Bahan Kuliah dan Jurnal Manajemen




May 31, 2008

KONSEP PARIWISATA

Filed under: Pariwisata

KONSEP PARIWISATA

(KAJIAN SOSIOLOGI DAN EKONOMI)

I Gusti Bagus Rai Utama, SE., MMA., MA.

 

A.     Etika Perencanaan Suatu Kawasan Wisata.

             Syamsu, dkk (2001) mengatakan bahwa Perencanaan pengembangan suatu kawasan wisata memerlukan tahapan-tahapan pelaksanaan seperti: Marketing Research, Situational Analysis, Marketing Target, Tourism Promotion, pemberdayaan masyarakat dan swasta dalam promosi dan Marketing. Lebih lanjut dijelaskan, untuk menjadikan suatu kawasan menjadi objek wisata yang berhasil haruslah memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut. (1) Faktor kelangkaan (Scarcity) yakni: sifat objek/atraksi wisata yang tidak dapat dijumpai di tempat lain, termasuk kelangkaan alami maupun kelangkaan ciptaan. (2) Faktor kealamiahan (Naturalism) yakni: sifat dari objek/atraksi wisata yang belum tersentuh oleh perubahan akibat perilaku manusia. Atraksi wisata bisa berwujud suatu warisan budaya, atraksi alam yang belum mengalami banyak perubahan oleh perilaku manusia. (3) Faktor Keunikan (Uniqueness) yakni sifat objek/atraksi wisata yang memiliki keunggulan komparatif dibanding dengan objek lain yang ada di sekitarnya. (4) Faktor pemberdayaan masyarakat (Community empowerment). Faktor ini menghimbau agar masyarakat lokal benar-benar dapat diberdayakan dengan keberadaan suatu objek wisata di daerahnya, sehingga masyarakat akan memiliki rasa memiliki agar menimbulkan keramahtamahan bagi wisatawan yang berkunjung. (5) Faktor Optimalisasi lahan (Area optimalsation) maksudnya adalah lahan yang dipakai sebagai kawasan wisata alam digunakan berdasarkan pertimbangan optimalisasi sesuai dengan mekanisme pasar. Tanpa melupakan pertimbangan konservasi, preservasi, dan proteksi. (6) Faktor Pemerataan harus diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan manfaat terbesar untuk kelompok mnasyarakat yang paling tidak beruntung serta memberikan kesempatan yang sama kepada individu sehingga tercipta ketertiban masyarakat tuan rumah menjadi utuh dan padu dengan pengelola kawasan wisata.

 

B.     Pariwisata Berkelanjutan

Menutut Ardiwidjaja (2003), berkelanjutan dapat diartikan kelestarian yang menyangkut aspek fisik, sosial, dan politik dengan memperhatikan pengelolaan sumber daya alam (resources management) yang mencakup hutan, tanah, dan air, pengelolaan dampak pembangunan terhadap lingkungan, serta pembangunan sumber daya manusia (human resources development).

Sedangkan Swarbrooke (1998), mengatakan bahwa pada hakekatnya pariwisata berkelanjutan harus terintegrasi pada tiga dimensi. Tiga dimensi tersebut adalah, (1) dimensi lingkungan, (2) dimensi ekonomi, dan (3) dimensi sosial.

Selanjutnya berdasarkan konteks pembangunan berkelanjutan, pariwisata berkelanjutan dapat didefinisikan sebagai: pembangunan kepariwisataan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan dengan tetap memperhatikan kelestarian (conservation, environmental dimention), memberi peluang bagi generasi muda untuk memanfaatkan (economic dimention) dan mengembangkannya berdasarkan tatanan social ( social dimention ) yang telah ada.

 

 

C.     Jenis-jenis Pariwisata

Menurut Pendit (1994), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah sebagai berikut.

 



1.      Wisata Budaya

Yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Seiring perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik, dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.

 

2.      Wisata Maritim atau Bahari

Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air, lebih–lebih di danau, pantai, teluk, atau laut seperti memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan pemotretan, kompetisi berselancar, balapan mendayung, melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah atau negara–negara maritim, di Laut Karibia, Hawaii, Tahiti, Fiji dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat dan daerah yang memiliki potensi wisata maritim ini, seperti misalnya Pulau–pulau Seribu di Teluk Jakarta, Danau Toba, pantai Pulau Bali dan pulau–pulau kecil disekitarnya, taman laut di Kepulauan Maluku dan sebagainya. Jenis ini disebut pula wisata tirta.

 

3.      Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi)

Untuk jenis wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha–usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. Wisata cagar alam ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat. Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh–tumbuhan yang jarang terdapat di tempat–tempat lain. Di Bali wisata Cagar Alam yang telah berkembang seperti Taman Nasional Bali Barat dan Kebun Raya Eka Karya

 

4.      Wisata Konvensi

            Yang dekat dengan wisata jenis politik adalah apa yang dinamakan wisata konvensi. Berbagai negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional. Jerman Barat misalnya memiliki Pusat Kongres Internasiona (International Convention Center) di Berlin, Philipina mempunyai PICC  (Philippine  International Convention Center) di Manila dan Indonesia mempunyai Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan sidang–sidang pertemuan besar dengan perlengkapan modern. Biro konvensi, baik yang ada di Berlin, Manila, atau Jakarta berusaha dengan keras untuk menarik organisasi atau badan–badan nasional maupun internasional untuk mengadakan persidangan mereka di pusat konvensi ini dengan menyediakan fasilitas akomodasi dan sarana pengangkutan dengan harga reduksi yang menarik serta menyajikan program–program atraksi yang menggiurkan.

 

5.      Wisata Pertanian (Agrowisata)

            Sebagai halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.

           

 

6.      Wisata Buru

            Jenis ini banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah, singa, ziraf, dan sebagainya.             Di India, ada daerah–daerah yang memang disediakan untuk berburu macan, badak dan sebagainya, sedangkan di Indonesia, pemerintah membuka wisata buru untuk daerah Baluran di Jawa Timur dimana wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan.

 

7.      Wisata Ziarah

            Jenis wisata ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat–tempat suci, ke makam–makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau gunung yang dianggap keramat, tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda. Wisata ziarah ini banyak dihubungkan dengan niat atau hasrat sang wisatawan untuk memperoleh restu, kekuatan batin, keteguhan iman dan tidak jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah. Dalam hubungan ini, orang–orang Khatolik misalnya melakukan wisata ziarah ini ke Istana Vatikan di Roma, orang–orang Islam ke tanah suci, orang–orang Budha ke tempat–tempat suci agama Budha di India, Nepal, Tibet dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat–tempat suci atau keramat yang dikunjungi oleh umat–umat beragama tertentu, misalnya seperti Candi Borobudur, Prambanan, Pura Basakih di Bali, Sendangsono di Jawa Tengah, makam Wali Songo, Gunung Kawi, makam Bung Karno di Blitar dan sebagainya. Banyak agen atau biro perjalanan menawarkan wisata ziarah ini pada waktu–waktu tertentu dengan fasilitas akomodasi dan sarana angkuatan yang diberi reduksi menarik ke tempat–tempat tersebut di atas.

            Sesungguhnya daftar jenis–jenis wisata lain dapat saja ditambahkan di sini, tergantung kapada kondisi dan situasi perkembangan dunia kepariwisataan di suatu daerah atau negeri yang memang mendambakan industri pariwisatanya dapat meju berkembang. Pada hakekatnya semua ini tergantung kepada selera atau daya kreativitas para ahli profesional yang berkecimpung dalam bisnis industri pariwisata ini. Makin kreatif dan banyak gagasan–gagasan yang dimiliki oleh mereka yang mendedikasikan hidup mereka bagi perkembangan dunia kepariwisataan di dunia ini, makin bertambah pula bentuk dan jenis wisata yang dapat diciptakan bagi kemajuan industri ini, karena industri pariwisata pada hakikatnya kalau ditangani dengan kesungguhan hati mempunyai prospektif dan kemungkinan sangat luas, seluas cakrawala pemikiran manusia yang melahirkan gagasan–gagasan baru dari waktu–kewaktu. Termasuk gagasan–gagasan untuk menciptakan bentuk dan jenis wisata baru tentunya.

           



D.    Tipologi Wisatawan

Menurut Plog (1972) dan Pitana (2005), menjelaskan konsep sosiologi tentang wisatawan menjadi sangat penting, kemudian Plog mengelompokkan tipologi wisatawan sebagai berikut:

1.      Allocentris, yaitu wisatawan hanya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum diketahui, bersifat petualangan, dan mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh masyarakat local.

2.      Psycocentris, yaitu wisatawan yang hanya ingin mengunjungi daerah tujuan wisata sudah mempunyai fasilitas dengan standar yang sama dengan di negaranya.

3.      Mid-Centris, yaitu terletak diantara tipologi Allocentris dan Psycocentris

             Menurut Pitana (2005), tipologi wisatawan perlu diketahui untuk tujuan perencanaan, termasuk dalam pengembangan kepariwisataan, tipologi yang lebih sesuai adalah tipologi berdasarkan atas kebutuhan riil wisatawan sehingga pengelola dalam melakukan pengembangan objek wisata sesuai dengan segmentasi wisatawan. Pada umumnya kelompok wisatawan yang datang ke Indonesia terdiri dari kelompok wisatawan psikosentris (Psycocentris). Kelompok ini sangat peka pada keadaan yang dipandang tidak aman dan sangsi akan keselamatan dirinya, sehingga wisatawan tersebut enggan datang atau membatalkan kunjungannya yang sudah dijadualkan (Darsoprayitno, 2001)

             Berdasarkan hal inilah, teori di atas ditulis kembali dengan harapan untuk mengingatkan kembali bahwa wisatawan yang datang ke Indoensia dari kelompok Psycocentris sehingga siapapun yang menjadi pengelola objek wisata di Indonesia dapat memperhatikan karakteristik di atas.

 

E.     Ekologi Pariwisata

Menurut Haeckel (1865) dan Darsoprayitno (2001), ekologi didefinisikan sebagai ilmu mengenai hubungan timbal balik antar unsur hayati dengan tata alam di sekitarnya, hubungan timbal balik ini merupakan irama kehidupan alami yang di sebut ekosistem. Lebih lanjut  Darsoprayitno (2001), mengatakan bahwa lingkungan hidup manusia dibentuk oleh dua kelompok unsur terdiri dari kelompok nonhayati dan kelompok hayati. Pada kelompok hayati seperti tumbuhan dan hewan yang belum dibudidayakan oleh manusia sangat tergantung pada tata alam.

Dari definisi di atas dapat dikatakan ekologi pariwisata adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antar unsur hayati yang dapat dibudidayakan dan nonhayati yang dapat dikelola untuk kegiatan pariwisata tanpa harus menyimpang dari tata alam yang ada (Pencagaran). Dalam konteks ekologi pariwisata menurut Darsoprayitno (2001), bahwa alam dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata dengan menerapkan asas pencagaran sebagai berikut:

1.      Benefisiasi; kegiatan kerja meningkatkan manfaat tata lingkungan dengan teknologi tepatguna, sehingga yang semula tidak bernilai yang menguntungkan, menjadi meningkat nilainya secara sosial, ekonomi, dan budaya.

2.      Optimalisasi; usaha mencapai manfaat seoptimal mungkin dengan mencegah kemungkinan terbuangnya salah satu unsur sumberdaya alam dan sekaligus meningkatkan mutunya.

3.      Alokasi; suatu usaha yang berkaitan dengan kebijakan pembangunan dalam menentukan peringkat untuk mengusahakan suatu tata lingkungan sesuai dengan fungsinya, tanpa mengganggu atau merusak tata alamnya.

4.      Reklamasi; memanfaatkan kembali bekas atau sisa suatu kegiatan kerja yang sudah ditinggalkan untuk dimanfaatkan kembali bagi kesejahteraan hidup manusia.

5.      Substitusi; suatu usaha mengganti atau mengubah tata lingkungan yang sudah menyusut atau pudar keualitasnya dan kuantitasnya, dengan sesuatu yang sama sekali baru sebagai tiruannya atau lainnya dengan mengacu pada tata lingkungannya

6.      Restorasi;mengembalikan fungsi dan kemampuan tata lingkungan alam atau budayanya yang sudah rusak atau terbengkalai, agar kembali bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

7.      Integrasi; pemanfaatan tata lingkungan secara terpadu hingga satu dengan yang lainnya saling menunjang, setidaknya antara perilaku budaya manusia dengan unsur lingkungannya baik bentukan alam, ataupun hasil binaannya.

8.      Preservasi; suatu usaha mempertahankan atau mengawetkan runtunan alami yang ada, sesuai dengan hukum alam yang berlaku hingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

 

F.      Jaringan Kegiatan Pariwisata

            Kegiatan pariwisata pada dasarnya dapat dipadu dalam satu jaringan kegiatan kerja yang diawali oleh adanya kegiatan manusia yang melakukan perjalanan di darat, di laut dan di udara. Kegiatan wisatawan dalam mengunjungi objek wisata (Alam, budaya maupun minat khusus) pada daerah tujuan wisata dipengaruhi oleh adanya promosi wisata, kemudahan transportasi, restorasi, akomodasi serta pelayanan pemandu wisata.

 

G.    Kajian Ekonomi Pariwisata

Untuk dapat menghubungkan antara konsep ekonomi dan pariwisata terlebih dahulu akan dijelaskan konsep-konsep sebagai berikut:

1.      Aspek Penawaran Pariwisata

             Menurut Medlik 1980 dalam Ariyanto 2005, ada empat aspek (4A) yang harus diperhatikan dalam penawaran pariwisata. Aspek-aspek adalah:

a)      Attraction (daya tarik), dimana daerah tujuan wisata dalam menarik wisatawan hendaknya memiliki daya tarik baik daya tarik berupa alam maupun masyarakat dan budayanya .

b)      Accesable (bisa dicapai), hal ini dimaksudkan agar wisata domestik dan mancanegara dapat dengan mudah dalam pencapaian tujuan ke tempat wisata

c)      Fasilitas (Amenities), syarat yang ketiga ini memang menjadi salah satu syarat Daerah Tujuan Wisata (DTW) dimana wisatawan dapat dengan kerasan tinggal lebih lama di Daerah tersebut.

d)      Adanya Lembaga Pariwisata (Ancillary). Wisatawan akan semakin sering mengunjungi dan mencari DTW (Daerah Tujuan Wisata) apabila di daerah tersebut wisatawan dapat merasakan keamanan, (Protection of Tourism) dan terlindungi baik melaporkan maupun mengajukan suatu kritik dan saran mengenai keberadaan mereka selaku pengunjung / Orang bepergian.

2.      Aspek Permintaan Pariwisata

Lebih lanjut Menurut Medlik 1980 dalam Ariyanto 2005, menjelaskan ada tiga pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan permintaan pariwisata, tiga pendekatan tersebut adalah sebagai berikut:

a)      Pendekatan ekonomi, pendapat para ekonom mengatakan dimana permintaan pariwisata menggunakan pendekatan elastisitas permintaan/pendapatan dalam menggambarkan hubungan antara permintaan dengan tingkat harap ataukah permintaan dengan variable lainnya.

b)      Pendekatan geografi, sedangkan para ahli geografi berpendapat bahwa untuk menafsirkan permintaan harus berpikir lebih luas dari sekedar penaruh harga, sebagai penentu permintaan karena termasuk yang telah melakukan perjalanan maupun yang karena suatu hal belum mampu melakukan wisata karena suatu alasan tertentu.

c)      Pendekatan psikologi, para ahli psikologi berpikir lebih dalam melihat permintaan pariwisata, termasuk interaksi antara kepribadian calon wisatawan, lingkungan dan dorongan dari dalam jiwanya untuk melakukan kepariwisataan.

3.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pariwisata

                    Menurut Medlik 1980 dalam Ariyanto 2005, faktor-faktor utama dan faktor lain yang mempengaruhi permintaan pariwisata dapat dijelaskan sebagai berikut,

a)      Harga, harga yang tinggi pada suatu daerah tujuan wisata maka akan memberikan imbas/timbal balik pada wisatawan yang akan bepergian/calon wisata, sehingga permintaan wisatapun akan berkurang begitupula sebaliknya.

b)      Pendapatan, apabila pendapatan suatu negara tinggi maka kecendrungan untuk memilih daerah tujuan wisata sebagai tempat berlibur akan semakin tinggi dan bisa jadi mereka membuat sebuah usaha pada DTW jika dianggap menguntungkan.

c)      Sosial Budaya, dengan adanya sosial budaya yang unik dan bercirikan atau dengan kata lain berbeda dari apa yang ada di negara calon wisata berasal maka, peningkatan permintaan terhadap wisata akan tinggi hal ini akan membuat sebuah keingintahuan dan penggalian pengetahuan sebagai khasanah kekayaan pola pikir budaya mereka.

d)      Sospol (Sosial Politik), dampak sosial politik belum terlihat apabila keadaan DTW dalam situasi aman dan tenteram, tetapi apabila hal tersebut berseberangan dengan kenyataan, maka Sospol akan sangat terasa dampak/pengaruhnya dalam terjadinya permintaan.

e)      Intensitas Keluarga, banyak/sedikitnya keluarga juga berperan serta dalam permintaan wisata hal ini dapat diratifikasi bahwa jumlah keluarga yang banyak maka keinginan untuk berlibur dari salah satu keluarga tersebut akan semakin besar, hal ini dapat dilihat dari kepentingan wisata itu sendiri.

f)        Harga barang Substitusi, disamping kelima aspek diatas, harga barang pengganti juga termasuk dalam aspek permintaan, dimana barang-barang pengganti dimisalkan sebagai pengganti DTW yang dijadikan cadangan dalam berwisata seperti : Bali sebagai tujuan Wisata utama di Indonesia, akibat suatu dan lain hal Bali tidak dapat memberikan kemampuan dalam memenuhi syarat-syarat DTW sehingga secara tidak langsung wisatawan akan mengubah tujuannya kedaerah terdekat seperti Malaysia (Kuala Lumpur dan Singapura).

g)      Harga barang Komplementer, merupakan sebuah barang yang saling membantu atau dengan kata lain barang komplementer adalah barang yang saling melengkapi, dimana apabila dikaitkan dengan pariwisata barang komplementer ini sebagai obyek wisata yang saling melengkapi dengan Obyek Wisata lainnya.

Dalam kaitannya dengan faktor-faktor yang menentukan wisatawan untuk membeli atau mengunjungi objek wisata. Medlik 1980 dalam Ariyanto 2005, menyatakan ada lima faktor yang menentukan seseorang untuk membeli jasa atau mengunjungi objek wisata, yaitu: (1) lokasi, (2) fasilitas, (3) citra/image, (4) harga/tarif, (5) pelayanan.

 

H.    Motivasi Berwisata

Menurut (Sharpley, 1994 dan Wahab, 1975; Pitana, 2005) menekankan bahwa: Motivasi merupakan hal yang sangat mendasar dalam studi tentang wisatawan dan  pariwisata, karena motivasi merupakan “Trigger” dari proses perjalanan wisata, walau motivasi ini acapkali tidak disadari secara penuh oleh wisatawan itu sendiri.

Pada dasarnya seseorang melakukan perjalanan dimotivasi oleh beberapa hal, motivasi-motivasi tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar sebagai berikut:

(1) Physical or physiological motivation yaitu motivasi yang bersifat fisik atau fisologis, antara lain untuk relaksasi, kesehatan, kenyamanan, berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, bersantai dan sebagainya. (2) Cultural Motivation yaitu keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi dan kesenian daerah lain. Termasuk juga ketertarikan akan berbagai objek tinggalan budaya. (3) Social or interpersonal motivation yaitu motivasi yang bersifat sosial, seperti mengunjungi teman dan keluarga, menemui mitra kerja, melakukan hal-hal yang dianggap mendatangkan gengsi (Prestice), melakukan ziarah, pelarian dari situasi yang membosankan dan seterusnya. (4) Fantasy Motivation yaitu adanay motivasi bahwa di daerah lain sesorang akan bisa lepas dari rutinitas keseharian yang menjemukan dan yang memberikan kepuasan psikologis (McIntosh, 1977 dan Murphy, 1985; Pitana, 2005).

Menurut Pearce (1998) dan Pitana (2005), berpendapat bahwa wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata termotivasi oleh beberapa faktor yakni: Kebutuan fislogis, keamanan, sosial, prestise, dan aktualiasi diri.

 

1)      Faktor-faktor Pendorong dan Penarik

Faktor-faktor  pendorong dan penarik untuk berwisata sangatlah penting untuk diketahui oleh siapapun yang berkecimpung dalam industri pariwisata (Pitana, 2005)

Dengan adanya faktor pendorong, maka seseorang ingin melakukan perjalanan wisata, tetapi belum jelas mana daerah yang akan dituju. Berbagai faktor pendorong seseorang melakukan perjalanan wisata menurut Ryan, (1991) dan Pitana (2005), menjelaskan sebagai berikut:

1)      Escape. Ingin melepaskan diri dari lingkungan yang dirasakan menjemukan, atau kejenuhan dari pekerjaan sehari-hari.

2)      Relaxtion. Keinginan untuk penyegaran, yang juga berhubungan dengan motivasi untuk escape di atas.

3)      Play. Ingin menikmati kegembiraan, melalui berbagai permainan, yang merupakan kemunculan kembali sifat kekanak-kanakan, dan melepaskan diri sejenak dari berbagai urusan yang serius.

4)      Strengthening family bond. Ingin mempererat hubungan kekerabatan, khususnya dalam konteks (visiting, friends and relatives). Biasanya wisata ini dilakukan bersama-sama (Group tour)

5)      Prestige. Ingin menunjukkan gengsi, dengan mengunjungi destinasi yang menunjukkan kelas dan gaya hidup, yang juga merupakan dorongan untuk meningkatkan status atau Social Standing.

6)      Social interaction. Untuk dapat melakukan interaksi sosial dengan teman sejawat, atau dengan masyarakat lokal yang dikunjungi.

7)      Romance. Keinginan untuk bertemu dengan orang-orang yang bisa memberikan suasana romantis atau untuk memenuhi kebutuhan seksual.

8)      Educational opportunity. Keinginan untuk melihat suatu yang baru, memperlajari orang lain dan/atau daerah lain atau mengetahui kebudayaan etnis lain. Ini merupakan pendorong dominan dalam pariwisata.

9)      Self-fulfilment. Keinginan untuk menemukan diri sendiri, karena diri sendiri biasanya bisa ditemukan pada saat kita menemukan daerah atau orang yang baru.

10)  Wish-fulfilment. Keinginan untuk merealisasikan mimpi-mimpi, yang lama dicita-citakan, sampai mengorbankan diri dalam bentuk penghematan, agar bisa melakukan perjalanan. Hal ini juga sangat jelas dalam perjalanan wisata religius, sebagai bagian dari keinginan atau dorongan yang kuat dari dalam diri.

Demikian kajian ini, semoga dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan Desa Blimbingsari sebagai Desa Wisata yang sustainable.

 

Bibliography

 

Abdillah, Fitri dkk. 2001. Potensi dan Peluang Pengembangan Sungai Barito sebagai Atraksi Wisata. Jakarta: LP3M STP Tri Sakti, Jurnal Ilmiah, Vol 5. No. 3 Maret 2001.

 

Ardiwidjaja, Roby. 2003. Membedah Konsep Pariwisata Berkelanjutan. Jakarta: http//www.Sinarharapan.com// Copyright © Sinar Harapan 2003

 

Ariyanto, 2005. Ekonomi Pariwisata Jakarta: Pada http://www.geocities.com/ariyanto eks79/home.htm

 

 

Darmoprajitno, H, Soewarno.2001.Ekologi Pariwisata,Tata Laksana Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata.Bandung:Angkasa

 

 

Lindberg, Kreg dan Hawkins, Donald. 1995. Ekoturisme, Petunjuk untuk perencana dan Pengelola. Jakarta:The Ecotourism Society

 

Pendit, I Nyoman, S. 1999. Ilmu Pariwisata, Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: PT Pradnya Paramita, cetakan ke-enam (edisi revisi)

 

Pitana, I Gede.  2005. Sosiologi Pariwisata, Kajian sosiologis terhadap struktur, sistem, dan dampak-dampak pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset

 

Pitana, I Gede. 2002. “Kebijakan dan Strategi Pemerintah Daerah Bali dalam Pembangunan Pariwisata. Pada Seminar Nasional Pariwisata Bali the last or the lost Paradise”. Pembangunan Pariwisata yang berkelanjutan. Denpasar. Universitas Udayana.

 

Samsuridjai dan Kelany. 1997.Peluang di Bidang Pariwisata. Jakarta: PT Mutiara Sumber Widya.

 

Soekadijo, RG. 2000. Anatomi Pariwisata,Memahami pariwisata sebagai system lingkage. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

 

Spillane, James.1985. Ekonomi Pariwisata, Sejarah dan prospeknya.Yogyakarta: Kanisius.

 

Suyitno. 2001. Perencanaan Wisata. Yogyakarta:Kanisius

 

Suwantoro, Gamal. 1997. Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta:ANDI

 

Swarbrooke, J. 1998. Sustainable Tourism Management. New York: CABI Publishing is division of CAB International.

 

Syamsu, Yoharman. 2001. “Penerapan Etika Perencanaan pada kawasan wisata, studi kasus di kawasan Agrowisata Salak Pondoh, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Jakarta: LP3M STP Tri Sakti, Jurnal Ilmiah, Vol 5. No. 3 Maret 2001.

 

Yoeti, Oka.1997.Pemasaran Pariwisata Terpadu.Jakarta: Angkasa.

 

Yoeti, Oka..1997.Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata.Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Wahab, Salah. 1975. Tourism Management. London: Tourism International Press

Mengenal Warung Internet

Filed under: Computers

Mengenal Warung Internet

 

Dalam dunia yang sudah semakin meng-global ini dimana batasan-batasan

negara sudah semakin kabur, maka alternatif komunikasi bukan lagi terletak

pada sistem komunikasi jarak jauh berbasiskan telepon (PSTN). Hal ini

disebabkan karena telepon masih memiliki batasan-batasan jarak dalam biaya

per satuan waktunya, artinya biaya yang dibutuhkan untuk berkomunikasi

dengan seseorang yang sekota akan berbeda dengan biaya yang dibutuhkan

untuk berkomunikasi dengan seseorang berlainan kota, apalagi bila berlainan

negara.

 

Alternatif komunikasi saat ini yang dapat mengatasi batasan-batasan itu

yang termurah adalah dengan penggunaan jaringan komputer internasional yang

disebut internet. Pemindahan sejumlah informasi dari suatu tempat ke tempat

lainnya dapat dilakukan dengan sangat cepat. Dari suatu perusahaan kecil ke

perusahaan raksasa. Peneliti dari seluruh penjuru dunia mendapatkan dirinya

bekerja dalam suatu lingkurangan jaringan. Secara langsung dapat mengakses

kerja  dari rekan kerja di tempat lain, suatu perpustakaan "virtual" yang

memiliki jumlah ribuan volume paper dan buku. Sekelompok group dapat

melaksanakan  diskusi satu sama lainnya tanpa perlu berpindah lokasi fisik.

 

Aplikasi internet telah banyak dimanfaatkan baik oleh perusahaan maupun

individu dan kecenderungannya akan menjadi life style suatu society dimana

untuk  melakukan transaksi perdagangan, kirim surat hiburan dan lain-lain

semua menggunakan basis  internet. Kemampuan untuk "bercakap" dengan

seseorang yang berada pada jarak jauh, mengirim karangan pendek 2000 kata

ke sekelompok kerja yang akan mengritik dan memberikan umpan balik.

Seluruhnya tak membutuhkan perjalanan fisik dari dokumen tersebut.

 

Internet dewasa ini merupakan salah satu kebutuhan mendasar di bidang

informasi, terutama banyak dibutuhkan oleh kalangan praktisi dan akademis,

dari kalangan remaja dan mahasiswa. Namun kendala yang seringkali terjadi

adalah mahalnya alat (modal dasar) yang diperlukan untuk berkomunikasi itu

yaitu antara lain komputer dan kelengkapannya, yang saat ini masih belum

terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk itulah diperlukan

pembuatan sistem komunikasi berbasiskan internet yang dapat dijangkau dengan

mudah oleh sebagian masyarakat terutama masyarakat perkotaan. Sistem ini

seringkali dikenal sebagai WarNet (Warung Internet).

 

Warung internet atau yang sering disingkat dengan warnet merupakan salah 

satu sarana bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi remaja dan kalangan

mahasiswa untuk menambah wawasan dengan cara yang relatif murah. Dengan

warung internet kita dapat melakukan diskusi secara kelompok maupun

terpisah, mengirim surat eletronik (Electronic Mail), melakukan pertukaran

data dan program kepada seorang atau beberapa orang sekaligus dalam satu

waktu dan sebagainya.

 

Pelayanan yang disediakan oleh warung internet

Permasalahan terbesar dari masyrakat yang menghadapi teknologi informasi

ini adalah pada saat ketika pertama kali menggunakan sistem INTERNET adalah

pengguna mencoba untuk menggapai seluruh yang tersedia. Terkadang pengguna

musiman akan terkejut ketika ia mendapatkan suatu bentuk layanan baru dari

warnet. Warung internet seolah-olah bagaikan suatu warung yang menyediakan

berbagai macam informasi yang tersebar, sehingga harus dikenal jenis-jenis

service yang tersedia agar dapat dimanfaatkan dengan efisien dan efektif.

 

Electronic Mail

Electronic mail adalah salah satu sarana komunikasi yang cukup handal,

perbandingannya dengan mail adalah waktu pengirimannya yang sangat cepat.

Electronic mail atau disingkat e-mail bukanlah pelayanan "end to end",

karena mesin pengirim dan penerima tidak perlu berkomunikasi secara

langsung. Proses penyampaian electronic mail dapat dianalogikan dengan

penyampaian surat oleh Kantor Pos dan Giro. Proses ini disebut "store and

forward". Alamat yang dituju harus ditentukan dan kemudian surat tadi

diletakkan di kotak pos, kemudian mobil pos akan mengambil surat tersebut

untuk dibawa ke kantor pos terdekat, dari kantor pos asal kemudian surat

tadi dikirim ke kantor pos terdekat dengan alamat tujuan dan akhirnya dari

kantor pos tadi surat tersebut dikirim ke kotak pos tujuan.

 

Yang harus diperhatikan, pertama-tama adalah si pengirim dan penerima surat

elektronik, masing-masing harus mempunyai alamat email sendiri untuk bisa

melakukan pengiriman dan penerimaan surat elektronik. Banyak situs-situs

internet yang menyediakan layanan email secara cuma-cuma alias gratis. yang

anda butuhkan hanya mendaftarkan diri saja. Selanjutnya terserah anda.

 

Beberapa pengelola warung internet bahkan menyediakan fasilitas email bagi

langganan mereka. Anda dapat menggunakan fasilitas ini dengan cara menjadi

anggota di salah satu warung internet langganan anda.

 

Mailing List

Dengan menggunakan e-mail, dengan mudah dapat dikirimkan pesan kepada suatu

grup seperti layaknya dikirimkan ke seseorang. Fasilitas untuk keperluan ini

disebut "mailing list". Dengan fasilitas ini group penerima dapat diberi

nama dan anggota grup penerima tersebut dapat ditentukan.

 

Sebagai contoh guna dapat didefinisikan sebagai seluruh pelanggan telepon.

Jadi jika sekolah ingin mengumumkan sesuatu, cukup mengirimkan pesan ke

mailing list guna dan secara otomatis pesan itu akan disampaikan kepada

seluruh pelanggan telepon. Atau di dalam server Telkom ada mailing list

bernama database-tech yang beranggotakan staf-staf yang tertarik

membicarakan teknologi database telpon, misalnya. Tidak semua anggota staf

menjadi anggota  mailing list, sehingga bila seseorang mengirimkan artikel

ke group ini maka hanya mereka yang bergabung dengan mailing list

database-tech yang akan  mendapatkan artikel tersebut. Dan bila surat

tersebut dibalas, maka akan  dikirimkan ke seluruh anggota group tersebut

 

Alamat dari mailing-list tersebut sama dengan alamat e-mail, misal untuk

mailing list Asosiasi Warnet Indonesia :

 

      - asosiasi-warnet@egeroups.com

 

NETWORKS NEWS

Akan sangat membantu jika kita bisa bertanya pada orang diseluruh penjuru

dunia tentang masalah yang sedang kita hadapi atau kita ingin mendiskusikan

sesuatu. Dengan menggunakan e-mail kita juga dapat melakukan diskusi tentang

hobi, pekerjaan kita dan lain sebagainya. Bila kita menggunakan e-mail untuk

keperluan hobi atau untuk sekedar diskusi ringan terasa tidak pada tempatnya,

karena berita-berita yang penting akan tercampur dengan berita yang semestinya

hanya dibaca pada waktu senggang sehingga bila kita ingin membaca berita yang

penting kita harus memilihnya terlebih dahulu. Dengan menggunakan network news

kita dapat membatasi penggunaan e-mail kita untuk keperluan penting dan

pribadi.

 

Selain itu news mempunyai kelebihan lain: news ideal untuk melihat-lihat dan

tidak membutuhkan banyak aturan. Misalnya kita tertarik tentang sesuatu

masalah kita dapat menulis atau membaca berita-berita terakhir setiap sebulan

sekali atau setahun sekali. Kita tidak perlu menjadi anggota mailing list

dan tidak perlu menerima mail yang tidak perlu buat kita.

 

Network news dapat dianalogikan seperti kelompok diskusi. Tiap kelompok

tersebut biasnya disebut news group. Sebagai contoh jika kita tertarik pada

suatu masalah, misalnya masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia maka

kita cukup memanggil news group tersebut (soc.culture.indonesia) dan kita

tinggal memilih subjek yang hendak kita baca. Dan bila kita ingin mengomentari

atau melempar suatu masalah maka kita dapat mengirimkannya ke news group tadi.

 

News group diorganisasikan secara hirarki, dengan group umum terlebih dahulu

kemudian diikuti dengan subgroup dan seterusnya. Tiap keturunan dipisahkan

oleh titik, sebagai contoh:

 

      - soc.culture.indonesia

 

news group ini membahas tentang social, dalam bidang culture di negara

Indonesia.

 

Ada tujuh kategori news yang utama yaitu:

 

      - comp computer science dan topik yang berhubungan dengan computer 

 

      - news Informasi tentang news network dan software news 

 

      - rec Kelompok yang mendiskusikan hobi, aktivitas rekreasi, dan seni 

 

      - sci Diskusi tentang scientific, penelitian dan applikasi (selain

        computer science) 

 

      - soc Group yang membahas tentang isu sosial, politik atau diantara

        keduanya 

 

      - talk Forum untuk debat tentang topik yang kontroversial 

 

      - misc Group yang membahas selain kategori yang tersebut diatas

 

TELNET

Telnet adalah aplikasi remote login Internet. Telnet digunakan untuk login

ke komputer lain di Internet dan mengakses berbagai macam pelayanan umum,

termasuk katalog perpustakaan dan berbagai macam database. Telnet memungkinkan

pengguna untuk duduk didepan komputer yang terkoneksi ke internet dan

mengakses komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Dengan kata lain

koneksi dapat terjadi ke mesin lain di satu ruangan, satu kampus, bahkan

setiap komputer di seluruh dunia. Set elah terkoneksi, input yang diberikan

pada keyboard akan mengontrol langsung ke remote computer tadi. Akan dapat

diakses pelayanan apapun yang disediakan oleh remote machine dan hasilnya

ditampilkan pada terminal lokal. Dapat dialankan session inte raktif normal

(login, eksekusi command), atau dapat diakses berbagai service seperti:

melihat catalog dari sebuah perpustakaan, akses ke teks dari USA today, dan

masih banyak lagi service yang disediakan oleh masing-masing host pada di

network.

 

TELNET menggunakan 2 program, yang satu adalah client (telnet) dan server

(telnetd). Yang terjadi adalah ada dua program yang berjalan, yaitu software

client yang dijalankan pada komputer yang meminta pelayanan te rsebut dan

software server yang dijalankan oleh komputer yang menghasilkan pelayanan

tadi.

 

Tugas dari client adalah:

 

      - Membuat koneksi network TCP (Transfer Control Protocol) dengan

        server. 

 

      - Menerima inputan dari user 

 

      - Menformat kembali inputan dari user kemudian mengubah dalam bentuk

        format standard dan dikirim ke server. 

 

      - Menerima output dari server dalam format standard. 

 

      - Mengubah format output tadi untuk ditampilkan pada layar.

 

Sedangkan tugas dari server adalah:

 

      - Menginformasikan software jaringan bahwa komputer itu siap menerima

        koneksi. 

 

      - Menunggu permintaan dalam bentuk format standard. 

 

      - Melaksanakan permintaan tersebut. 

 

      - Mengirim kembali hasil ke client dalam bentuk format standard. 

 

      - Menunggu permintaan selanjutnya..

 

FILE TRANSFER PROTOCOL (FTP)

Seringkali ditemukan informasi di Internet, dan pengguna ingin mengcopy file

tersebut. Sebagai contoh, bila ditemukan file atau program yang menarik dan

berhubungan dengan masalah yang dihadapi, untuk itu biasanya dilakukan

modifikasi p ada program tersebut sesuai dengan kebutuhan. Hal ini tidak

mungkin dilakukan modifikasi file tersebut pada remote login, yang dilakukan

adalah file tersebut dicopy ke mesin local dan kemudian baru dimodifikasi.

Fasilitas untuk melakukan ini adalah dengan menggunakn ftp.

 

Proses ftp menggunakan ftp sebagai client, dan ftpd sebagai server. Tetapi

berbeda dengan koneksi sebelumnya, ada 2 macam koneksi yang terjadi.

 

Sesuai dengan namanya, tugas protocolnya adalah mentransfer file dari

komputer satu ke komputer lainnya. Ini tidak tergantung dari lokasi komputer

itu berada, bagaimana cara koneksinya, atau bahkan sistem operasinya. Selama

komputer ters ebut mempunyai akses ke Internet , berarti fasilitas ftp bisa

digunakan.

 

Seperti juga telnet, ftp juga mempunyai akses berbagai macam database dan

service. Kita dapat menemukan berbagai macam dari file sampai software dengan

cuma-cuma. Jika kita seorang peneliti maka fasilitas ftp sangat membantu dalam

memba ntu kerja kita dan ada yang menganggap bahwa ftp merupakan bahasa umum

untuk saling membagi data.

 

ftp adalah program yang complex karena ada beberapa cara untuk memanipulasi

file dan struktur file. Beberapa format untuk menyimpan (binary atau ASCII,

compress atau uncompress, dll) dan ada beberapa cara tambahan u ntuk

mendapatkannya secara benar. Akan dibahas juga sekilas tentang FTP anonymous.

Hampir semua public archives mempunyai fasilitas ini.

 

Anonymous FTP

Anonymous FTP adalah fasilitas yang disediakan mempermudah akses ke public

domain file. Sebagai contoh, bila suatu paket sofware ingin didistribusikan ke

setiap orang, software tersebut harus diletakkan dalam sistem dan

dihilangkannya kombinasi login/password agar setiap orang dapat mengakses

paket software tadi. Ini sangat riskan untuk administrator dan juga untuk

user.

 

Anonymous FTP menghilangkan keterbatasan itu, file-file tertentu dapat

diakses tanpa harus memberikan login name dan password. Sudah barang tentu,

fasilitas yang disediakan oleh anonymous FTP terbatas, biasanya hany a dapat

mengcopy file tersebut., tidak dapat menginstall file baru atau memodifikasi

file yang sudah ada dan tidak semua file dapat dicopy.

 

Dengan menggunakan anonymous FTP, login dilakukan dengan menggunakan

anonymous. Bila mulai ftp, maka digunakan anonymous sebagai login name, ftp

akan menerima setiap string sebagai password. Pada umumnya lebih baik

digunakan alamat e-mail sebagai password. Ini untuk mempermudah system

administrator mengetahui siapa yang memakai dan dapat dengan mudah mengontak

kita jika terjadi sesuatu ( pada kenyataannya, banyak system yang meminta

address e-mail sebagai pas sword sebelum system itu memperbolehkan kita

masuk).

 

FASILITAS LAINNYA

 

Archie

Dengan menggunakan archie system dapat melakukan pencarian indeks

file apa yang tersedia pada server publik di Internet. Archie cocok untuk

mencari program, data atau file teks. Kita dapat bertanya tentang file atau

deskripsi file yang mengandung kata tertentu. System akan memberikan nama file

yang mengandung kata tersebut dan nama server ynag mengandung file tersebut.

Setelah kita tahu file apa yang kita butuhkan, maka kita dapat memindahkan

file tersebut ke komputer kit adengan mengg unakna anonymous FTP.

 

Gopher

 

Gopher atau Internet Gopher mengijinkan kita untuk melihat-lihat

sumber-sumber informasi dengan menggunakan menu. Jika kita menemukan sesuatu

yang menarik, kita dapat mengakses atau membacanya melalui Gopher tanpa harus

kuatir terhadap domain names, IP address, perubahan program dan lain -lain.

Sebagai contoh, jika kita ingin mengakses ke katalog online sebuah

perpustakaan di University of California, tanpa harus melihat address dan

melakukan telnet ke host tersebut. Kita dapat memasuki menu dan memilihnya dan

Gopher akan melakukannya untuk kita.

 

Gopher bekerja dengan menggunakan autonomous Gopher Server. Setiap server

menyimpan informasi, yang biasanya link ke server lain. Program client

biasanya mengetahui titik awal server.

 

WAIS (Wide Area Information System)

WAIS adalah fasilitas baru pelayanan Internet. Dengan WAIS pencarian dapat

dilakukan melalui indeks material dan menemukan artikel berdasarkan apa isinya

dan WAIS menizinkan kita mencari artikel yang mengandung beberapa kata.

 

Jika dengan Gopher kita mencari meterial dengan melewati menu untuk

pencarian yang lebih detail. Hal yang sama dilakukan, hanya bedanya WAIS

menngantikan tugas kita untuk mencari material tersebut. Dengan kata lain,

kita memberi perinta h WAIS "Carikan artikel tentang suatu masalah pada

perpustakaan ini".

 

Informasi yang diberikan adalah gabungan dari text, suara, grafik dan

animasi, serta bersifat hypertext yang tertulis dengan HTML (Hyper Text Mark

up L:anguage).

 

URL (Universal Resource Locator)

 

Cara mengacu dokumen dalam WWW, contoh :

 

http://www.service.com/PAW/home/html.

 

Bagian pertama menyatakan cara akses, bagian kedua adalah nama host, dan

bagian ketiga adalah path.

 

Beberapa dokumen WWW yang menarik :

 

Silicon Graphic - http://www.sgi.com

Digital Equipmeng Corp. - http://www.digital.com

Apple - http://www.apple.com

IBM - http//www.ibm.com

Fidelity Investement - http://www.fid-inv.com

Bank of America - http://www.bankamerica.com

Museum dan Gallery - http://awa.com/arts.html

Internet SHopping Network - http://www.internet.net

Lowongan kerja - http://rescomp.standford.edu

 

WWW

 

WWW adalah singkatan dari World-Wide Web, Pelayanan ini adalah informasi terbaru dari Internet. Web bedasarkan pada teknologi yang disebut hypertext. Hampir seluruh pengembangannya dilakukan di CERN, laboratorium Fisika Partikel Eropa, tetapi janganlah menganggap bahwa fasilitas ini hanya dirancang oleh dan untuk fisikawan. Fisikawan ynag melakukan pengembangan awal, Web adalah salah satu fasilitas yang luwes atau bahkan yang terluwes untuk menjelajahi Internet. Seperti Gopher dan WAIS, Web juga masih dalam pengembangan, bahkan lebih dari itu, maka jangan heran bila kita masih menemukan keganjilan-keganjilan dalam penggunaannya. Untuk menggunakan fasilitas ini, kita harus menggunakn telnet ke info.cern.ch untuk kemudian memakai fasilita s ini dengan petunjuk lebih lanjut.

 

Document RFC, dan FAQ

 

Dokumen ini berisikan hal-hal informatif. FAQ (Frequently Asked Question), adalah dokumen yang berisi pertanyaan dan informasi mengenai hal-hal tertentu dari hal serius hingga humorl Sangat baik untuk pengguna yang hendak menda lami bidang baru. Sedangkan RFC (Request for Comment) merupakan suatu bentuk dokumen yang berisi usulan, baik protokol, message model dan lain-lain.

 

 

Warung internet merupakan sarana pertukaran informasi dan penyedia informasi

yang sangat luas sekali. Ini akam membantu bidang pendidikan dan penelitian,

terutama yang berkaitan dengan tekhnologi informasi. Karena begitu banyak

serta beragamnya jenis dan cara akses informasi dalam Internet maka

dibutuhkan suatu strategi yang baik dalam upaya pencarian informasi tersebut.

 

Kesimpulan yang dapat diambil dari artikel ini adalah pentingnya warnet

sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat luas, guna menambah wawasan dan

pengetahuan di segala bidang. Terlepas dari sisi buruk internet, seperti

gambar-gambar porno dan informasi yang dapat menyesatkan penggunanya,

penggunaan warung internet dalam hal pendidikan sangat membantu sekali bagi

mereka yang belum mempunyai sarana bantu dalam mengakses internet.

 

Beberapa hal yang dapat disarankan ketika memasuki warung internet

dan berselancar di dunia informasi adalah :

 

      - Jangan memfokuskan diri pada sumber informasi tunggal 

 

      - Gunakan perangkat bantu yang beragam, ftp, mailing list, WWW, gopher

        dan lain sebagainya 

 

      - Jika segan bertanya, tanyalah pada orang yang tepat, anda dapat

        meminta bantuan pada penyaji warung internet untuk membantu anda.

 

      - Kritis, karena banyak informasi yang salah dalam INTERNET 

 

      - Bersikap sesuai dengan Netequitte 

 

      - Berhenti jika memang perlu

 

 

 

 

REFFERENCE :

1. Kresno Aji - Linux Untuk Warung Internet

2. I Made Wiryana - Internetworking sebagai Suatu Infrastruktur Pembangunan

   Information Superhighway.

 

Infrastruktur – WARNET

Filed under: Computers

Beberapa Hal Kaitan Telkom / Infrastruktur – WARNET

 

Onno W. Purbo

 

Dengan menggunakan referensi yang ada terutama dari US FCC. Beberapa prinsip mendasar yang harus dipahami:

Infrastruktur

  • Infrastuktur sebaiknya memahami betul beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berbisnis untuk menjamin bahwa kompetisi bisa dilakukan secara fair. Beberapa hal yang penting adalah:
    1. Outright Prohibition on Providing the Competitive Product or Service.
    2. Price Caps for Regulated Monopoly Services.
    3. Separate Subsidiary Requirement.
    4. Tariffing Requirements.
    5. Accounting Separation.
    6. Imputation Requirements.
    7. Service Quality Reporting Requirements
    8. Resale Requirements.
    9. Unbundling Requirements.
    10. Comparably Efficient Interconnection Requirements.
    11. Network Interface Disclosure Requirements.
    12. Customer Proprietary Network Information Requirements.
    13. Prompt and Sure Resolution of Disputes.

 

  • Separate Subsidiary Requirement menjadi penting supaya tidak  terjadi cross subsidi & persaingan yang tidak sehat. Contoh-nya TelkomNet & DIVRE di dalam Telkom atau IndosatNet dibawah Indosat yang bersaing dengan ISP & WARNET. Untuk itu perlu Separate Subsidiary Requirement, seperti:
    1. Maintain separate books of account
    2. Utilize separate officers and personnel
    3. Employ separate marketing activities
    4. Not share common equipment or facilities
    5. Adhere to certain restrictions on information flows that would unfairly benefit the competitive affiliate.

 

  • Dua isu utama yang harus dipahami benar-benar oleh infrastruktur adalah Unbundling & Resale Requirement.

 

  • Unbundling:
    1. Reduces entry barriers by allowing new entrants to begin offering service without having to construct an entire network. Contoh kasus yang menyakitkan adalah – Telkom & Indosat tidak mau memberikan leased line 2Mbps dengan alasan takut digunakan untuk VoIP,  NAP Provider tidak diberi ijin untuk akses fiber Indosat di Ancol karena takut digunakan untuk VoIP, Telkom membundle kabel-nya hanya boleh digunakan untuk layanan suara saja (di WARTEL & TUCP).
    2. Prevents the incumbent carrier from exploiting any residual monopoly power. Saat ini masih terasa sangat kuat suasana Telkom & Indosat menggunakan power-nya contoh-nya kasus VoIP di Bandung & Surabaya.
    3. Required to provide any requesting telecommunications carrier non-discriminatory access to elements of the incumbent’s network on an unbundled basis on rates, terms and conditions that are just, reasonable, and non-discriminatory. Sekarang ini telkom / indosat sering kali mem-bundle servis-nya dengan servis-servis lainnya – misalnya hotnet hanya untuk beberapa ISP termasuk TelkomNet, TUCP hanya boleh untuk suara.
    4. Required to provide any reasonable method of interconnection. Indosat terutama yang dikenal paling sukar untuk melakukan interkoneksi.

 

Konsep Resale

  • Can serve a multi-faceted role in promoting and sustaining competition in telecommunications services.
  • May be an effective entry vehicle for new entrants that may initially lack the necessary capital to build their own networks.
  • Allow small competitors, which will not become facilities-based providers, to offer service.
  • resellers may stimulate usage of the incumbent’s network, and thus may benefit the incumbent facilities-based provider and further growth of the entire sector.
  • Resellers may resell an entire service without modification, which is referred to as Total Service Resale.
  • Resellers may also choose to obtain some services from the underlying carrier and combine them with services that they provide themselves.
  • The reseller is limited to a greater or lesser extent by the technical features and functions of the underlying carrier’s network.
  • Resale alone does not put competitive pressure on wholesale rates and services - the regulator must retain some degree of control over the pricing, terms and conditions of the wholesale offering.
  • Intinya – resaler (termasuk WARNET & WARTEL) merupakan operator telekomunikasi juga. Khususnya WARNET merupakan added value servis dari infrastrukrtur jaringan yang berjalan di atas jaringan telekomunikasi dengan servis yang berbeda sekali.
  • WARNET & WARTEL tidak perlu  meminta ijin / lisensi pemerintah untuk beroperasi cukup dengen kesepakatan usaha saja dengan infrastruktur dibawahnya yang mereka gunakan.

 

Item-item negosiasi WARNET – Infrastruktur

 

Isu global

  • Jumlah WARNET di Indonesia telah mencapai 1000+ buah WARNET.
  • Sebagian besar (80-90%) WARNET masih tergantung pada Telkom & ISP.
  • Perlu disegerakan koordinasi dengan pihak-pihak PEMDA untuk masalah perijinan WARNET agar tidak simpang siur & terjadi pemerasan oleh pihak PEMDA terhadap WARNET yang sudah di sinyalir terjadi khususnya di daerah Medan Sumatra Utara.
  • WARNET beroperasi tanpa dana pinjaman IMF, ADB, WorldBank. Jelas-jelas sangat menguntungkan ekonomi & dunia perindustrian Indonesia.

 

 

Isu akses

  • 80-90% WARNET menggunakan kabel telepon, oleh karena itu saluran telepon masih sangat penting untuk diperhatikan.
  • TUCP – harus dibebaskan dari keterikatan pada jenis traffik. Artinya TUCP boleh & sah saja digunakan untuk data / WARNET.
  • Servis 0809 (TelkomNet Instant) – tidak boleh hanya dimonopoly oleh TelkomNet Instant saja, Telkom wajib mengijinkan & bekerjasama dengan ISP lain untuk servis tersebut.
  • HotNet – tidak boleh hanya di monopoly oleh TelkomNet dan / atau segelintir ISP saja, semua ISP harus mempunya treatment yang sama.
  • WARNET saat ini membayar Rp 2-4 juta / bulan (60-70% adalah untuk Telkom), perlu difikirkan untuk membedakan tarif WARNET yang membeli pulsa secara glondongan (partai besar / wholesale) dengan penguna perorangan yang mungkin Cuma membeli pulsa dalam partai kecil.
  • Leased line analog – ada baiknya dikembangkan menjadi leased line “as is”, tanpa garansi kemampuan kecepatan. Tapi jangan terus men-charge warnet yang bisa menjadikan leased line analog ini berkecepatan 2Mbps menggunakan teknik ADSL-nya.
  • Quality of Servis (QoS), Telkom wajib mengembalikan uang pelanggan kalau tidak bisa memenuhi performance 99.9998% seperti yang di janjikan. Uang pengembalian di sesuaikan dengan lamanya saluran gagal beroperasi. Telkom wajib menerima complain berupa file log yang ditayangkan melalui MRTG atau sejenisnya. Selama ini sudah rahasia umum, telkom selalu menolak berbagai alasan kalau di complain masalah QoS ini.
  • Billing Telkom harus di bulatkan ke detik bukan ke menit. Kejadian di Semarang dimana saluran tidak reliable & billing dibulatkan ke menit amat sangat merugikan WARNET.
  • Telkom dilarang menolak & menunda permohonan sambungan ke WARNET, WARTEL maupun kompleks perkantoran. Ada baiknya di berikan penalti yang cukup besar bagi Telkom yang tidak berhasil memenuhi permintaan pelanggan ini. Kita sering tahu sama tahu bahwa penolakan sambungan terutama leased line berkecepatan tinggi (128 Kbps s/d 2Mbps) karena ketakutan Telkom nantinya digunakan untuk VoIP .
  • WaveLAN (wireless internet) di 2.4GHz, 5.8GHz akan menjadi solusi utama untuk melepaskan WARNET terhadap infrastruktur Telkom. Kemudahan perijinan yang sedang digodok oleh rekan-rekan POSTEL ada baiknya dipercepat untuk mendongkrak pertumbuhan WARNET. Mohon hasil KEPDIRJEN yang dikembangkan bisa ditayangkan di http://www.postel.go.id.

 

Isu Internet

  • Wasantara dikenal sebagai ISP yang paling tidak WARNET’s friendly, kasus penolakan WARNET untuk terkait ke Wasantara masih berulang di daerah (terutama di Biak & Papua sana). ISP perlu diwajibkan untuk menerima sambungan dari Warnet berdasarkan pola yang disepakati bersama.
  • Landing right untuk akses satelit asing perlu disegerakan mekanisme perijinannya supaya WARNET tidak harus tergantung pada Indosat & Satelindo saja untuk akses Internasional-nya.

 

Isu VoIP

  • Konsep VoIP melalui PC sebaiknya di legalkan saja baik untuk keperluan non-komersial maupun komersial seperti di Warnet. Sulit untuk menghalangi VoIP komersial melalui PC di Warnet. Jangan sampai kejadian di beberapa kota seperti Surabaya & Semarang yang meng-grebek warnet karena memberikan layanan VoIP.
  • Secepatnya lisensi VoIP dikeluarkan untuk operator VoIP termasuk mekanisme resale-nya supaya WARNET & WARTEL dapat secepatnya memberikan layanan VoIP yang legal.

 

 

Isu peralatan

  • Mudahkan masuknya peralatan komputer ke Indonesia.
  • Mudahkan masuknya peralatan microwave LAN ke Indonesia.
  • Mudahkan masuknya terminal murah maupun internet appliance.

Menang Karena Pandai Bukan Karena Berkuasa

Filed under: Computers

Menang Karena Pandai Bukan Karena Berkuasa

 

Onno W. Purbo

Penulis TI Independen

 

Teknologi Informasi (TI) alat bantu yang sangat effektif bagi seseorang, sebuah institusi atau sebuah negara – jika mereka bertumpu pada kekuatan otaknya dan bukan pada kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan otot semata. Dengan kurang dari 5% rakyat  berpendidikan tinggi, sulit bangsa kita untuk menang berkompetisi di era globalisasi yang berbasis informasi & pengetahuan; walaupun dibantu oleh komputer secanggih apapun.

 

Dalam kebijakan nasional, Teknologi Informasi (TI) menjadi kunci dalam dua (2) hal - effisiensi proses dan memenangkan kompetisi. Andaikan Gus Dur mau berkata, “Urusan KTP, perijinan, surat tanah harus dapat selesai dalam waktu 15 menit, tanpa perantara & transparan” sebuah parameter kontrol effisiensi proses yang ekstrim. Alat bantu TI akan mendorong e-Government & effisiensi proses. Sialnya, alat bantu TI tidak ada artinya kalau kualitas & budaya SDM dibelakang-nya kurang baik. Political will Gus Dur & Yahya Muhaimin untuk menyatakan “40% tenaga kerja harus berpendidikan tinggi” secara taktis diimplementasikan dengan “Memasukan TI sebagai kurikulum wajib sejak Sekolah Dasar SD” menjadi dasar memperkuat otak bangsa & memenangkan kompetisi di era globalisasi. Infrastruktur akses ke dunia informasi kunci keberhasilan implementasi pernyataan politik di atas. Semua jadi bagian integral Gerakan Nasional Telematika (genetika@yahoogroups.com) yang dicanangkan Luhut & Hikam akhir Januari 2001 lalu.

 

Sistem Operasi Linux Berbahasa Indonesia

Teknologi Informasi (TI) berbahasa Indonesia sempat di sentil oleh Gus Dur. Pernyataan Gus Dur sudah basi bagi kami yang memakai sistem operasi Linux. Tanpa di minta beberapa aktifis Linux berjibaku mengembangkan TI berbahasa Indonesia. Mereka terutama di motori I Made Wiryana dan kakaknya Wayan dari Trustix http://www.trustix.co.id. Trustix Merdeka (http://merdeka.trustix.co.id) adalah Linux karya Trustix untuk bangsa Indonesia & berbahasa Indonesia pula. CD Trustix Merdeka dibahas & disebarkan gratis di majalah InfoLinux (http://www.infolinux.co.id) edisi Februari 2001. InfoLinux digerakan oleh komunitas Linux berpemegang saham ~50 orang.

 

Selain Made & Wayan, banyak aktifis Linux Indonesia yang berkiprah untuk negeri ini, misalnya aktifis yang tergabung di Linux Documentation Project LDP menterjemahkan berbagai naskah & dokumentasi seperti HOWTO ke bahasa Indonesia. Aktifitas  Pengguna Linux Indonesia (KPLI) bisa dibaca di http://www.linux.or.id. Team Pandu http://pandu.dhs.org dengan gigih mensosialisasikan Linux berbentuk naskah, tulisan & buku berbahasa Indonesia & di sebarkan gratis. Sebagian besar istilah TI sudah di Indonesia-kan sejak tiga (3) tahun lalu oleh Pusat Bahasa yang berlokasi di sekitar Rawamangun, Jakarta.

 

Linux menarik bagi WARNET, karena memungkinkan penggunaan komputer tua 286, 386 & 486 sebagai terminal murah tanpa disket & harddisk untuk akses Internet seperti dilakukan Umar@pointer.web.id di Warnet Pointer di Medan. Linux memungkinkan server, peralatan komunikasi tanpa kabel dibuat sendiri di Indonesia seperti dilakukan oleh teman-teman WARNET di Makasar, Medan, Bandung, Malang, Yogya dll.

 

Linux fenomena luar biasa, seperti desa mengepung kota – kaum lemah, bersatu saling tolong mengembangkan perangkat lunak Linux, semua program (source code) dibuka & di sebarkan secara gratis melepaskan hak ciptanya untuk kepentingan publik sehingga semua orang bisa belajar karena tidak di tutupi, sebuah pengorbanan yang luar biasa. Linux legal digunakan secara gratis, tidak membajak software - predikat memalukan yang melekat di bangsa Indonesia sebagai 10 negara pembajak software terbesar di dunia – tidak perlu di sandang oleh bangsa ini jika Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di tegakan secara benar oleh aparat, sweeping & bersihkan pembajak software Microsoft. Bagi yang tak mampu membeli Microsoft, Linux yang gratis tidak membajak menjadi alternatif pilihan yang legal, di sertai program terbuka dan berbahasa Indonesia pula.

 

Akses ke dunia Informasi & Pengetahuan

Akses ke dunia informasi & pengetahuan menjadi rintangan real maupun psychologis. Secara psychologis, banyak guru, kepala sekolah & yayasan memperoleh persepsi bahwa Internet, komputer adalah mahal & merusak ahlak. Banyak guru kurang berminat pada hal baru seperti komputer. Tak terpikirkan hal positif dari benda-benda tersebut, seperti pisau – komputer & Internet bisa bermata dua.

 

Konsep Warung Internet (WARNET) yang di implementasi di SMK oleh DIKMENJUR (dikmenjur@yahoogroups.com) membuktikan keberhasilan mengintegrasikan 400+ SMK di seluruh Indonesia sebagian secara swadaya masyarakat. Siswa menanggung beban sangat rendah Rp. 1000 /siswa/bulan untuk akses e-mail Internet seperti di SMKN1 Ciamis. Artinya teknologi informasi & akses Internet dapat menjadi fasilitas swadana di sekolah. Investasi fasilitas Rp. 20-50 juta / sekolah bisa kembali dari iuran siswanya sendiri dalam waktu 1-1.5 tahun saja. Pendidikan jarak jauh menjadi mungkin, jaringan 20+ perpustakaan digital telah berkembang oleh Indonesia Digital Library Network http://idln.itb.ac.id & Indonesia CyberLibrary Network i_c_s@yahoogroups.com. Pemerataan pengetahuan, pemenuhan hak asasi manusia untuk berkomunikasi & berperan di dunia informasi seperti di tuangkan dalam TAP MPR XVII/MPR/1998 dipenuhi tanpa perlu berhutang pada Bank Dunia, ADB & IMF.

 

Dunia pendidikan paling strategis karena masa depan bangsa di tentukan oleh anak bangsa yang pandai bukan yang berotot & berkuasa. Massa orang pandai dan menggunakan Internet pada hari ini hanya 2 juta orang (menurut APJII). Dengan kekuatan 1% saja, Indonesia akan dilibas oleh negara tetangga di era globalisasi. Strategi sederhana harus di galakan, jumlah SMU, SMK, Pesantren, PTS di seluruh Indonesia hanya sekitar 25.000 buah. Dephub POSTEL harus berani mengambil inisiatif kebijakan untuk memaksa mekanisme Universal Service Obligation (USO) untuk mengorbankan 25.000 saluran telepon dari 10 juta total saluran yang ada untuk memandaikan anak bangsa. Di samping, membebaskan frekuensi ISM band 2.4GHz & 5.8GHz. Jika di tunjang kemudahan dari INDAG, Bea Cukai, PMA, Pajak dll. Bukan mustahil lima (5) tahun lagi kita melihat 20 juta (10%) bangsa ini menjadi pandai & harus diperhitungkan oleh masyarakat internasional dalam kompetisi era globalisasi.

 

Perjuangan di akses Internet terutama akan bertabrakan dengan Telkom & KSO-nya serta pengatur frekuensi di negara ini. KSO Telkom secara semena-mena telah menaikan biaya langganan menerima telepon (dial-in) menjadi Rp. 300.000 / bulan (dari Rp. 30.000 / bulan) bagi ISP di Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra tanpa persetujuan Pemerintah & DPR. Hal ini akan mematikan akses informasi & pengetahuan bagi sebagian bangsa ini.

 

Konsekuensinya, beberapa rekan di Koperasi Warnet Bandung (KOWABA), Asosiasi Warnet Surabaya, Jogya, Malang & kota lain yang kreatif melalui asosiasi-warnet@yahoogroups.com  bahu membahu bekerjasama membangun WARNET Broadband karena sangat sulit & mahal sekali menyewa leased line broadband ISDN maupun DSL 1-2Mbps dari Telkom. KOWABA (kowaba@yahoogroups.com) dimotori aktifis WARNET seperti Aday & Zilmy merupakan contoh sukses keberhasilan implementasi WARNET Broadband (asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com) tanpa tergantung sama sekali kepada Telkom, beberapa puluh WARNET di Bandung bersatu & bekerjasama menyamakan tarif dan menyewa bandwidth ke Internet 1Mbps 1:1 melalui satelit, kemudian di distribusikan menggunakan peralatan microwave 2.4GHz buatan sendiri. Iuran sebesar Rp. 4-5.5 juta/warnet/bulan sangat murah untuk kecepatan total satu (1) Mbps 1:1 & kompetitif dibandingkan sewa akses 64 Kbps 1:4 melalui Telkom & ISP seharga Rp. 8-10 juta/bulan/warnet. Tunjangan broadband ISP seperti Melesat, PesatNet, 88Direct, TurboNet, Rainbow2u memarakan suasana. WARNET broadband memungkinkan membuat jaringan masyarakat tanpa tergantung sama sekali Telkom maupun utangan Bank Dunia, ADB & IMF. Penghasilan WARNET naik dari rata-rata Rp. 200.000 / hari menjadi sekitar Rp. 1 juta / hari setelah menjadi WARNET broadband, sebab pelanggan mendapat kualitas baik.

 

Akses microwave 2.4GHz & 5.8GHz ISM band sebagai secondary service menjadi solusi utama akses Internet broadband 2-11Mbps di Indonesia. Di Bandung saja paling tidak ada 100-an WARNET yang menggunakan akses microwave. Sesuai peraturan International Telecommunication Union (ITU) S5 peralatan di 2.4GHz & 5.8GHz tahan interferensi & tidak menghasilkan interferensi di luar band tsb. karena kecil-nya daya. Konsekuensinya, di banyak negara, Peralatan ISM band secondary service dibebaskan dari ijin pada peralatan instrumentasi, kedokteran, sains, kamera digital, handphone, komputer & berbagai peralatan telekomnunikasi data. Peralatan ISM band umumnya di produksi massal dengan teknologi gigi biru (bluetooth) yang murah & berdaya kecil.

 

Walaupun di banyak negara di bebaskan - tampaknya perjuangan masih panjang bagi rakyat Indonesia, karena bagian pengatur frekuensi di DITJEN POSTEL sedang berusaha untuk mengharuskan ijin bagi penggunaan ISM Band secondary service tsb. Mungkin kurang pemahaman aparat POSTEL akan kondisi lapangan, atau karena permintaan 2.4GHz oleh Telkom seperti diakui D. Amarudien, Vice President Telkom -  menyebabkan kebijakan yang kurang berpihak pada masyarakat banyak. Padahal, ISM band merupakan solusi alternatif sebagian besar WARNET, sekolah, institusi dll. yang kesulitan memperoleh saluran Telkom & sering kali mahal. Selain itu, sulit meregulasi produksi massal seperti peralatan ISM band. Sialnya, prosedur birokrasi yang dibuat-buat justru akan menghambat kreatifitas & perkembangan dunia telematika Indonesia sendiri. Akhirnya berdampak mematikan akses bagi masyarakat Indonesia ke dunia informasi & pengetahuan yang pada dasarnya melanggar HAM yang tertera di TAP MPR XVII/MPR/1998. Dalam bahasa religius, untuk membesarkan sebuah bangsa Zakat, Infaq & Shadaqah merupakan bagian integral dari proses pensejahteraan. Alangkah indahnya bila sebagian komoditi bisa di-Infaq-kan untuk mensejahterakan umat.

 

Fenomena Dotcom

Dengan berkembangnya akses & massa pengguna Internet di Indonesia, memicu perkembangan usaha di atas Internet yang kita kenal sebagai dotcom.

 

Kehancuran dotcom di awal tahun 2000 menjadi pelajaran bagi banyak dotcommers di  dunia. Model bisnis yang baik mengurangi kebakaran modal yang selama ini menjadi ciri banyak dotcommers. Dengan model bisnis yang tepat & baik, beberapa dotcom Indonesia ternyata bisa survive dan terus berkiprah dengan baik. Detik.com dan Kompas.com merupakan contoh sukses bagi banyak dotcommers Indonesia. Media online memang menjadi primadona model dotcommers yang sukses di banyak negara.

 

Tentunya masih banyak dotcommers yang juga bisa survive di Indonesia dengan fokus usaha yang tajam. Indosatcom www.dagang2000.com bekerjasama dengan www.meetchina.com memfokuskan pada fasilitasi perdagangan elektronik B2B (bukan B2C seperti kebanyakan dotcommers). Pola hybrid antara perdagangan secara real / fisik di satukan dengan dunia cyber menjadikan konvergensi dagang yang sempurna. LippoShop.com berbeda dengan dagang2000.com, mereka memfokuskan lebih kepada B2C dengan start awal captive market Lippo yang sudah ada. Pola hybrid juga dilakukan yang ternyata menunjukan bahwa ~90% transaksi melalui metoda konvensional bukan Internet demikian diakui oleh Parapak salah seorang Komisaris LippoNet. APEC pada saat ini sangat aktif menginternetisasi  negara APEC. E-commerce adalah salah satu yang paling gencar dengan adanya APEC High Level Symposium on E-Commerce and Paperless Trading di Beijing 9-10 February 2001.

 

Komunitas yang fokus menjadi karakter utama model bisnis dotcommers sukses. RadioClick.com  bermitra dengan stasiun radio swasta di berbagai kota & menggarap komunitas di radio tsb. Pemberdayaan keberadaan komunitas menjadikan usaha win-win antara dotcommers dengan komunitasnya. Natnit.net menggarap komunitas WARNET di seluruh Indonesia, melalui majalahnya interaksi dilakukan. Data lengkap 1200+ WARNET yang bertambah 4-10 WARNET / hari dapat dilihat di Natnit.net. IndoExchange.com salah satu portal tertua Indonesia contoh sebuah dotcom yang fokus pada masyarakat industri finansial / bursa. Informasi keuangan, berita bisnis, index saham, portfolio berbagai perusahaan menjadi secara transparan sehingga menarik pemain bursa berlangganan ke IndoExchange.com. Bagi para traveller, turis akan sangat terpikat pada BaliOnLine indo.com. Mereka contoh beberapa dotcommers Indonesia yang sukses berkiprah di komunitasnya.

 

Keberhasilan para dotcommers menarik banyak usaha pendukungnya. Internet Data Center (biz.net.id) membuka peluang untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan murah di Internet. Usaha mendata dotcommers dilakukan oleh beberapa portal seperti indopage.com, searchindonesia.com & bluebookdirectory.com.

 

Keahlian Web programmer & teknisi jaringan Internet amat dicari. Memang kebanyakan ilmu Internet dapat dipelajari sendiri di Internet melalui mailing list, web, manual perangkat lunak. Sialnya, kesempatan itu masih sangat terbatas bagi dua (2) juta orang Indonesia saja. Dukungan berbagai media cetak, seperti Chip, Infokomputer, NeoTek, PCPlus, DotCom, DotNet dll. sangat bermanfaat. Alangkah baiknya inisiatif seperti SMK plus TI (smk-ti@yahoogroups.com) yang di motori DIKMENJUR dapat dikembangkan ke jenjang sekolah lainnya baik SMP & SMU. Sekolah Tinggi Informatika (STMIK dll) tampaknya menjadi tumpuan untuk supply SDM TI. Mereka sering kali lebih siap pakai dibandingkan PTN untuk mensupply kelangkaan tenaga TI yang banyak di isi orang asing khususnya India.

 

Internet Telepon

Harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpendidikan rendah. Dalam kondisi masyarakat demikian, komunikasi verbal (suara) menjadi sangat dominan dibandingkan dengan komunikasi tertulis.

 

Teknologi Internet telepon (VoIP) di akui dapat mereduksi tarif SLJJ & SLI menjadi 1/8 s/d 1/10 dari tarif telekomunikasi yang ada sekarang. Internet Telepon menjadi solusi alternatif yang sangat menarik bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak mampu membayar tarif SLJJ & SLI yang mahal.

 

Alhamdullillah, tampaknya ada kesepakatan persepsi bahwa Internet Telepon (VoIP) melalui komputer tidak memerlukan ijin. Sedang, jasa VoIP komersial melalui jaringan telepon Telkom tetap harus memohon ijin lisensi dari POSTEL. Yang termasuk dibebaskan dari ijin adalah VoIP melalui komputer yang tersambung ke Internet, komputer di WARNET, komputer di kompleks perkantoran, bahkan jika kreatif dan di kembangkan terus bukan mustahil akan dapat berkembang menjadi internet telepon untuk RT/RW-net, kecamatan dsb. karena teknologi-nya sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan sangat murah dengan investasi US$100/saluran lebih murah dari Telkom yang US$1000/saluran.

 

Umumnya komputer multimedia dengan soundcard siap untuk internet telepon yang sah & tanpa perlu ijin. Untuk memperbaiki kualitas suara, biasanya ditambahkan peralatan pemroses sinyal (Digital Signal Processing – DSP) berupa kartu antarmuka atau alat tambahan. Kartu / alat tambahan ini berkisar antara US$50-99 per buah. Yang paling murah adalah VoIP blaster dari Creative http://www.creative.com yang dapat dihubungkan ke kanal USB di PC. Review berbagai peralatan VoIP ada di http://www.pulver.com/gateway/.

 

Akhirnya

Teknologi Informasi (TI) seperti juga teknologi lainya merupakan alat bantu manusia untuk mencapai tujuan. Manusia dengan kekuatan otaknya yang akan menentukan kesejahteraan bangsa ini, pendidikan menjadi kunci utamanya – bukan kekuasaan & kekuatan.

 

Menang Karena Pandai Bukan Karena Berkuasa

 

Onno W. Purbo

Penulis TI Independen

 

Teknologi Informasi (TI) alat bantu yang sangat effektif bagi seseorang, sebuah institusi atau sebuah negara – jika mereka bertumpu pada kekuatan otaknya dan bukan pada kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan otot semata. Dengan kurang dari 5% rakyat  berpendidikan tinggi, sulit bangsa kita untuk menang berkompetisi di era globalisasi yang berbasis informasi & pengetahuan; walaupun dibantu oleh komputer secanggih apapun.

 

Dalam kebijakan nasional, Teknologi Informasi (TI) menjadi kunci dalam dua (2) hal - effisiensi proses dan memenangkan kompetisi. Andaikan Gus Dur mau berkata, “Urusan KTP, perijinan, surat tanah harus dapat selesai dalam waktu 15 menit, tanpa perantara & transparan” sebuah parameter kontrol effisiensi proses yang ekstrim. Alat bantu TI akan mendorong e-Government & effisiensi proses. Sialnya, alat bantu TI tidak ada artinya kalau kualitas & budaya SDM dibelakang-nya kurang baik. Political will Gus Dur & Yahya Muhaimin untuk menyatakan “40% tenaga kerja harus berpendidikan tinggi” secara taktis diimplementasikan dengan “Memasukan TI sebagai kurikulum wajib sejak Sekolah Dasar SD” menjadi dasar memperkuat otak bangsa & memenangkan kompetisi di era globalisasi. Infrastruktur akses ke dunia informasi kunci keberhasilan implementasi pernyataan politik di atas. Semua jadi bagian integral Gerakan Nasional Telematika (genetika@yahoogroups.com) yang dicanangkan Luhut & Hikam akhir Januari 2001 lalu.

 

Sistem Operasi Linux Berbahasa Indonesia

Teknologi Informasi (TI) berbahasa Indonesia sempat di sentil oleh Gus Dur. Pernyataan Gus Dur sudah basi bagi kami yang memakai sistem operasi Linux. Tanpa di minta beberapa aktifis Linux berjibaku mengembangkan TI berbahasa Indonesia. Mereka terutama di motori I Made Wiryana dan kakaknya Wayan dari Trustix http://www.trustix.co.id. Trustix Merdeka (http://merdeka.trustix.co.id) adalah Linux karya Trustix untuk bangsa Indonesia & berbahasa Indonesia pula. CD Trustix Merdeka dibahas & disebarkan gratis di majalah InfoLinux (http://www.infolinux.co.id) edisi Februari 2001. InfoLinux digerakan oleh komunitas Linux berpemegang saham ~50 orang.

 

Selain Made & Wayan, banyak aktifis Linux Indonesia yang berkiprah untuk negeri ini, misalnya aktifis yang tergabung di Linux Documentation Project LDP menterjemahkan berbagai naskah & dokumentasi seperti HOWTO ke bahasa Indonesia. Aktifitas  Pengguna Linux Indonesia (KPLI) bisa dibaca di http://www.linux.or.id. Team Pandu http://pandu.dhs.org dengan gigih mensosialisasikan Linux berbentuk naskah, tulisan & buku berbahasa Indonesia & di sebarkan gratis. Sebagian besar istilah TI sudah di Indonesia-kan sejak tiga (3) tahun lalu oleh Pusat Bahasa yang berlokasi di sekitar Rawamangun, Jakarta.

 

Linux menarik bagi WARNET, karena memungkinkan penggunaan komputer tua 286, 386 & 486 sebagai terminal murah tanpa disket & harddisk untuk akses Internet seperti dilakukan Umar@pointer.web.id di Warnet Pointer di Medan. Linux memungkinkan server, peralatan komunikasi tanpa kabel dibuat sendiri di Indonesia seperti dilakukan oleh teman-teman WARNET di Makasar, Medan, Bandung, Malang, Yogya dll.

 

Linux fenomena luar biasa, seperti desa mengepung kota – kaum lemah, bersatu saling tolong mengembangkan perangkat lunak Linux, semua program (source code) dibuka & di sebarkan secara gratis melepaskan hak ciptanya untuk kepentingan publik sehingga semua orang bisa belajar karena tidak di tutupi, sebuah pengorbanan yang luar biasa. Linux legal digunakan secara gratis, tidak membajak software - predikat memalukan yang melekat di bangsa Indonesia sebagai 10 negara pembajak software terbesar di dunia – tidak perlu di sandang oleh bangsa ini jika Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di tegakan secara benar oleh aparat, sweeping & bersihkan pembajak software Microsoft. Bagi yang tak mampu membeli Microsoft, Linux yang gratis tidak membajak menjadi alternatif pilihan yang legal, di sertai program terbuka dan berbahasa Indonesia pula.

 

Akses ke dunia Informasi & Pengetahuan

Akses ke dunia informasi & pengetahuan menjadi rintangan real maupun psychologis. Secara psychologis, banyak guru, kepala sekolah & yayasan memperoleh persepsi bahwa Internet, komputer adalah mahal & merusak ahlak. Banyak guru kurang berminat pada hal baru seperti komputer. Tak terpikirkan hal positif dari benda-benda tersebut, seperti pisau – komputer & Internet bisa bermata dua.

 

Konsep Warung Internet (WARNET) yang di implementasi di SMK oleh DIKMENJUR (dikmenjur@yahoogroups.com) membuktikan keberhasilan mengintegrasikan 400+ SMK di seluruh Indonesia sebagian secara swadaya masyarakat. Siswa menanggung beban sangat rendah Rp. 1000 /siswa/bulan untuk akses e-mail Internet seperti di SMKN1 Ciamis. Artinya teknologi informasi & akses Internet dapat menjadi fasilitas swadana di sekolah. Investasi fasilitas Rp. 20-50 juta / sekolah bisa kembali dari iuran siswanya sendiri dalam waktu 1-1.5 tahun saja. Pendidikan jarak jauh menjadi mungkin, jaringan 20+ perpustakaan digital telah berkembang oleh Indonesia Digital Library Network http://idln.itb.ac.id & Indonesia CyberLibrary Network i_c_s@yahoogroups.com. Pemerataan pengetahuan, pemenuhan hak asasi manusia untuk berkomunikasi & berperan di dunia informasi seperti di tuangkan dalam TAP MPR XVII/MPR/1998 dipenuhi tanpa perlu berhutang pada Bank Dunia, ADB & IMF.

 

Dunia pendidikan paling strategis karena masa depan bangsa di tentukan oleh anak bangsa yang pandai bukan yang berotot & berkuasa. Massa orang pandai dan menggunakan Internet pada hari ini hanya 2 juta orang (menurut APJII). Dengan kekuatan 1% saja, Indonesia akan dilibas oleh negara tetangga di era globalisasi. Strategi sederhana harus di galakan, jumlah SMU, SMK, Pesantren, PTS di seluruh Indonesia hanya sekitar 25.000 buah. Dephub POSTEL harus berani mengambil inisiatif kebijakan untuk memaksa mekanisme Universal Service Obligation (USO) untuk mengorbankan 25.000 saluran telepon dari 10 juta total saluran yang ada untuk memandaikan anak bangsa. Di samping, membebaskan frekuensi ISM band 2.4GHz & 5.8GHz. Jika di tunjang kemudahan dari INDAG, Bea Cukai, PMA, Pajak dll. Bukan mustahil lima (5) tahun lagi kita melihat 20 juta (10%) bangsa ini menjadi pandai & harus diperhitungkan oleh masyarakat internasional dalam kompetisi era globalisasi.

 

Perjuangan di akses Internet terutama akan bertabrakan dengan Telkom & KSO-nya serta pengatur frekuensi di negara ini. KSO Telkom secara semena-mena telah menaikan biaya langganan menerima telepon (dial-in) menjadi Rp. 300.000 / bulan (dari Rp. 30.000 / bulan) bagi ISP di Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra tanpa persetujuan Pemerintah & DPR. Hal ini akan mematikan akses informasi & pengetahuan bagi sebagian bangsa ini.

 

Konsekuensinya, beberapa rekan di Koperasi Warnet Bandung (KOWABA), Asosiasi Warnet Surabaya, Jogya, Malang & kota lain yang kreatif melalui asosiasi-warnet@yahoogroups.com  bahu membahu bekerjasama membangun WARNET Broadband karena sangat sulit & mahal sekali menyewa leased line broadband ISDN maupun DSL 1-2Mbps dari Telkom. KOWABA (kowaba@yahoogroups.com) dimotori aktifis WARNET seperti Aday & Zilmy merupakan contoh sukses keberhasilan implementasi WARNET Broadband (asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com) tanpa tergantung sama sekali kepada Telkom, beberapa puluh WARNET di Bandung bersatu & bekerjasama menyamakan tarif dan menyewa bandwidth ke Internet 1Mbps 1:1 melalui satelit, kemudian di distribusikan menggunakan peralatan microwave 2.4GHz buatan sendiri. Iuran sebesar Rp. 4-5.5 juta/warnet/bulan sangat murah untuk kecepatan total satu (1) Mbps 1:1 & kompetitif dibandingkan sewa akses 64 Kbps 1:4 melalui Telkom & ISP seharga Rp. 8-10 juta/bulan/warnet. Tunjangan broadband ISP seperti Melesat, PesatNet, 88Direct, TurboNet, Rainbow2u memarakan suasana. WARNET broadband memungkinkan membuat jaringan masyarakat tanpa tergantung sama sekali Telkom maupun utangan Bank Dunia, ADB & IMF. Penghasilan WARNET naik dari rata-rata Rp. 200.000 / hari menjadi sekitar Rp. 1 juta / hari setelah menjadi WARNET broadband, sebab pelanggan mendapat kualitas baik.

 

Akses microwave 2.4GHz & 5.8GHz ISM band sebagai secondary service menjadi solusi utama akses Internet broadband 2-11Mbps di Indonesia. Di Bandung saja paling tidak ada 100-an WARNET yang menggunakan akses microwave. Sesuai peraturan International Telecommunication Union (ITU) S5 peralatan di 2.4GHz & 5.8GHz tahan interferensi & tidak menghasilkan interferensi di luar band tsb. karena kecil-nya daya. Konsekuensinya, di banyak negara, Peralatan ISM band secondary service dibebaskan dari ijin pada peralatan instrumentasi, kedokteran, sains, kamera digital, handphone, komputer & berbagai peralatan telekomnunikasi data. Peralatan ISM band umumnya di produksi massal dengan teknologi gigi biru (bluetooth) yang murah & berdaya kecil.

 

Walaupun di banyak negara di bebaskan - tampaknya perjuangan masih panjang bagi rakyat Indonesia, karena bagian pengatur frekuensi di DITJEN POSTEL sedang berusaha untuk mengharuskan ijin bagi penggunaan ISM Band secondary service tsb. Mungkin kurang pemahaman aparat POSTEL akan kondisi lapangan, atau karena permintaan 2.4GHz oleh Telkom seperti diakui D. Amarudien, Vice President Telkom -  menyebabkan kebijakan yang kurang berpihak pada masyarakat banyak. Padahal, ISM band merupakan solusi alternatif sebagian besar WARNET, sekolah, institusi dll. yang kesulitan memperoleh saluran Telkom & sering kali mahal. Selain itu, sulit meregulasi produksi massal seperti peralatan ISM band. Sialnya, prosedur birokrasi yang dibuat-buat justru akan menghambat kreatifitas & perkembangan dunia telematika Indonesia sendiri. Akhirnya berdampak mematikan akses bagi masyarakat Indonesia ke dunia informasi & pengetahuan yang pada dasarnya melanggar HAM yang tertera di TAP MPR XVII/MPR/1998. Dalam bahasa religius, untuk membesarkan sebuah bangsa Zakat, Infaq & Shadaqah merupakan bagian integral dari proses pensejahteraan. Alangkah indahnya bila sebagian komoditi bisa di-Infaq-kan untuk mensejahterakan umat.

 

Fenomena Dotcom

Dengan berkembangnya akses & massa pengguna Internet di Indonesia, memicu perkembangan usaha di atas Internet yang kita kenal sebagai dotcom.

 

Kehancuran dotcom di awal tahun 2000 menjadi pelajaran bagi banyak dotcommers di  dunia. Model bisnis yang baik mengurangi kebakaran modal yang selama ini menjadi ciri banyak dotcommers. Dengan model bisnis yang tepat & baik, beberapa dotcom Indonesia ternyata bisa survive dan terus berkiprah dengan baik. Detik.com dan Kompas.com merupakan contoh sukses bagi banyak dotcommers Indonesia. Media online memang menjadi primadona model dotcommers yang sukses di banyak negara.

 

Tentunya masih banyak dotcommers yang juga bisa survive di Indonesia dengan fokus usaha yang tajam. Indosatcom www.dagang2000.com bekerjasama dengan www.meetchina.com memfokuskan pada fasilitasi perdagangan elektronik B2B (bukan B2C seperti kebanyakan dotcommers). Pola hybrid antara perdagangan secara real / fisik di satukan dengan dunia cyber menjadikan konvergensi dagang yang sempurna. LippoShop.com berbeda dengan dagang2000.com, mereka memfokuskan lebih kepada B2C dengan start awal captive market Lippo yang sudah ada. Pola hybrid juga dilakukan yang ternyata menunjukan bahwa ~90% transaksi melalui metoda konvensional bukan Internet demikian diakui oleh Parapak salah seorang Komisaris LippoNet. APEC pada saat ini sangat aktif menginternetisasi  negara APEC. E-commerce adalah salah satu yang paling gencar dengan adanya APEC High Level Symposium on E-Commerce and Paperless Trading di Beijing 9-10 February 2001.

 

Komunitas yang fokus menjadi karakter utama model bisnis dotcommers sukses. RadioClick.com  bermitra dengan stasiun radio swasta di berbagai kota & menggarap komunitas di radio tsb. Pemberdayaan keberadaan komunitas menjadikan usaha win-win antara dotcommers dengan komunitasnya. Natnit.net menggarap komunitas WARNET di seluruh Indonesia, melalui majalahnya interaksi dilakukan. Data lengkap 1200+ WARNET yang bertambah 4-10 WARNET / hari dapat dilihat di Natnit.net. IndoExchange.com salah satu portal tertua Indonesia contoh sebuah dotcom yang fokus pada masyarakat industri finansial / bursa. Informasi keuangan, berita bisnis, index saham, portfolio berbagai perusahaan menjadi secara transparan sehingga menarik pemain bursa berlangganan ke IndoExchange.com. Bagi para traveller, turis akan sangat terpikat pada BaliOnLine indo.com. Mereka contoh beberapa dotcommers Indonesia yang sukses berkiprah di komunitasnya.

 

Keberhasilan para dotcommers menarik banyak usaha pendukungnya. Internet Data Center (biz.net.id) membuka peluang untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan murah di Internet. Usaha mendata dotcommers dilakukan oleh beberapa portal seperti indopage.com, searchindonesia.com & bluebookdirectory.com.

 

Keahlian Web programmer & teknisi jaringan Internet amat dicari. Memang kebanyakan ilmu Internet dapat dipelajari sendiri di Internet melalui mailing list, web, manual perangkat lunak. Sialnya, kesempatan itu masih sangat terbatas bagi dua (2) juta orang Indonesia saja. Dukungan berbagai media cetak, seperti Chip, Infokomputer, NeoTek, PCPlus, DotCom, DotNet dll. sangat bermanfaat. Alangkah baiknya inisiatif seperti SMK plus TI (smk-ti@yahoogroups.com) yang di motori DIKMENJUR dapat dikembangkan ke jenjang sekolah lainnya baik SMP & SMU. Sekolah Tinggi Informatika (STMIK dll) tampaknya menjadi tumpuan untuk supply SDM TI. Mereka sering kali lebih siap pakai dibandingkan PTN untuk mensupply kelangkaan tenaga TI yang banyak di isi orang asing khususnya India.

 

Internet Telepon

Harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpendidikan rendah. Dalam kondisi masyarakat demikian, komunikasi verbal (suara) menjadi sangat dominan dibandingkan dengan komunikasi tertulis.

 

Teknologi Internet telepon (VoIP) di akui dapat mereduksi tarif SLJJ & SLI menjadi 1/8 s/d 1/10 dari tarif telekomunikasi yang ada sekarang. Internet Telepon menjadi solusi alternatif yang sangat menarik bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak mampu membayar tarif SLJJ & SLI yang mahal.

 

Alhamdullillah, tampaknya ada kesepakatan persepsi bahwa Internet Telepon (VoIP) melalui komputer tidak memerlukan ijin. Sedang, jasa VoIP komersial melalui jaringan telepon Telkom tetap harus memohon ijin lisensi dari POSTEL. Yang termasuk dibebaskan dari ijin adalah VoIP melalui komputer yang tersambung ke Internet, komputer di WARNET, komputer di kompleks perkantoran, bahkan jika kreatif dan di kembangkan terus bukan mustahil akan dapat berkembang menjadi internet telepon untuk RT/RW-net, kecamatan dsb. karena teknologi-nya sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan sangat murah dengan investasi US$100/saluran lebih murah dari Telkom yang US$1000/saluran.

 

Umumnya komputer multimedia dengan soundcard siap untuk internet telepon yang sah & tanpa perlu ijin. Untuk memperbaiki kualitas suara, biasanya ditambahkan peralatan pemroses sinyal (Digital Signal Processing – DSP) berupa kartu antarmuka atau alat tambahan. Kartu / alat tambahan ini berkisar antara US$50-99 per buah. Yang paling murah adalah VoIP blaster dari Creative http://www.creative.com yang dapat dihubungkan ke kanal USB di PC. Review berbagai peralatan VoIP ada di http://www.pulver.com/gateway/.

 

Akhirnya

Teknologi Informasi (TI) seperti juga teknologi lainya merupakan alat bantu manusia untuk mencapai tujuan. Manusia dengan kekuatan otaknya yang akan menentukan kesejahteraan bangsa ini, pendidikan menjadi kunci utamanya – bukan kekuasaan & kekuatan.

 

Mau Membuat Warung Internet Sendiri?

 

Onno W. Purbo

 

Teknologi Warung Internet harus di akui merupakan teknologi andalan dalam memberikan alternatif akses Internet yang murah bagi banyak orang. Secara umum ada dua (2) hal utama yang perlu diperhatikan dalam membangun Warung Internet, yaitu (1) sisi bisnis / manajemen WARNET dan (2) sisi teknologi WARNET. Saya sangat sarankan untuk ikut secara aktif monitoring mailing list yang berkaitan dengan per-warnet-an di Internet, seperti asosiasi-warnet@yahoogroups.com, asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com, asosiasiwarnetbandung@yahoogroups.com, kowaba@yahoogroups.com dsb. Maupun berbagai mailing list yang berkaitan dengan teknologi informasi, seperti it-center@yahoogroups.com, linux-setup@linux.or.id, linux-admin@linux.or.id dsb.

 

Dari sisi bisnis / manajemen WARNET, isu yang ada biasanya berkisar masalah Marketing, Promosi, Usaha Memperoleh Pelanggan, Jangan pernah berkonsentrasi pada teknis karena pada akhirnya sense bisnis menjadi faktor penentu keberhasilan pendapatan anda.

 

Isu utama yang biasanya menjadi kunci adalah bisnis plan sebuah WARNET, sebagian besar orang sangat gamang karena belum / tidak mempunyai patokan yang pasti tentang bisnis plan WARNET. Sebetulnya saya sudah pernah membuatkan bisnis plan WARNET dalam bentuk file Excel yang dapat di ubah-ubah angka-nya di sesuaikan dengan kondisi di lapangan. File bisnis plan tersebut maupun berbagai informasi tentang WARNET bisa di ambil secara cuma-cuma di http://www.detik.com/net/kolom-warnet/ dan http://www.bogor.net/idkf/fisik/warung-internet/. Komponen dalam bisnis plan tidak banyak sebetulnya, yaitu (1) investasi yang biasanya sekitar Rp. 4 juta-an / PC, (2) biaya operasional yang biasanya akan banyak di habiskan dengan membayar Telkom & ISP selain membayar pegawai, listrik dsb. dan (3) tarif.

 

Bagi anda yang bisa menghayati usaha WARNET maka sebetulnya sense bisnis-nya sederhana sekali, yaitu:

 

·        Letakan WARNET di tempat yang banyak orang, terutama orang muda.

·        Semakin banyak komputer yang digunakan, semakin murah tarif, semakin cepat balik modal.

·        Batas minimal komputer yang feasible untuk akses Web sekitar 5 komputer jika menggunakan sambungan telepon dial-up.

 

Khusus untuk WARNET di sekolah-sekolah / di universitas yang kecil, ada beberapa tip sederhana yang perlu diperhatikan juga, yaitu:

 

·        Kalau bisa siswa membayar langsung dari SPP.

·        Melibatkan siswa dalam pengelolaan WARNET supaya ada rasa memiliki diantara siswa selain membantu siswa belajar teknologi lebih dalam.

·        Tutup akses Web & chatting, gunakan e-mail sebagai media komunikasi utama di Internet. Biasanya sekolah tidak sadar bahwa akses Web akan menghabiskan pulsa paling banyak & paling mahal untuk membayar Telkom.

 

Sebagai gambaran umum, untuk sekolah dengan siswa 700 orang, sebagai gambaran umum biaya yang perlu di keluarkan adalah sekitar Rp. 40 juta-an untuk fasilitas WARNET dengan 10 buah komputer. Kelihatannya mahal, padahal tidak sama sekali. Biaya akses e-mail per bulan yang perlu dikeluarkan untuk Telkom & ISP sekitar Rp. 500.000. Akses Web & Chatting sengaja di tutup jika kepala sekolah, guru & yayasan tidak yakin bahwa siswa mampu menjaga diri-nya melakukan surfing di Internet untuk tidak masuk ke situs yang tidak baik.

 

Modal akan kembali dalam waktu kurang dari satu tahun, jika setiap siswa bersedia untuk membayar tambahan SPP Rp. 3000 / bulan / siswa. Sebuah investasi yang kecil & kemungkinan kembali yang pasti. Di samping itu, biaya Rp. 3000 / siswa / bulan sebetulnya termasuk sedikit sekali, praktis cukup dapat dipenuhi dengan ceria oleh para siswa. Mohon diperhatikan bahwa untuk Rp. 3000 / bulan / siswa ini para siswa hanya dapat menikmati fasilitas e-mail di Interet. Sedangkan Web harus membayar tambahan sekitar Rp. 3500-5000 / jam seperti WARNET biasa, atau jika operator WARNET cukup kreatif, dapat juga sebagian Web di akses melalui CD-ROM lokal. Selanjutnya jika sudah lebih dari satu tahun & sudah balik modal, keuntungan yang diperoleh bisa terus dikembangkan untuk membeli komputer tambahan untuk fasilitas akses Internet agar lebih baik & mudah bagi para siswa.

 

Dari sisi teknologi Warung Internet, ada beberapa isu besar yang perlu diperhatikan. Secara umum topologi sederhana sebuah WARNET konvensional tampak pada gambar. WARNET terdiri dari sebuah Local Area Network (LAN) yang tersambung ke Internet melalui sebuah gateway yang kadang-kadang juga berfungsi sebagai server. Pada tingkat yang lebih kompleks, konsep ini dapat dikembangkan dengan mudah untuk menyambungkan jaringan di kompleks perumahan (untuk membuat RT/RW-net), di kompleks pertokoan, kompleks perkantoran, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus yang pada akhirnya memungkinkan orang Indonesia untuk akses ke Internet dengan biaya yang sangat murah.

 

Teknik Local Area Network (LAN) relatif cukup mapan, biasanya WARNET menggunakan topologi Bus dengan ethernet 100BaseT yang murah di pasaran pada kecepatan 100Mbps di LAN. Ethernet Card yang baik bisa diperoleh sekitar Rp. 150.000 / card sebaiknya jangan membeli yang murah sekali (sekitar Rp. 70.000-an) karena biasanya jelek. Pada Kampus Network, Kompleks Perumahan, Kompleks Perkantoran tentunya teknik yang digunakan semakin kompleks.

 

Sambungan jarak jauh dari WARNET ke ISP maupun ke Internet internasional mempunyai variasi yang cukup banyak. Teknik yang paling murah adalah menggunakan dial-up melalui kabel telepon milik Telkom ke ISP lokal. Teknik sederhana ini persis sama dengan pola yang kita pakai untuk akses internet di rumah-rumah. Kecepatan maksimum di Indonesia umumnya sekitar 33.6Kbps karena jaringan Telkom yang ada kualitasnya tidak baik. Biaya akses per bulan yang dikeluarkan bagi WARNET yang cukup aktif menggunakan saluran dial-up ini adalah sekitar Rp. 2.5 juta / bulan dengan kecepatan akses 33.6Kbps yang akhirnya membatasi jumlah komputer yang bisa akses beramai-ramai sekitar 7-10 komputer saja.

 

Bagi sebagian WARNET, kompleks perkantoran, kompleks perumahan yang lebih maju umumnya mereka tidak lagi menggunakan Telkom karena selain kualitas jaringannnya kurang baik, kecepatan akses-nya juga lambat yang semua mengurangi profit WARNET. Teman-teman yang lebih maju ini umumnya menggunakan peralatan microwave buatan sendiri di frekuensi 2.4GHz, beberapa bereksperimen juga di frekuensi 5.8GHz yang terakhir ada beberapa rekan yang juga mencoba menggunakan gelombang cahaya infra merah di antara beberapa gedung di Jakarta. Kecepatan pengiriman dapat menggunakan peralatan microwave / cahaya infra merah ini cukup menakjubkan sekitar 2-11Mbps yang jauh lebih tinggi dibandingkan Telkom. Jika di paksakan menggunakan gelombang infra merah dapat mencapai kecepatan 155Mbps.

 

Rekan-rekan WARNET di Bandung, saat ini cukup nekad karena membangun sendiri stasiun bumi untuk akses ke Internet secara langsung pada kecepatan 1Mbps yang kemudian di distribusikan menggunakan microwave di 2.4GHz pada kecepatan 11Mbps. Seluruh infrastruktur menjadi beban biaya sekitar beberapa puluh WARNET sekitar Rp. 4-5.5 juta / bulan / WARNET. Cukup murah mengingat kecepatan yang bisa di capai adalah 1Mbps ke Internet dan 11Mbps antar WARNET.

 

Pada kesempatan lain akan saya coba jelaskan lagi lebih detail teknologi Warung Internet tersebut. Saya sarankan kalau bisa aktif di berbagai mailing list WARNET maupun mengambil informasi tentang WARNET di http://www.bogor.net/idkf yang gratisan.

Membuat Warung Internet Sendiri

Filed under: Computers

Mau Membuat Warung Internet Sendiri?

 

Onno W. Purbo

 

Teknologi Warung Internet harus di akui merupakan teknologi andalan dalam memberikan alternatif akses Internet yang murah bagi banyak orang. Secara umum ada dua (2) hal utama yang perlu diperhatikan dalam membangun Warung Internet, yaitu (1) sisi bisnis / manajemen WARNET dan (2) sisi teknologi WARNET. Saya sangat sarankan untuk ikut secara aktif monitoring mailing list yang berkaitan dengan per-warnet-an di Internet, seperti asosiasi-warnet@yahoogroups.com, asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com, asosiasiwarnetbandung@yahoogroups.com, kowaba@yahoogroups.com dsb. Maupun berbagai mailing list yang berkaitan dengan teknologi informasi, seperti it-center@yahoogroups.com, linux-setup@linux.or.id, linux-admin@linux.or.id dsb.

 

Dari sisi bisnis / manajemen WARNET, isu yang ada biasanya berkisar masalah Marketing, Promosi, Usaha Memperoleh Pelanggan, Jangan pernah berkonsentrasi pada teknis karena pada akhirnya sense bisnis menjadi faktor penentu keberhasilan pendapatan anda.

 

Isu utama yang biasanya menjadi kunci adalah bisnis plan sebuah WARNET, sebagian besar orang sangat gamang karena belum / tidak mempunyai patokan yang pasti tentang bisnis plan WARNET. Sebetulnya saya sudah pernah membuatkan bisnis plan WARNET dalam bentuk file Excel yang dapat di ubah-ubah angka-nya di sesuaikan dengan kondisi di lapangan. File bisnis plan tersebut maupun berbagai informasi tentang WARNET bisa di ambil secara cuma-cuma di http://www.detik.com/net/kolom-warnet/ dan http://www.bogor.net/idkf/fisik/warung-internet/. Komponen dalam bisnis plan tidak banyak sebetulnya, yaitu (1) investasi yang biasanya sekitar Rp. 4 juta-an / PC, (2) biaya operasional yang biasanya akan banyak di habiskan dengan membayar Telkom & ISP selain membayar pegawai, listrik dsb. dan (3) tarif.

 

Bagi anda yang bisa menghayati usaha WARNET maka sebetulnya sense bisnis-nya sederhana sekali, yaitu:

 

·        Letakan WARNET di tempat yang banyak orang, terutama orang muda.

·        Semakin banyak komputer yang digunakan, semakin murah tarif, semakin cepat balik modal.

·        Batas minimal komputer yang feasible untuk akses Web sekitar 5 komputer jika menggunakan sambungan telepon dial-up.

 

Khusus untuk WARNET di sekolah-sekolah / di universitas yang kecil, ada beberapa tip sederhana yang perlu diperhatikan juga, yaitu:

 

·        Kalau bisa siswa membayar langsung dari SPP.

·        Melibatkan siswa dalam pengelolaan WARNET supaya ada rasa memiliki diantara siswa selain membantu siswa belajar teknologi lebih dalam.

·        Tutup akses Web & chatting, gunakan e-mail sebagai media komunikasi utama di Internet. Biasanya sekolah tidak sadar bahwa akses Web akan menghabiskan pulsa paling banyak & paling mahal untuk membayar Telkom.

 

Sebagai gambaran umum, untuk sekolah dengan siswa 700 orang, sebagai gambaran umum biaya yang perlu di keluarkan adalah sekitar Rp. 40 juta-an untuk fasilitas WARNET dengan 10 buah komputer. Kelihatannya mahal, padahal tidak sama sekali. Biaya akses e-mail per bulan yang perlu dikeluarkan untuk Telkom & ISP sekitar Rp. 500.000. Akses Web & Chatting sengaja di tutup jika kepala sekolah, guru & yayasan tidak yakin bahwa siswa mampu menjaga diri-nya melakukan surfing di Internet untuk tidak masuk ke situs yang tidak baik.

 

Modal akan kembali dalam waktu kurang dari satu tahun, jika setiap siswa bersedia untuk membayar tambahan SPP Rp. 3000 / bulan / siswa. Sebuah investasi yang kecil & kemungkinan kembali yang pasti. Di samping itu, biaya Rp. 3000 / siswa / bulan sebetulnya termasuk sedikit sekali, praktis cukup dapat dipenuhi dengan ceria oleh para siswa. Mohon diperhatikan bahwa untuk Rp. 3000 / bulan / siswa ini para siswa hanya dapat menikmati fasilitas e-mail di Interet. Sedangkan Web harus membayar tambahan sekitar Rp. 3500-5000 / jam seperti WARNET biasa, atau jika operator WARNET cukup kreatif, dapat juga sebagian Web di akses melalui CD-ROM lokal. Selanjutnya jika sudah lebih dari satu tahun & sudah balik modal, keuntungan yang diperoleh bisa terus dikembangkan untuk membeli komputer tambahan untuk fasilitas akses Internet agar lebih baik & mudah bagi para siswa.

 

Dari sisi teknologi Warung Internet, ada beberapa isu besar yang perlu diperhatikan. Secara umum topologi sederhana sebuah WARNET konvensional tampak pada gambar. WARNET terdiri dari sebuah Local Area Network (LAN) yang tersambung ke Internet melalui sebuah gateway yang kadang-kadang juga berfungsi sebagai server. Pada tingkat yang lebih kompleks, konsep ini dapat dikembangkan dengan mudah untuk menyambungkan jaringan di kompleks perumahan (untuk membuat RT/RW-net), di kompleks pertokoan, kompleks perkantoran, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus yang pada akhirnya memungkinkan orang Indonesia untuk akses ke Internet dengan biaya yang sangat murah.

 

Teknik Local Area Network (LAN) relatif cukup mapan, biasanya WARNET menggunakan topologi Bus dengan ethernet 100BaseT yang murah di pasaran pada kecepatan 100Mbps di LAN. Ethernet Card yang baik bisa diperoleh sekitar Rp. 150.000 / card sebaiknya jangan membeli yang murah sekali (sekitar Rp. 70.000-an) karena biasanya jelek. Pada Kampus Network, Kompleks Perumahan, Kompleks Perkantoran tentunya teknik yang digunakan semakin kompleks.

 

Sambungan jarak jauh dari WARNET ke ISP maupun ke Internet internasional mempunyai variasi yang cukup banyak. Teknik yang paling murah adalah menggunakan dial-up melalui kabel telepon milik Telkom ke ISP lokal. Teknik sederhana ini persis sama dengan pola yang kita pakai untuk akses internet di rumah-rumah. Kecepatan maksimum di Indonesia umumnya sekitar 33.6Kbps karena jaringan Telkom yang ada kualitasnya tidak baik. Biaya akses per bulan yang dikeluarkan bagi WARNET yang cukup aktif menggunakan saluran dial-up ini adalah sekitar Rp. 2.5 juta / bulan dengan kecepatan akses 33.6Kbps yang akhirnya membatasi jumlah komputer yang bisa akses beramai-ramai sekitar 7-10 komputer saja.

 

Bagi sebagian WARNET, kompleks perkantoran, kompleks perumahan yang lebih maju umumnya mereka tidak lagi menggunakan Telkom karena selain kualitas jaringannnya kurang baik, kecepatan akses-nya juga lambat yang semua mengurangi profit WARNET. Teman-teman yang lebih maju ini umumnya menggunakan peralatan microwave buatan sendiri di frekuensi 2.4GHz, beberapa bereksperimen juga di frekuensi 5.8GHz yang terakhir ada beberapa rekan yang juga mencoba menggunakan gelombang cahaya infra merah di antara beberapa gedung di Jakarta. Kecepatan pengiriman dapat menggunakan peralatan microwave / cahaya infra merah ini cukup menakjubkan sekitar 2-11Mbps yang jauh lebih tinggi dibandingkan Telkom. Jika di paksakan menggunakan gelombang infra merah dapat mencapai kecepatan 155Mbps.

 

Rekan-rekan WARNET di Bandung, saat ini cukup nekad karena membangun sendiri stasiun bumi untuk akses ke Internet secara langsung pada kecepatan 1Mbps yang kemudian di distribusikan menggunakan microwave di 2.4GHz pada kecepatan 11Mbps. Seluruh infrastruktur menjadi beban biaya sekitar beberapa puluh WARNET sekitar Rp. 4-5.5 juta / bulan / WARNET. Cukup murah mengingat kecepatan yang bisa di capai adalah 1Mbps ke Internet dan 11Mbps antar WARNET.

 

Pada kesempatan lain akan saya coba jelaskan lagi lebih detail teknologi Warung Internet tersebut. Saya sarankan kalau bisa aktif di berbagai mailing list WARNET maupun mengambil informasi tentang WARNET di http://www.bogor.net/idkf yang gratisan.

BASIS TELEKOMUNIKASI

Filed under: Computers

BASIS TELEKOMUNIKASI

1.      Teleconference

Metode pembelajaran elektronik dengan mengabungkan aspek audio/visual (Multimedia) melalui media komunikasi/internet secara sinkron (dua arah) antara siswa dengan instrukturnya (dulu istilah ini dikenal dengan e-learning)

2.      Telecture

Metode pembelajaran elektronik dengan media komunikasi/internet asinkron (satu arah) dapat menggunakan e-mail (mailing list/newsgroup) yang contentnya disajikan dalam situs Web atau CD-ROM.

 

BASIS MIKROPROSESOR

1.      Computer Assited Instruction

Layanan online dalam bentuk situs internet atau homepage untuk memperoleh suatu informasi tertentu secara cepat dan akurat tanpa kendala waktu (24 jam).

2.      Hypertext

Homepage yang biasanya berisi sekumpulan informasi dari suatu perusahaan atau lembaga ataupun subjek keilmuan tertentu.

3.      Hipermedia

Jenis informasi tertulis mengenai perusahaan atau lembaga ataupun apa saja dalam bentuk audio/visual.

4.      Sistem Tutor Intelejen

Anggapan bahwa internet adalah sumber belajar atau sumber informasi yang sangat besar bahkan menjadi perpustakan terbesar di dunia. Informasi apapun dapat diakses dengan cepat dan mudah.

5.      Interactive

Metode pembelajaran dengan tuntunan wizard-wizard tertentu pada software tertentu, wizard tersebut sebagai helper pop-up bagin pengguna.

6.      Compact Disk/Video Disk

Compact Disk (CD-ROM) atau Video Disk adalah sumber informasi yang tersimpan pada media/disk compact yang hanya dapat dibaca saja (Read Only).

Komputer & Kesehatan

Filed under: Computers

Kesehatan - Kantor Dan Kesehatan Tubuh

Sumber: Internet

 

Pergi bekerja tiap hari mungkin cukup membuat kita stress, dan tahukah Anda bahkan kantorpun dapat membuat Anda sakit? Sakit mata, sakit punggung dan ketegangan yang berulangkali mungkin beberapa diantara efek samping dari seharian di kantor.

 

Segala sesuatu yang ada di kantor Anda dari penerangan lampu, temperatur dan bahkan cara Anda memegang telepon dapat membuat suatu perbedaan pada kesehatan Anda. Jika Anda tidak menyadari, kantor mungkin menjadi bahaya utama kesehatan.

 

BackCare, suatu kegiatan amal terbesar di Inggris yang bergerak dibidang peningkatan kesadaran sakit punggung mengatakan 1,1 juta orang di Inggris mengalami sakit punggung dan 180 juta hari-hari kerja hilang akibat sakit punggung tersebut.

 

Sehingga pengaruh apa yang dimiliki kantor terhadap tubuh kita? Disini Anda akan ditunjukkan pada bahaya komputer dan bagaimana membuat dikantor Anda lebih aman.

 

Sakit punggung

Menurut BackCare, 50% pekerja di kantor yang biasa memakai komputer mengatakan mereka memiliki masalah dengan sakit punggung. Masalah terbesar penyebabnya adalah tidak duduk dengan tepat dan tidak memiliki kursi yang cukup representatif.

 

Kursi yang baik harus mampu menyehatkan Anda secara individu. Hal ini berarti kursi dapat diatur begitu juga tempat sandaran tangan. Kursi harus memiliki lima kaki dengan bentuk bintang dan dapat bergerak dengan bebas.

 

Ketegangan pada leher

Salah satu penyebab terbesar ketegangan leher adalah pemakaian telepon yang tidak benar. Banyak diantara kita berbicara di telepon hanya dengan menjepit telepon antara leher dan bahu. Ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada otot leher kita.

 

Jika Anda terus memakai telepon pada bahu, peningkatan tekanan secara perlahan-lahan meletihkan tulang rawan antara tulang leher Anda. Akhirnya mulai meletihkan tulang itu sendiri. Keadaan ini dikenal sebagai osteoarthitis. Oleh karena itu, jika Anda memakai telepon begitu banyak, para ahli menyarankan pemakian alat bantu head set.

 

Ketegangan berulang kali

Sekalipun Anda telah duduk dengan benar, Anda akan merasakan kekakuan pada pergelangan tangan dengan ketegangan yang berulang kali. Pergerakan kecil yang terus-menerus, seperti menekan tombol keyboard akan memicu sakit pergelangan tangan dan sulit untuk bergerak secara teratur.

 

Jika penggunakan komputer adalah bagian terbesar kerja Anda, jangan tunggu pergelangan tangan sakit, istirahatkan dahulu pergelangan tangan Anda.

 

Ketegangan mata

Menatap komputer sepanjang hari berdampak pada mata Anda. Merasa tegang membaca layar akan memicu sakit kepala, merasa sakit dan berakibat Anda tidak bisa bekerja.

 

Oleh karena itu posisi monitor sangat penting. Jarak minimum antara layar dan kepala Anda tidak kurang dari 35 sampai 70 cm. Layar harus terletak pada 15 sampai 20 derajat sehingga Anda melihat agak kebawah monitor. Jika Anda masih memiliki masalah dengan penglihatan, sebaiknya Anda menjalani test mata.

 

Penerangan

Penerangan dikantor sangat penting karena pencahayaan yang tidak benar akan memicu ketegangan pada mata. Pencahayaan yang jelek juga menyebabkan sakit punggung.

 

Bentuk terbaik pencahayaan adalah cahaya siang hari tetapi jika Anda bekerja dikantor yang tidak memiliki jendela. Cahaya diukur dalam lux dan standar untuk cahaya kantor adalah 500 lux (yayan)


kegunaan intranet

Filed under: Computers

Apa kegunaan intranet?

 

Onno W. Purbo

 

Dasarnya perangkat lunak aplikasi yang digunakan di Intranet tidak berbeda jauh dengan yang digunakan di Internet. Di Intranet digunakan Web, e-mail dll. persis seperti yang digunakan di Intranet. WARNET sebetulnya intranet yang sangat sederhana sekali, kebetulan tidak ada content yang khusus / spesifik yang internal di warnet tsb.

 

Yang seru adalah dari sisi materi / content yang dibawa oleh intranet tsb. Pada tingkat yang paling sederhana, mungkin Intranet akan sangat dirasakan manfaat jika e-mail internal perusahaan / institusi dapat diaktifkan. E-mail yang dilengkapi dengan kemampuan mailing list sangat membantu untuk melakukan koordinasi antar bagian secara fleksible dan mengurangi rapat-rapat yang sering kali melelahkan. Di samping itu yang cukup fatal sebetulnya e-mail mempunyai potensi untuk membuat semua proses dalam badan usaha anda menjadi sangat transparan & siap-siap saja sebagai manajer / direktur untuk di tegur oleh bawahan anda secara terbuka.

 

Web dengan perangkat database di belakangnya, biasanya merupakan alat bantu paling potensial untuk melakukan 2 hal utama yaitu:

 

  1. membuat perusahaan / institusi menjadi semakin effisien, pendekatan yang dilakukan disini biasanya membuat system informasi manajemen yang berbasis Web & database. Cukup banyak rasanya orang di Indonesia yang mengerti masalah MIS ini. Jika MIS / ERP perusahaan telah ditata dengan baik langkah selanjutnya biasanya mengarah ke e-commerce (dagang melalui Internet). Perlu dicatat bahwa sebaiknya jangan masuk terlalu jauh ke e-commerce jika system backoffice MIS / ERP perusahaan tsb belum siap, karena akan tampak sekali cacatnya.

 

  1. Membuat perusahaan / institusi menjadi semakin kompetitif di dunia-nya. Bahkan jika mungkin menjadi pemimpin dalam usahanya. Membuat sebuah badan menjadi kompetitif hanya mungkin dilakukan jika kita dapat mengolah secara baik sumber daya manusia & sumber daya pengetahuan yang ada di internal badan / perusahaan tersebut. Ilmu / konsep yang berkaitan dengan hal ini adalah konsep knowledge management. Dasarnya adalah bagaimana kita melakukan percepatan proses daur ulang, analisis, sintesa dari pengetahuan baik itu yang bersifat implicit maupun eksplisit. Masih jarang ahli di Indonesia yang menguasai teknik tsb, sebetulnya yang paling baik proses penguasaan teknik ini adalah para pustakawan.

May 9, 2008

Analisis Faktor

Filed under: Research Methods

Kenapa Analisis Faktor?

Oleh: I Gusti Bagus Rai Utama, SE., MMA., MA.
Pemilihan analisis faktor sebagai alat analisis pada penelitian ini, disebabkan karena penelitian ini mencoba menemukan hubungan (interrelationship) beberapa variabel yang saling independen satu dengan yang lainnya, sehingga bisa dibuat kumpulan variabel yang lebih sedikit dari jumlah variabel awal sehingga akan lebih mudah dikontrol oleh manajemen perusahaan atau pemegang kebijakan perusahaan

Tujuan Analisis Faktor
Pada dasarnya tujuan analisis faktor adalah untuk melakukan data summarization untuk variabel-variabel yang dianalisis, yakni mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel.
Data reduction, yakni setelah melakukan korelasi, dilakukan proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan faktor

Ukuran Sampel untuk Analisis Faktor
Ukuran sampel minimal 5 x Variabel yang diteliti. Jika terdapat 20 Variabel, maka sampel haruslan minimal 100 responden, ini berarti dalam penelitian ini ada 20 kolom (variabel) dan 100 baris (responden) atau 2000 sel data.

Tahapan analisis faktor
Tabulasi data pada data view,
Pembentukan matrik korelasi,
Ekstraksi faktor,
Rotasi faktor, dan
Penamaan faktor yang terbentuk.

Seluruh proses pengolahan data, mempergunakan alat bantu software Microsoft excel dan SPSS versi terbaru for windows.

Contoh
Analisis Faktor
Tahap Pertama, Tabulasi dan pengolahan
Tabulasi hasil angket/questioner anda ke dalam komputer (SPSS)

Jika anda memiliki 20 variabel, seharusnya ada 100 buah angket ditangan anda yang siap anda tabulasi ke komputer

Tahap Kedua, Pembentukan Matrik Korelasi
Matriks korelasi merupakan matrik yang memuat koefisien korelasi dari semua pasangan variabel dalam penelitian ini.

Matriks ini digunakan untuk mendapatkan nilai kedekatan hubungan antar variabel penelitian.

Nilai kedekatan ini dapat digunakan untuk melakukan beberapa pengujian untuk melihat kesesuaian dengan nilai korelasi yang diperoleh dari analisis faktor.

Dalam tahap ini, ada dua hal yang perlu dilakukan agar analisis faktor dapat dilaksanakan, yang pertama yaitu menentukan besaran nilai Barlett Test of Sphericity, yang digunakan untuk mengetahui apakah ada korelasi yang signifikan antar variabel, dan

kedua adalah Keiser-Meyers-Oklin (KMO) Measure of Sampling Adequacy, yang digunakan untuk mengukur kecukupan sampel dengan cara membandingkan besarnya koefisien korelasi yang diamati dengan koefisein korelasi parsialnya.

Menurut Wibisono (2003) kriteria kesesuaian dalam pemakaian analisis faktor adalah

Jika harga KMO sebesar 0,9 berarti sangat memuaskan,
Jika harga KMO sebesar 0,8 berarti memuaskan,
Jika harga KMO sebesar 0,7 berarti harga menengah,
Jika harga KMO sebesar 0,6 berarti cukup,
Jika harga KMO sebesar 0,5 berarti kurang memuaskan, dan
Jika harga KMO kurang dari 0,5 tidak dapat diterima.

Besaran Nilai Barlett Test of Sphericity dan Nilai Keiser-Meyers-Oklin (KMO) Measure of Sampling Aduquacy Uji Tahap Pertama

Hasil perhitungan menunjukkan besaran nilai Barlett Test of Sphericity adalah 975,233 pada signifikan 0,000 yang berarti pada penelitian ini ada korelasi yang sangat signifikan antar variabel dan hasil perhitungan KMO sebesar 0,715 sehingga kecukupan sampel termasuk kategori yang menengah.

Menurut Santoso (2002) angka MSA berkisar antara 0 sampai dengan 1, dengan kreteria yang digunakan untuk intepretasi adalah sebagai berikut:

Jika MSA = 1, maka variabel tersebut dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh variabel yang lainnya.

Jika MSA lebih besar dari setengah 0,5 maka variabel tersebut masih dapat diprediksi dan bisa dianalisis lebih lanjut.

Jika MSA lebih kecil dari setengah 0,5 dan atau mendekati nol (0), maka variabel tersebut tidak dapat di analisis lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel lainnya.

Tahap Ketiga, Ekstraksi Faktor
Pada tahap ini, akan dilakukan proses inti dari analisis faktor, yaitu melakukan ekstraksi terhadap sekumpulan variabel yang ada KMO>0,5 sehingga terbentuk satu atau lebih faktor.

Metode yang digunakan untuk maksud ini adalah Principal Component Analysis dan rotasi faktor dengan metode Varimax (bagian dari orthogonal).
Total Variance Explained dengan Eigenvalue  satu.
Penjelasan tabel tersebut
Terlihat pada penelitian (tabel di atas) diperoleh lima faktor yang memiliki eigenvalue lebih besar dari 1,0.

Kelima faktor tersebut menjelaskan (69,21 8) % total varian variabel yang mempengaruhi
Tahap Keempat, Matrik Rotasi Faktor
Pada rotasi faktor, matrik faktor ditransformasikan ke dalam matrik yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah diinterpretasikan.

Dalam analisis ini rotasi faktor dilakukan dengan metode rotasi varimax.

Interpretasi hasil dilakukan dengan melihat faktor Loading.

Faktor Loading adalah angka yang menunjukkan besarnya korelasi antara suatu variabel dengan faktor satu, faktor dua, faktor tiga, faktor empat atau faktor lima yang terbentuk.

Proses penentuan variabel mana akan masuk ke faktor yang mana, dilakukan dengan melakukan perbandingan besar korelasi pada setiap baris di dalam setiap tabel.
Distribusi Komponen Matrik yang Dirotasi
Tahap kelima, Memberi Nama Faktor
Pada tahap ini, akan diberikan nama-nama faktor yang telah terbentuk berdasarkan faktor loading suatu variabel terhadap faktor terbentuknya.

Setelah tahapan pemberian nama faktor yang terbentuk, berarti hipotesis penelitian telah terjawab.

Faktor pertama adalah faktor Tarif dan Pelayanan Kebun Raya
Faktor ini merupakan faktor yang memiliki pengaruh terbesar dengan eigenvalue 5,280 dan mampu menjelaskan variance total sebesar 27,791%.
Faktor kedua adalah faktor Atraksi Alam Kebun Raya
Faktor ini merupakan faktor yang memiliki pengaruh besar dengan eigenvalue 2,985 dan mampu menjelaskan variance total sebesar 15,712 %.
Faktor ketiga adalah faktor Aksesibilitas Menuju Kebun Raya
Faktor ketiga ini merupakan faktor yang memiliki pengaruh sedang dengan eigenvalue 2,282 dan mampu menjelaskan variance total sebesar 12,010 %.
Faktor keempat adalah faktor Situasi Kebun Raya
Faktor keempat ini merupakan faktor yang memiliki pengaruh cukup dengan eigenvalue 1,518 dan mampu menjelaskan variance total sebesar 7,990 %.
Faktor kelima adalah faktor Fasilitas Kebun Raya
Faktor ini merupakan faktor yang memiliki pengaruh terkecil dengan eigenvalue 1,086 dan mampu menjelaskan variance total sebesar 5,715%.
Uji Ketepatan Model
Dengan menggunakan program SPSS 11 diketahui besarnya persentase “Residuals are computed between observed and reproduced correlations.

There are 65 (38%) nonredundant residuals with absolute values greater than 0.05” berarti ketepatan model dapat diketahui dan dapat diterima dengan ketepatan model 62% pada tingkat signifikan 0,05.

May 7, 2008

Cara Cepat Menyusun Skripsi

Filed under: Books

Cara Cepat Menyusun Skripsi

Sumber: Browsed Internet

Type: Not recommended source but better to read!

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar “lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi”.

Saya juga sering mendapat kiriman pertanyaan tentang bagaimana menyusun skripsi dengan baik dan benar. Ada juga beberapa yang menanyakan masalah teknis tertentu dengan skripsinya. Karena keterbatasan waktu, lebih baik saya jawab saja secara berjamaah di sini. Sekalian supaya bisa disimak oleh audiens yang lain.

Karena target pembacanya cukup luas dan tidak spesifik, maka tulisan ini akan lebih memaparkan tentang konsep dan prinsip dasar. Tulisan ini tidak akan menjelaskan terlalu jauh tentang aspek teknis skripsi/penelitian. Jadi, jangan menanyakan saya soal cara menyiasati internal validity, tips meningkatakan response rate, cara-cara dalam pengujian statistik, bagaimana melakukan interpretasi hasil, dan seterusnya. Itu adalah tugas pembimbing Anda. Bukan tugas saya.

Apa itu Skripsi

Saya yakin (hampir) semua orang sudah tahu apa itu skripsi. Seperti sudah dituliskan di atas, skripsi adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi inilah yang juga menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3).

Ada beberapa syarat yang musti dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulis skripsi. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapi umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. Misalnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum “berhak” untuk menulis skripsi, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan segalanya sejak awal.

Skripsi tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosen pembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapan penguji dalam ujian skripsi nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisa saja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus).

Skripsi juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau memverikasi teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada. Sementara untuk mahasiswa S1, skripsi adalah “belajar meneliti”.

Jadi, skripsi memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat.

Miskonsepsi tentang Skripsi

Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan relationships yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.

Masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara ngalor ngidul dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (scientific approach) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak grounded theory. Sebaliknya, pendekatan naturalis (naturalist approach) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan grounded theory.

Mana yang lebih baik antara kedua pendekatan tersebut? Sama saja. Pendekatan satu dengan pendekatan lain bersifat saling melengkapi satu sama lain (komplementer). Jadi, tidak perlu minder jika Anda mengacu pada pendekatan yang satu, sementara teman Anda menggunakan pendekatan yang lain. Juga, tidak perlu kuatir jika menggunakan pendekatan tertentu akan menghasilkan nilai yang lebih baik/buruk daripada menggunakan pendekatan yang lain.

Hal-hal yang Perlu Dilakukan

Siapkan Diri. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah persiapan dari diri Anda sendiri. Niatkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menulis skripsi. Persiapkan segalanya dengan baik. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.

Minta Doa Restu. Saya percaya bahwa doa restu orang tua adalah tiada duanya. Kalau Anda tinggal bersama orang tua, mintalah pengertian kepada mereka dan anggota keluarga lainnya bahwa selama beberapa waktu ke depan Anda akan konsentrasi untuk menulis skripsi. Kalau Anda tinggal di kos, minta pengertian dengan teman-teman lain. Jangan lupa juga untuk membuat komitmen dengan pacar. Berantem dengan pacar (walau sepele) bisa menjatuhkan semangat untuk menyelesaikan skripsi.

Buat Time Table. Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming. Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.

Berdayakan Internet. Internet memang membuat kita lebih produktif. Manfaatkan untuk mencari referensi secara cepat dan tepat untuk mendukung skripsi Anda. Bahan-bahan aktual bisa ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-provider komersial seperti EBSCO atau ProQuest.

Jadilah Proaktif. Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.

Be Flexible. Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Bisa saja skripsi anda sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta Anda untuk mengganti topik. Tidak jarang dosen Anda tiba-tiba membatalkan janji untuk bimbingan pada waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Terkadang Anda merasa bahwa kesimpulan/penelitian Anda sudah benar, tetapi dosen Anda merasa sebaliknya. Jadi, tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu.

Jujur. Sebaiknya jangan menggunakan jasa “pihak ketiga” yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.

Siapkan Duit. Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Ironis kan?

Tahap-tahap Persiapan

Kalau Anda beruntung, bisa saja dosen pembimbing sudah memiliki topik dan menawarkan judul skripsi ke Anda. Biasanya, dalam hal ini dosen pembimbing sedang terlibat dalam proyek penelitian dan Anda akan “ditarik” masuk ke dalamnya. Kalau sudah begini, penulisan skripsi jauh lebih mudah dan (dijamin) lancar karena segalanya akan dibantu dan disiapkan oleh dosen pembimbing.

Sayangnya, kebanyakan mahasiswa tidak memiliki keberuntungan semacam itu. Mayoritas mahasiswa, seperti ditulis sebelumnya, harus bersikap proaktif sedari awal. Jadi, persiapan sedari awal adalah sesuatu yang mutlak diperlukan.

Idealnya, skripsi disiapkan satu-dua semester sebelum waktu terjadwal. Satu semester tersebut bisa dilakukan untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal dan melakukan bimbingan informal.

Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas.

Unsur kekinian juga perlu diperhatikan. Pertama, topik-topik baru lebih disukai dan lebih menarik, bahkan bagi dosen pembimbing/penguji. Kalau Anda mereplikasi topik-topik lawas, penguji biasanya sudah “hafal di luar kepala” sehingga akan sangat mudah untuk menjatuhkan Anda pada ujian skripsi nantinya.

Kedua, jurnal/paper yang terbit dalam waktu 10 tahun terakhir, biasanya mengacu pada referensi yang terbit 5-10 tahun sebelumnya. Percayalah bahwa mencari dan menelusur referensi yang terbit tahun sepuluh-dua puluh tahun terakhir jauh lebih mudah daripada melacak referensi yang bertahun 1970-1980.

Salah satu tahap persiapan yang penting adalah penulisan proposal. Tentu saja proposal tidak selalu harus ditulis secara “baku”. Bisa saja ditulis secara garis besar (pointer) saja untuk direvisi kemudian. Proposal ini akan menjadi guidance Anda selama penulisan skripsi agar tidak terlalu keluar jalur nantinya. Proposal juga bisa menjadi alat bantu yang akan digunakan ketika Anda mengajukan topik/judul kepada dosen pembimbing Anda. Proposal yang bagus bisa menjadi indikator yang baik bahwa Anda adalah mahasiswa yang serius dan benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi dengan baik.

Kiat Memilih Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing (academic advisor) adalah vital karena nasib Anda benar-benar berada di tangannya. Memang benar bahwa dosen pembimbing bertugas mendampingi Anda selama penulisan skripsi. Akan tetapi, pada prakteknya ada dosen pembimbing yang “benar-benar membimbing” skripsi Anda dengan intens. Ada pula yang membimbing Anda dengan “melepas” dan memberi Anda kebebasan. Mempelajari dan menyesuaikan diri dengan dosen pembimbing adalah salah satu elemen penting yang mendukung kesuksesan Anda dalam menyusun skripsi.

Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini. Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang Anda inginkan. Tapi ada juga universitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing buat Anda. Tentu saja lebih “enak” kalau Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi Anda.

Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat?

Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) dosen senior, dan (2) dosen junior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor (atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen junior biasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masih gampang dijumpai di lingkungan kampus.

Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akan mengalami kesulitan sebagai berikut:

  • Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangat perfeksionis.
  • Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat.

Tapi, keuntungannya:

  • Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekan Anda.
  • Anda akan “tertolong” saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen penguji lain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkan untuk “membantai” Anda.
  • Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A.

Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungan kampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak “jaim” dan “sok” kepada mahasiswanya.

Tapi, kerugiannya, Anda akan benar-benar “sendirian” ketika menghadapi ujian skripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisa dipastikan Anda akan “dihajar” cukup telak. Dan dosen pembimbing Anda tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda.

Jadi, hati-hati juga dalam memilih dosen pembimbing.

Format Skripsi yang Benar

Biasanya, setiap fakultas/universitas sudah menerbitkan acuan/pedoman penulisan hasil penelitian yang baku. Mulai dari penyusunan konten, tebal halaman, jenis kertas dan sampul, hingga ukuran/jenis huruf dan spasi yang digunakan. Akan tetapi, secara umum format hasil penelitian dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut.

Pendahuluan. Bagian pertama ini menjelaskan tentang isu penelitian, motivasi yang melandasi penelitian tersebut dilakukan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai melalui penelitian ini, dan kontribusi yang akan diberikan dari penelitian ini.

Pengkajian Teori & Pengembangan Hipotesis. Setelah latar belakang penelitian dipaparkan jelas di bab pertama, kemudian dilanjutkan dengan kaji teori dan pengembangan hipotesis. Pastikan bahwa bagian ini align juga dengan bagian sebelumnya. Mengingat banyak juga mahasiswa yang “gagal” menyusun alignment ini. Akibatnya, skripsinya terasa kurang make sense dan nggak nyambung.

Metodologi Penelitian. Berisi penjelasan tentang data yang digunakan, pemodelan empiris yang dipakai, tipe dan rancangan sampel, bagaimana menyeleksi data dan karakter data yang digunakan, model penelitian yang diacu, dan sebagainya.

Hasil Penelitian. Bagian ini memaparkan hasil pengujian hipotesis, biasanya meliputi hasil pengolahan secara statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, dan diterima/tidaknya hipotesis yang diajukan.

Penutup. Berisi ringkasan, simpulan, diskusi, keterbatasan, dan saran. Hasil penelitian harus disarikan dan didiskusikan mengapa hasil yang diperoleh begini dan begitu. Anda juga harus menyimpulkan keberhasilan tujuan riset yang dapat dicapai, manakah hipotesis yang didukung/ditolak, keterbatasan apa saja yang mengganggu, juga saran-saran untuk penelitian mendatang akibat dari keterbatasan yang dijumpai pada penelitian ini.

Jangan lupa untuk melakukan proof-reading dan peer-review. Proof-reading dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis (typo) maupun ketidaksesuaian tata letak penulisan skripsi. Peer-review dilakukan untuk mendapatkan second opinion dari pihak lain yang kompeten. Bisa melalui dosen yang Anda kenal baik (meski bukan dosen pembimbing Anda), kakak kelas/senior Anda, teman-teman Anda yang dirasa kompeten, atau keluarga/orang tua (apabila latar belakang pendidikannya serupa dengan Anda).

Beberapa Kesalahan Pemula

Ketidakjelasan Isu. Isu adalah titik awal sebelum melakukan penelitian. Isu seharusnya singkat, jelas, padat, dan mudah dipahami. Isu harus menjelaskan tentang permasalahan, peluang, dan fenomena yang diuji. Faktanya, banyak mahasiswa yang menuliskan isu (atau latar belakang) berlembar-lembar, tetapi sama sekali sulit untuk dipahami.

Tujuan Riset & Tujuan Periset. Tidak jarang mahasiswa menulis “sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan” sebagai tujuan risetnya. Hal ini adalah kesalahan fatal. Tujuan riset adalah menguji, mengobservasi, atau meneliti fenomena dan permasalahan yang terjadi, bukan untuk mendapatkan gelar S1.

Bab I: Bagian Terpenting. Banyak mahasiswa yang mengira bahwa bagian terpenting dari sebuah skripsi adalah bagian pengujian hipotesis. Banyak yang menderita sindrom ketakutan jika nantinya hipotesis yang diajukan ternyata salah atau ditolak. Padahal, menurut saya, bagian terpenting skripsi adalah Bab I. Logikanya, kalau isu, motivasi, tujuan, dan kontribusi riset bisa dijelaskan secara runtut, biasanya bab-bab berikutnya akan mengikuti dengan sendirinya. (baca juga: Joint Hypotheses)

Padding. Ini adalah fenomena yang sangat sering terjadi. Banyak mahasiswa yang menuliskan terlalu banyak sumber acuan dalam daftar pustaka, walaupun sebenarnya mahasiswa yang bersangkutan hanya menggunakan satu-dua sumber saja. Sebaliknya, banyak juga mahasiswa yang menggunakan beragam acuan dalam skripsinya, tetapi ketika ditelusur ternyata tidak ditemukan dalam daftar acuan.

Joint Hypotheses. Menurut pendekatan saintifik, pengujian hipotesis adalah kombinasi antara fenomena yang diuji dan metode yang digunakan. Dalam melakukan penelitian ingatlah selalu bahwa fenomena yang diuji adalah sesuatu yang menarik dan memungkinkan untuk diuji. Begitu pula dengan metode yang digunakan, haruslah metode yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalau keduanya terpenuhi, yakinlah bahwa skripsi Anda akan outstanding. Sebaliknya, kalau Anda gagal memenuhi salah satu (atau keduanya), bersiaplah untuk dibantai dan dicecar habis-habisan.

Keterbatasan & Kemalasan. Mahasiswa sering tidak bisa membedakan antara keterbatasan riset dan “kemalasan riset”. Keterbatasan adalah sesuatu hal yang terpaksa tidak dapat terpenuhi (atau tidak dapat dilakukan) karena situasi dan kondisi yang ada. Bukan karena kemalasan periset, ketiadaan dana, atau sempitnya waktu.

Kontribusi Riset. Ini penting (terutama) jika penelitian Anda ditujukan untuk menarik sponsor atau dibiayai dengan dana pihak sponsor. Kontribusi riset selayaknya dijelaskan dengan lugas dan gamblang, termasuk pihak mana saja yang akan mendapatkan manfaat dari penelitian ini, apa korelasinya dengan penelitian yang sedang dilakukan, dan seterusnya. Kegagalan dalam menjelaskan kontribusi riset akan berujung pada kegagalan mendapatkan dana sponsor.

Menghadapi Ujian Skripsi

Benar. Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oral examination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyata gagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarang mahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnya menggagalkan ujian yang harus dihadapi.

Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggota penguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalah akumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secara bergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yang sudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.

Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan menguji sejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu saja tidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses) saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis.

Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknya tidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah “konfirmasi” atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiri penelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian, bisa dipastikan Anda akan perform well.

Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akan tetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah “lubang jebakan” agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harus siapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding di hadapan dewan penguji.

Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa atau menjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangat membantu.

Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa ada kendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professor dengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebih banyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapat nilai A.

Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalau saya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa.

Pasca Ujian Skripsi

Banyak yang mengira, setelah ujian skripsi segalanya selesai. Tinggal revisi, bawa ke tukang jilid/fotokopi, urus administrasi, daftar wisuda, lalu traktir makan teman-teman. Memang benar. Setelah Anda dinyatakan lulus ujian skripsi, Anda sudah berhak menyandang gelar sarjana yang selama ini Anda inginkan.

Faktanya, lulus ujian skripsi saja sebenarnya belum terlalu cukup. Sebenarnya Anda bisa melakukan lebih jauh lagi dengan skripsi Anda. Caranya?

Cara paling gampang adalah memodifikasi dan memperbaiki skripsi Anda untuk kemudian dikirimkan pada media/jurnal publikasi. Cara lain, kalau Anda memang ingin serius terjun di dunia ilmiah, lanjutkan dan kembangkan saja penelitian/skripsi Anda untuk jenjang S2 atau S3. Dengan demikian, kelak akan semakin banyak penelitian dan publikasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi bangsa ini.

Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar bangsa ini bisa lebih cerdas dan arif dalam menciptakan serta mengelola pengetahuan. Sekarang mungkin kita memang tertinggal dari bangsa lain. Akan tetapi, dengan melakukan penelitian, membuat publikasi, dan seterusnya, bangsa ini bisa cepat bangkit mengejar ketertinggalan.

Jadi, menyusun skripsi itu sebenarnya mudah kan?

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan