ada (2) dua jenis bidang usaha strategis dimana pemerintah secara aktif ikut campur tangan untuk membatasi peranan swasta (adanya monopoli oleh pemerintah), yaitu :
    Jenis usaha vital yang memiliki peranan penting dalam perekonomian negara (sebagai sumber penghasil devisa) dikuasai oleh pemerintah cq. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara lain Minyak (Pertamina), Gas (Perushn Gas Negara), Hasil-hasil Pertambangan (PT.Aneka Tambang, PT.Tambang Timah).
    Jenis usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak, misal usaha kelistrikan ( PLN), transportasi kereta api (PT.KAI dulu PJKA), Pos(PT.Pos Indonesia), dan Telekomunikasi (PT.Telkom Indonesia, PT.Indosat).

    Bentuk Badan Usaha Kepemilikan Bisnis di Indonesia
    Di Indonesia kita mengenal adanya 3 (tiga) macam bentuk badan usaha atau kepemilikan bisnis, yaitu :
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) & BUMD
    Badan Usaha Milik Swasta (Perushn Swasta)
    Koperasi
    Yayasan

    Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
    BUMN adalah sebuah bentuk badan usaha yang didirikan oleh negara dan status
    kepemilikannya dipegang oleh Pemerintah cq. Meneg BUMN.
    Saat ini terdapat berbagai macam bentuk BUMN, antara lain :
    PERJAN (Perusahaan Jawatan) Govermental Agency
    PN (Perusahaan Negara)
    PERUM (Perusahaan Umum) Public Corporation
    PERSERO (PT. Persero) Government / State Company
    BUMD (Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah).
    BUMN PERJAN dan PERUM
    Dibidang usaha transportasi kereta api, dulu bernama PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api), kemudian berubah menjadi PERUMKA (Perusahaan Umum Kereta Api), dan sekarang berubah status menjadi PT. (Persero) KAI.
    Perusahaan Umum (PERUM) : dulu ada PERUMTEL (sekarang berubah ‘go public’ menjadi PT. Persero Telkom Indonesia), PERUM POS & GIRO (sekarang jadi PT. Persero POS Indonesia), PERUM PERURI, PERUM PELNI, PERUM PEGADAIAN, PERUM BALAI PUSTAKA.
    BUMN PN dan PERSERO
    Perusahaan Negara (PN), dulu namanya Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) bentuk ini kemudian berubah menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan (PTP). Contoh lain : PN DAMRI yang kemudian berubah menjadi PERUM DAMRI. (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia).

    Saat ini banyak sekali BUMN yang berubah bentuk menjadi PT (Persero), hal ini terkait dengan rencana privatisasi atau ‘go public’ beberapa BUMN untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas ikut andil dalam ‘kepemilikan saham’ dari beberapa perusahaan milik negara.
    PT Persero berarti kepemilikan pemerintah/negara diwujudkan dalam bentuk saham dan
    pemerintah menugaskan kementrian terkait sebagai pemegang saham.

    BUMN PT. PERSERO
    Dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham BUMN kepada masyarakat investor (DN/LN) akan digunakan pemerintah sebagai sumber pembiayaan APBN dan membayar kewajiban hutang luar negeri.
    Beberapa BUMN yang telah ‘go public’ antara lain : PT (Persero) Telkom Indonesia, PT (Persero) Indosat, PT (Persero) Aneka Tambang, PT (Persero) Tambang Timah dan lain-lain.
    Kebijakan privatisasi ini banyak menimbulkan kontroversi dan perdebatan publik sebagai akibat terpuruknya perekonomian Indonesia karena krisis moneter yang berkepanjangan dan berkembang menjadi krisis multi dimensi.

    Ciri-ciri bentuk BUMN & BUMD
    Modalnya disetor oleh pemerintah melalui Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD) yang biasanya ditransfer lewat Bank Pemerintah dan Bank Pembangunan Daerah (DPD).
    Seluruh modalnya adalah Milik Negara atau Pemerintah Daerah (Pemda).
    Bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan kemakmuran rakyat.
    Tolok ukur keberhasilan BUMN/BUMD dilihat dari ‘Seberapa banyak anggota masyarakat yang memperoleh pelayanan dengan harga yang wajar’.

    BUMN di Indonesia
    Saat ini (2001) BUMN yang ada di Indonesia berjumlah 189 perusahaan, yang bernaung dibawah beberapa Departemen dan ada pula yang tidak bernaung dibawah Departemen tertentu.
    Masing-masing BUMN mengalami perkembangan yang berbeda-beda, ada yang mampu beroperasi dengan efektif dan efisien sehingga memiliki kondisi keuangan yang sehat, ada juga BUMN yang kondisi keuangannya mengkhawatirkan sehingga terpaksa harus dilikuidasi agar tidak membebani keuangan negara.
    Pedoman penilaian Kesehatan Kondisi Keuangan BUMN menggunakan dasar acuan KMK Anomor : 740/KMK-00/1989, bahwa penilaian kesehatan keuangan BUMN ditinjau dari aspek Rentabilitas, Likuiditas, Solvabilitas.

    BUMS Badan Usaha Milik SWASTA
    Merupakan badan usaha atau perusahaan yang kepemilikannya sepenuhnya berada ditangan individu, perseorangan atau swasta.
    Bentuk badan usaha ini (Perusahaan Swasta) umumnya diasosiasikan sebagai badan usaha yang bertujuan semata-mata untuk memperoleh keuntungan semata ‘profit oriented’.
    Pada kenyataannya ada juga beberapa perusahaan swasta yang bermotif ‘non-profit oriented’ atau nir-laba, misal : Rumah Sakit, (Lembaga/Institusi Pendidikan) seperti Sekolah, Akademi, Sekolah Tinggi, Universitas, Panti Asuhan, Pondok Pesantren dan lain sebagainya.

    Bentuk-bentuk Badan Usaha Milik SWASTA di Indonesia
    Di Indonesia ada beberapa bentuk badan usaha milik swasta (perusahaan swasta) antara lain :
    Perusahaan Perseorangan
    Persekutuan Firma
    Perseroan Komanditer (CV)
    Perseroan Terbatas (PT/NV)
    Yayasan
    Perusahaan Perseorangan

    Perusahaan Perseorangan (Sole Proprietorship)
    Merupakan suatu bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh seorang individu, dimana orang tersebut menjalankan usahanya untuk mendapatkan keuntungan dari aktifitas bisnisnya.
    Sustainability atau kelangsungan hidup dan perkembangan bisnis perusahaan dimasa mendatang sangat tergantung pada kemampuan pemilik untuk ‘memanage’ selurus aspek dalam aktifitas bisnisnya, mulai dari aktifitas produksi, operasional, pemasaran, pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia yang dimiliki, secara efektif, efisien dan seoptimal mungkin.

    Kebaikan dan Kelemahan Perusahaan Perseorangan
    KEBAIKAN
    Mudah untuk memulai & membubarkan
    Adanya kebebasan dan fleksibilitas
    Pemilik menguasai seluruh keuntungan
    Kerahasiaan terjamin
    Aspek perijinan mudah
    Motivasi usaha tinggi

    KELEMAHAN
    Tanggung Jawab Pemilik tidak terbatas
    Keterbatasan kemampuan manajerial
    Keterbatasan sumber keuangan/permodalan
    Kontinuitas bisnis rendah
    Overtime, menyita banyak waktu pemilik

    Persekutuan Firma
    Bentuk ini merupakan suatu persekutuan / kongsi dari dua orang pengusaha atau lebih menjadi satu kesatuan usaha bersama. Jadi perusahaan ini dimiliki oleh beberapa orang dan dipimpin / dikelola oleh beberapa orang pula.
    Pada umumnya persekutuan meraka bertujuan untuk menjadikan usahanya lebih besar dan kuat dari aspek permodalan dan manajerial.
    Untuk nama perusahaan biasanya diambil dari nama salah seorang anggota persekutuan dan ditambah dengan sebutan ‘Co’. (Co = Compagnion = rekan). Misal KAP Hadori & Co. atau LKBH Ruhut Sitompul & Co. Ada juga Firma Hamdan Zoelfa & Co.

    Kebaikan dan Kelemahan Persekutuan Firma
    KEBAIKAN
    Jumlah Permodalan relatif lebih besar dari Pershn Perseorangan
    Kemampuan Manajerial lebih solid
    Kontinuitas bisnis lebih terjamin
    Lebih mudah dalam memperoleh kredit
    Pendirian mudah

    KELEMAHAN
    Tanggung Jawab Pemilik tidak terbatas
    Sering timbul conflict of interest diantara anggota firma

    Perseroan Komanditer Cammanditaire Venotschaap (CV)
    Menurut pasal 19 KUHD, Perseroan Komanditer (CV) adalah Suatu perjanjian kerjasama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur, mengelola perusahaan dan bertanggung jawab penuh terhadap kekayaan pribadinya – dengan orang-orang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan namun sanggup bertanggung jawab sebatas pada kekayaan atau modal yang diikutsertakan dalam perusahaan (CV) tersebut.

    ‘Sekutu Komanditer’ dan ‘Sekutu Komplementer’ dalam CV
    Dalam perusahaan yang berbentuk ‘CV’ terdapat 2 (dua) jenis sekutu yang berlainan sifat dan tugasnya, yaitu ‘Sekutu Komanditer’ dan ‘Sekutu Komplementer’.
    Sekutu Komanditer : merupakan anggota yang tidak aktif atau hanya sebatas ikut serta menanamkan ‘mandat’ berupa investasi setoran modal untuk dikelola dalam aktifitas bisnis perusahaan.

    Sekutu Komplementer : merupakan anggota aktif yang secara langsung terjun mengelola aktifitas bisnis perusahaan dan bertanggung jawab penuh terhadap segala permasalahan dan kewajiban perusahaan.
    Kebaikan dan Kelemahan Persekutuan Firma

    KEBAIKAN
    Jumlah Permodalan relatif lebih besar ada investor(komanditer).
    Kemampuan Manajerial lebih solid
    Kontinuitas bisnis lebih terjamin
    Lebih mudah dalam memperoleh kredit
    Pendirian mudah

    KELEMAHAN
    Sebagian sekutu (komplementer) memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas
    Agak sulit untuk menarik kembali modal yang telah diinvestasikan

    Perseroan Terbatas (PT) Naamloze Vennoschap (NV)
    Perseroan Terbatas (PT) yang juga disebut Naanloze Vennoschap (NV) merupakan bentuk perusahaan yang terdiri atas pemegang saham yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang disetorkan.
    PT yang telah ‘go-public’ di Bursa Efek Jakarta (BEJ) maka akan berstatus PT.tbk (terbuka) Sehingga dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk menyertakan modalnya kedalam bisnis tersebut dengan cara membeli saham yang dikeluarkan oleh perusahaan itu. Contoh : PT.Matahari Putra Prima,tbk. PT.HM.Sampoerna,tbk. PT.Indosat,tbk. Dll. (Silahkan anda klik website : www.jsx.co.id. Untuk melihat perusahaan nasional yang sudah go-publik di Bursa Efek Jakarta.

    Perseroan Terbatas (PT) Saham Kepemilikan
    Dengan membeli saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang telah ‘go-public’ dan ‘listing’ di Bursa Efek Jakarta, Maka masyarakat sebagai investor pemegang saham akan ikut serta menjadi ‘pemilik’ perusahaan tersebut, dan berhak memperoleh bagian keuntungan berupa ‘deviden’, berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
    Saham yang dikeluarkan oleh PT pada dasarnya digolongkan kedalam dua jenis saham yaitu : saham biasa (common stock) dan saham istimewa (prefered stock).

    Perseroan Terbatas (PT) Ciri-ciri dari PT
    Didirikan dengan akte notaris dan harus disahkan oleh Departemen Kehakiman dan dicatatkan dalam Berita Acara Negara.
    Merupakan persekutuan modal dan memberikan kepercayaan kepada orang2 profesional sebagai pengelola PT (Dewan Direksi).
    Maju mundurnya PT tergantung dari kinerja dan kecakapan Dewan Direksi sebagai pengelola PT.
    Hak suara dalam RUPS, bagian keuntungan (deviden) sebanding dengan besar kecilnya andil kepemilikan saham dari masing2 anggota.
    Umumnya bersifat apatis dan acuh terhadap perkembangan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, sehingga saat pemerintah mengeluarkan UU tentang Corporate Social Responsibility (CSR).

    Keunggulan dari PT
    Jumlah Permodalan relatif lebih besar karena PT mempunyai banyak investor (pemegang saham).
    Kemampuan Manajerial lebih solid, karena PT memperkerjakan orang2 yg profesional dibidangnya (Direksi, Manager)
    Kontinuitas bisnis lebih terjamin, memiliki masa berlaku yang tidak terbatas.
    Ada pemisahan antara aset atau kekayaan pemilik (pemegang saham) dan aset serta kewajiban utang PT. (Tanggung jawab pemilik / investor hanya sebatas saham yang dimilikinya saja).
    Koperasi

    UU No.25/1992 : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.
    Tokoh koperasi di Indonesia ‘DR.Mohammad Hatta’ sebagai Bapak koperasi Indonesia, menyatakan bahwa faham koperasi merupakan penjabaran jiwa dan semanggat dari Pasal 33 ayat 1 UUD 1945. Yaitu bahwa Perekonomian merupakan suatu usaha bersama (komunal) masyarakat yang dilaksanakan berdasarkan asas kekeluargaan.

    Bentuk Koperasi
    Bentuk Koperasi digolongkan menjadi beberapa jenis, antara lain :
    Koperasi Konsumsi
    Koperasi Produksi
    Koperasi Kredit (S/P)
    Koperasi Jasa
    Koperasi Serba Usaha
    Koperasi Produksi Koperasi Konsumsi
    Koperasi Produksi, badan usaha yang berusaha secara bersama-sama dalam pengadaan dan penyediaan sarana-prasarana produksi, bahan baku, gudang penyimpanan & pemasaran hasil produksi, serta keperluan lain untuk melayani kepentingan proses produksi anggotanya.
    Koperasi Konsumsi, adalah koperasi yang bergerak dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bagi para anggotanya, misal kebutuhan sembako bagi PNS (KPN DEPKES), kebutuhan ATK dan buku bagi pelajar & mahasiswa (KOPMA FE UI).

    Koperasi Jasa Koperasi Serba Usaha
    Koperasi Jasa, bergerak dibidang jasa pelayanan umum yang diperlukan bagi para anggotanya, Misal : Kopaja (Koperasi Angkutan Jakarta), Kospin Jasa (Koperasi Simpan Pinjam & Jasa).
    Koperasi Serba Usaha, adalah badan usaha yang mengelola dan menyediakan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh para anggotanya, Misal: KUD (Koperasi Unit Desa) yang ada disetiap kecamatan biasanya menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari kebutuhan hidup sehari-hari / sembako, pupuk pertanian, pakan ternak, simpan-pinjam, dll.

    Tingkatan Jenjang Organisasi Koperasi
    Organisasi Eksternal
    Induk Koperasi
    (Tingkat Nasional)
    Gabungan Koperasi (Propinsi)
    Pusat Koperasi (Kabupaten & Kodya)
    Primer Koperasi (Pedesaan, Perkantoran, Institusi lainnya)
    Organisasi Internal
    Rapat Anggota
    Badan Pemeriksa
    Pengurus Koperasi
    Anggota Biasa

    Yayasan
    Yayasan merupakan bentuk organisasi swasta yang pada umumnya didirikan untuk tujuan-tujuan sosial kemasyarakatan yang tidak berorientasi pada keuntungan bisnis semata ‘profit oriented’. Contoh : Yayasan Panti Asuhan & Panti Jompo, Yayasan Yatim Piatu, Yayasan Pendidikan, Yayasan Rumah Sakit, dsb.
    Untuk mencapai tujuan dan menyediakan dana operasional maka yayasan berusaha mengumpulkan uang atau juga bantuan berupa sumbangan amal, zakat, infak, shodaqoh maupun sumbangan barang lainnya dari masyarakat yang peduli. Dalam mengumpulkan dana ini kadang sebuah yayasan mendirikan usaha-usaha tertentu dibawah koordinasi Yayasan. Contoh : YPAC, Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Pusaka Nusantara, Yayasan Yatim Piatu ‘Halimah Tuzstadiah-Dorce’ dsb.

    Quiz – Chapter 3
    Jelaskan faktor apa saja yang menjadi pertimbangan untuk memilih bentuk badan usaha yang akan anda dirikan ?
    Mengapa orang cenderung memilih bentuk badan usaha Perseroan terbatas (PT)?
    Mengapa dikatakan Koperasi dianggap sebagai badan usaha yang cocok dan sesuai dengan karakter rakyat Indonesia?
    Kecenderungan saat ini secara bertahap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai diprivatisasi dan diarahkan menjadi perusahaan publik (go-public) berbentuk PT.(Persero), Jelaskan mengapa demikian ?

    Get free blog up and running in minutes with Blogsome
    Theme designed by Jay of onefinejay.com